Satpol PP Kota Malang Amankan 18 Pasangan Mesum, 6 di Antaranya Berstatus Mahasiswa

Kompas.com - 18/03/2022, 22:01 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 18 pasangan bukan suami istri diamankan dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) oleh Satpol PP Kota Malang.

Operasi itu berlangsung pada Kamis (17/3/2022) malam hingga Jumat (18/3/2022) dini hari. Wali Kota Malang, Sutiaji turut dalam operasi tersebut.

Mereka diamankan dari kamar hotel dan kos yang ada di Jalan Kaliurang dan Jalan Dewandaru.

Barang bukti yang ditemukan dalam operasi itu berupa alat kontrasepsi kondom.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Malang Turun, Isoter SKB Nihil Pasien

"Setelah itu mereka dibawa ke Satpol PP, dari itu ada enam pasangan yang menurut pengakuan mereka diduga melakukan prostitusi terselubung menggunakan aplikasi online," kata Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat di kantornya, Jumat.

Dia menyampaikan, rata-rata pasangan yang ditemukan masih muda, berumur antara 18 hingga 22 tahun. Menurutnya, rata-rata pasangan mesum itu bukan warga Kota Malang, melainkan dari Kabupaten Malang.

"Semua warga luar Kota Malang, seperti Karangploso, Singosari dan ada yang disabilitas juga ditemukan saat operasi," kata Rahmat.

Baca juga: Hujan Deras dan Angin Kencang, Kota Malang Terendam Banjir

Mereka terancam dikenai tindak pidana ringan (tipiring) dengan kurungan maksimal 3 bulan atau denda Rp 10.000.000 sesuai perda yang berlaku.

"Tetapi yang memutuskan hakim, sekaligus ada juga sanksi wajib lapor seminggu tiga kali ke Satpol PP," katanya.

6 pasangan berstatus mahasiswa

Sementara itu, dari 18 pasangan mesum yang diamankan itu, enam pasangan masih berstatus sebagai mahasiswa.

"Dari perguruan tinggi ternama di Kota Malang, tapi mereka tidak open BO, hanya mesum atau cabul dan asusila dan rata-rata di kos harian," katanya.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik, Wali Kota Malang: Pemerintah Pusat Harus Bisa Mengontrol

Mahasiswa yang terjaring operasi tersebut diberi pembinaan langsung oleh wali kota Malang dan juga akan dilakukan pemanggilan kepada orangtuanya untuk efek jera.

Sutiaji mengatakan, operasi semacam itu dilakukan semata-mata hanya untuk menjaga kualitas moral generasi muda ke depan.

"Kalau saat ini saja sudah melanggar, takutnya ketika nanti menjadi pejabat maka tidak akan mentaati aturan, kasihan orangtuanya ini umurnya masih muda-muda, ini harus terus dilakukan pembinaan," kata Sutiaji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Punya TV, Orangtua Farel Prayoga Nonton Anaknya Tampil di Istana lewat YouTube

Tak Punya TV, Orangtua Farel Prayoga Nonton Anaknya Tampil di Istana lewat YouTube

Surabaya
Sindikat Judi Togel Dibongkar di Sumenep, 5 Pelaku Diringkus

Sindikat Judi Togel Dibongkar di Sumenep, 5 Pelaku Diringkus

Surabaya
Selidiki Dugaan Korupsi Pembibitan Pisang Mas Kirana, Kejari Lumajang Surati Irjen Kementan

Selidiki Dugaan Korupsi Pembibitan Pisang Mas Kirana, Kejari Lumajang Surati Irjen Kementan

Surabaya
Cabuli Bocah SD di Semak-semak, Pria di Sumenep Diringkus Polisi

Cabuli Bocah SD di Semak-semak, Pria di Sumenep Diringkus Polisi

Surabaya
Tunjungan Plaza 1 Surabaya Tetap Beroperasi Usai Kebakaran

Tunjungan Plaza 1 Surabaya Tetap Beroperasi Usai Kebakaran

Surabaya
Pria Mengaku Wartawan Tertangkap Tangan Saat Diduga Peras Sekolah di Malang

Pria Mengaku Wartawan Tertangkap Tangan Saat Diduga Peras Sekolah di Malang

Surabaya
Pelatih Taekwondo di Malang Jadi Tersangka Kekerasan Seksual pada Murid, Modus Janjikan Menikah

Pelatih Taekwondo di Malang Jadi Tersangka Kekerasan Seksual pada Murid, Modus Janjikan Menikah

Surabaya
Kasat Lantas Madiun Marah dan Copot Baju Dinas Usai Istrinya Terpegang Wartawan, Kapolres: Saya Minta Maaf atas Kesalahpahaman Ini

Kasat Lantas Madiun Marah dan Copot Baju Dinas Usai Istrinya Terpegang Wartawan, Kapolres: Saya Minta Maaf atas Kesalahpahaman Ini

Surabaya
Rupa-rupa Kegiatan Warga Kediri Peringati HUT Ke-77 RI

Rupa-rupa Kegiatan Warga Kediri Peringati HUT Ke-77 RI

Surabaya
Kebakaran di Tunjungan Plaza 1 Surabaya, Bermula dari Food Court Lantai 5

Kebakaran di Tunjungan Plaza 1 Surabaya, Bermula dari Food Court Lantai 5

Surabaya
Lapas Lumajang 'Overload', Bupati: Masih Layak Huni

Lapas Lumajang "Overload", Bupati: Masih Layak Huni

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 18 Agustus 2022 : Siang hingga Malam Cerah

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 18 Agustus 2022 : Siang hingga Malam Cerah

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 18 Agustus 2022 : Siang hingga Malam Cerah

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 18 Agustus 2022 : Siang hingga Malam Cerah

Surabaya
Lahir Saat HUT Kemerdekaan, 9 Bayi di Jombang Peroleh Kado Spesial

Lahir Saat HUT Kemerdekaan, 9 Bayi di Jombang Peroleh Kado Spesial

Surabaya
Ribuan Pendaki Ikuti Upacara Bendera di Gunung Ijen Banyuwangi

Ribuan Pendaki Ikuti Upacara Bendera di Gunung Ijen Banyuwangi

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.