Kompas.com - 18/03/2022, 22:28 WIB

BLITAR, KOMPAS.com - Sebanyak 464 warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, telah mendaftarkan diri untuk bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mereka mendaftar untuk bekerja di lima dari 10 negara yang pada tahun 2022 telah membuka diri untuk masuknya PMI.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Blitar, Mujianto mengatakan, antusiasme warga Blitar untuk bekerja di luar negeri kembali meningkat menyusul dibukanya pintu masuk 10 negara bagi kedatangan PMI.

"Dari sepuluh negara itu, selama Januari dan Februari, terdapat 464 warga Blitar yang telah mendaftar ke lima negara hingga Februari lalu," kata Mujianto kepada wartawan, Jumat (18/3/2022).

Baca juga: 15 PMI Asal Blitar Dipulangkan karena Sakit, 2 Meninggal Sebelum Tiba di Rumah

Lima negara tersebut adalah Taiwan dengan 278 pendaftar, Hongkong dengan 155 pendaftar, Singapura dengan 13 pendaftar, Korea Selatan dengan 11 pendaftar, dan Polandia dengan tujuh pendaftar.

Sementara lima negara lainnya, kata Mujianto, masih belum ada peminat, yaitu Sri Lanka, Jepang, Jerman, Brunei Darussalam dan Hungaria.

Seperti yang selama ini berlangsung, kata dia, kebanyakan PMI adalah kaum perempuan. Mereka akan bekerja di sektor informal, terutama pembantu rumah tangga.

Baca juga: 2 Truk di Blitar Tabrakan hingga Ringsek, Sopir Luka Terkena Pecahan Kaca

Mujianto mengatakan, dibukanya pintu penerimaan bagi PMI di 10 negara tersebut menjadi kabar baik bagi banyak warga di Kabupaten Blitar, sebagai salah satu daerah pengirim PMI terbesar di Jawa Timur.

"Semoga akan lebih banyak lagi negara yang membuka diri bagi PMI setelah selama dua tahun pandemi pengiriman PMI tersendat-sendat," ujarnya.

228 PMI pulang

Mujianto juga menyebutkan, banyak PMI asal Kabupaten Blitar yang pulang dari negara tujuan kerja karena habis masa kontrak kerjanya.

Selama Januari hingga Februari, terdapat 228 PMI yang pulang ke rumah mereka di wilayah Kabupaten Blitar melalui pendaratan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dan Juanda.

Dari jumlah tersebut, paling banyak melakukan pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta yaitu sebanyak 177 PMI, sedangkan sisanya, 51 PMI, mendarat di Bandara Juanda.

Baca juga: Desakan Orangtua Siswa, Kota Blitar Kembali Terapkan PTM 50 Persen Mulai Besok

Sesuai ketentuan dari Satgas Covid-19, mereka harus menjalani karantina selama lima hari sebelum melanjutkan perjalanan domestik ke Kabupaten Blitar. Masa karantina itu, beberapa hari lebih pendek dibandingkan masa karantina di tahun sebelumnya.

"Kini tidak ada lagi keharusan untuk menjalani karantina tambahan di daerah tujuan. Kalau dulu, mereka masih harus melanjutkan karantina tiga hari di daerah," ujar Mujianto.

Diketahui, Kabupaten Blitar merupakan salah satu kantong terbesar PMI di Jawa Timur, selain Ponorogo dan Banyuwangi. Pada situasi normal sebelum pandemi, setidaknya terdapat 4.000 warga Blitar yang berangkat ke luar negeri untuk bekerja melalui jalur resmi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ODGJ di Kota Malang Bakar Rumahnya Sendiri

ODGJ di Kota Malang Bakar Rumahnya Sendiri

Surabaya
Ungkap Jaringan Narkoba, Polrestabes Surabaya Tangkap 8 Pengedar dengan Barang Bukti 90 Kg Sabu

Ungkap Jaringan Narkoba, Polrestabes Surabaya Tangkap 8 Pengedar dengan Barang Bukti 90 Kg Sabu

Surabaya
Buntut Pernyataan Ketum PPP Suharso soal 'Amplop' Kiai, Forum Warga NU Jombang Tuntut Permintaan Maaf

Buntut Pernyataan Ketum PPP Suharso soal 'Amplop' Kiai, Forum Warga NU Jombang Tuntut Permintaan Maaf

Surabaya
Dimediasi Kapolres, Kasat Lantas Madiun yang Mengamuk karena Istri Terpegang Wartawan, Batal Lapor Polisi

Dimediasi Kapolres, Kasat Lantas Madiun yang Mengamuk karena Istri Terpegang Wartawan, Batal Lapor Polisi

Surabaya
Setahun Kabur ke Kalimantan, Pelaku Judi Togel di Sumenep Ditangkap

Setahun Kabur ke Kalimantan, Pelaku Judi Togel di Sumenep Ditangkap

Surabaya
Oknum Jaksa Diduga Sodomi Anak Laki-laki di Hotel Jombang, Dinonaktifkan dari Jabatan

Oknum Jaksa Diduga Sodomi Anak Laki-laki di Hotel Jombang, Dinonaktifkan dari Jabatan

Surabaya
Suka Menyanyi sejak Balita, Farel Prayoga Pernah Mengamen Bersama Sang Ayah

Suka Menyanyi sejak Balita, Farel Prayoga Pernah Mengamen Bersama Sang Ayah

Surabaya
Pria di Surabaya Dihajar Warga Saat Akan Bawa Kabur Motor yang Mesinnya Masih Menyala

Pria di Surabaya Dihajar Warga Saat Akan Bawa Kabur Motor yang Mesinnya Masih Menyala

Surabaya
Cerita Orangtua Farel Tak Dampingi Anaknya di Istana, Mengaku Minder jika Harus Bertemu Presiden

Cerita Orangtua Farel Tak Dampingi Anaknya di Istana, Mengaku Minder jika Harus Bertemu Presiden

Surabaya
Cerita Peringatan HUT RI dari Panti Jompo di Kediri, Mulai dari Lomba hingga Tumpengan

Cerita Peringatan HUT RI dari Panti Jompo di Kediri, Mulai dari Lomba hingga Tumpengan

Surabaya
Farel Prayoga Menggoyang Istana, Orangtua: Tak Percaya Anak Saya Bisa Ketemu Presiden

Farel Prayoga Menggoyang Istana, Orangtua: Tak Percaya Anak Saya Bisa Ketemu Presiden

Surabaya
Pakaian Adat yang Dipakai Farel Prayoga Saat Tampil di Istana Ternyata Seragam Sekolah

Pakaian Adat yang Dipakai Farel Prayoga Saat Tampil di Istana Ternyata Seragam Sekolah

Surabaya
Diperkosa Kenalan Usai Kecelakaan, Pemandu Lagu di Tulungagung Meninggal Dunia

Diperkosa Kenalan Usai Kecelakaan, Pemandu Lagu di Tulungagung Meninggal Dunia

Surabaya
Hilang 6 Hari di Hutan, Kakek Boimin Ditemukan Bersandar di Pohon dalam Kondisi Lemas

Hilang 6 Hari di Hutan, Kakek Boimin Ditemukan Bersandar di Pohon dalam Kondisi Lemas

Surabaya
Tak Punya TV, Orangtua Farel Prayoga Nonton Anaknya Tampil di Istana lewat YouTube

Tak Punya TV, Orangtua Farel Prayoga Nonton Anaknya Tampil di Istana lewat YouTube

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.