Sidang Kasus Kecelakaan Vanessa Angel, Jaksa Akan Hadirkan Pengasuh Gala Sky

Kompas.com - 03/02/2022, 19:57 WIB

JOMBANG, KOMPAS.com - Sidang kasus kecelakaan yang dialami kendaraan keluarga Vanessa Angel, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jombang, Jawa Timur, Kamis (3/2/2022).

Pada sidang ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jombang menghadirkan lima saksi.

Mereka adalah warga di sekitar lokasi kecelakaan, Anshori, dan petugas PJR Polda Jawa Timur, Broto.

Lalu, tiga saksi dari PT Astra Tol (PT MHI), selaku pengelola jalan tol Jombang-Mojokerto.

Adapun para saksi ahli dan juga saksi korban, khususnya Sisca Lorenza, belum tampak pada sidang kali ini.

Baby sitter keluarga Vanessa Angel itu akan dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan pada Kamis (10/2/2022).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Adi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya akan membeberkan secara lengkap kronologi kecelakaan mobil Vanessa.

Baca juga: Sidang Kasus Kecelakaan Vanessa Angel, Rekaman CCTV Detik-detik Tabrakan Diputarkan

JPU akan menghadirkan para saksi ahli untuk menjelaskan bagaimana proses terjadinya kecelakaan yang menyebabkan Vanessa Angel dan suaminya meninggal dunia.

"Nanti, kita persiapkan ahli untuk menerangkan kecelakaannya. Kita sudah menyiapkan," ujar Adi saat dikonfirmasi usai sidang di Pengadilan Negeri Jombang.

Selain para ahli, JPU berencana menghadirkan Sisca Lorenza untuk memberikan kesaksian dalam sidang.

"Ikuti perkembangannya. Pastinya kita hadirkan saksi dari korban. Baby sitternya (Vanessa)," ujar Adi.

Kecelakaan yang dialami keluarga Vanessa, menyeret sosok Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya (24), sebagai tersangka.

Tubagus Joddy pun menjadi terdakwa dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Bambang Setyawan, didampingi dua hakim, Joni Mauluddin Saputra dan Sudirman.

Dalam sidang kedua, para saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), lebih banyak menuturkan tentang situasi setelah terjadi kecelakaan yang dialami mobil Pajero milik keluarga Vanessa.

Sementara itu, penasehat hukum Tubagus Joddy, Siswoyo mengungkapkan, pihaknya masih belum meyakini faktor penyebab kecelakaan keluarga Vanessa yang dinilai murni akibat human error.

 

Pihaknya berencana mendatangkan ahli untuk membuktikan bahwa faktor kecepatan angin juga mempengaruhi kecelakaan mobil keluarga Vanessa.

"Karena ini masih ada kemungkinan bahwa ini tidak murni human error. Mungkin, masih ada kemungkinan bahwa alam itu juga mempengaruhi dari kejadian ini," kata Siswoyo.

Siswoyo bersama dua rekannya, Syaifuddin dan Eko Wahyudi, merupakan penasihat hukum yang ditunjuk negara melalui posko bantuan hukum.

Mereka ditunjuk hakim sebagai penasihat hukum Tubagus, pada sidang pertama di Pengadilan Negeri Jombang, pekan lalu.

Siswoyo menjelaskan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Tubagus dan mendapatkan penjelasan dari yang bersangkutan.

Ia menjelaskan, setelah JPU menghadirkan seluruh saksi, pihaknya berencana menghadirkan saksi ahli untuk membantu Tubagus menyampaikan penjelasan ilmiah di pengadilan.

Baca juga: Datangi Sopir Vanessa Angel Usai Tabrakan, Saksi: Dia Pegang Kepala sambil Bilang Saya Ngantuk, Pak...

"Faktor alam utamanya adalah angin. Kadang kan angin itu bisa mempengaruhi kecepatan, kendaraan itu bisa terpengaruh dengan angin. Tapi yang bisa memprediksi kan ahlinya," kata Siswoyo.

Sidang kasus kecelakaan Vanessa Angel digelar di Pengadilan Negeri Jombang, di mana Tubagus hadir secara virtual dari Lapas Kelas 2B Jombang.

Kecelakaan yang dialami Vanessa Angel dan keluarganya terjadi di KM 672 300 Jalan Tol Jombang-Mojokerto, Kamis (4/11/2021) siang.

Kepolisian menetapkan Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya (24), sopir yang mengemudikan mobil sebagai tersangka.

Dalam dakwaan di pengadilan, Tubagus dijerat dengan Pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 tentang Lalu Lintas dengan ancaman enam tahun penjara dan denda Rp 12 juta.

Selain itu, dia juga dijerat dengan Pasal 311 Ayat 5 Undang-Undang Nomor 22 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp 24 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahir Saat HUT Kemerdekaan, 9 Bayi di Jombang Peroleh Kado Spesial

Lahir Saat HUT Kemerdekaan, 9 Bayi di Jombang Peroleh Kado Spesial

Surabaya
Ribuan Pendaki Ikuti Upacara Bendera di Gunung Ijen Banyuwangi

Ribuan Pendaki Ikuti Upacara Bendera di Gunung Ijen Banyuwangi

Surabaya
Tak Hanya Farel, Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera di Istana Juga Putra Daerah Banyuwangi

Tak Hanya Farel, Pembawa Baki Upacara Penurunan Bendera di Istana Juga Putra Daerah Banyuwangi

Surabaya
Lahir Saat HUT Kemerdekaan RI, 4 Bayi di Lumajang Langsung Dapat Akte, KIA, dan Perubahan KK

Lahir Saat HUT Kemerdekaan RI, 4 Bayi di Lumajang Langsung Dapat Akte, KIA, dan Perubahan KK

Surabaya
Saat Mahasiswa Asing Ikut Memeriahkan HUT Ke-77 RI di Kota Malang...

Saat Mahasiswa Asing Ikut Memeriahkan HUT Ke-77 RI di Kota Malang...

Surabaya
Pikap Muatan Kardus Terbakar di Depan SPBU Bangkalan

Pikap Muatan Kardus Terbakar di Depan SPBU Bangkalan

Surabaya
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Gili Labak Sumenep

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Gili Labak Sumenep

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 17 Agustus 2022 : Pagi dan Malam Cerah

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 17 Agustus 2022 : Pagi dan Malam Cerah

Surabaya
Viral, Video Supeltas Dianiaya Rekan Seprofesi di Jalanan Jombang, Diduga karena Rebutan Lahan

Viral, Video Supeltas Dianiaya Rekan Seprofesi di Jalanan Jombang, Diduga karena Rebutan Lahan

Surabaya
Cerita Warga Kediri Bentangkan Bendera Sepanjang 1.000 Meter, Kades: Menjahitnya Sebulan

Cerita Warga Kediri Bentangkan Bendera Sepanjang 1.000 Meter, Kades: Menjahitnya Sebulan

Surabaya
Kedapatan Simpan Celurit, Pemuda di Lumajang Menangis Saat Dirazia

Kedapatan Simpan Celurit, Pemuda di Lumajang Menangis Saat Dirazia

Surabaya
Diduga Tersesat Usai Cari Istri di Sawah, Kakek Boiman Hilang di Hutan Mruwak Madiun

Diduga Tersesat Usai Cari Istri di Sawah, Kakek Boiman Hilang di Hutan Mruwak Madiun

Surabaya
PKB Jombang Buka Pendaftaran Bakal Caleg, Persilakan Kader Parpol Lain Bergabung

PKB Jombang Buka Pendaftaran Bakal Caleg, Persilakan Kader Parpol Lain Bergabung

Surabaya
Hidup Sendirian, Nenek Asal Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk di Kamarnya

Hidup Sendirian, Nenek Asal Ponorogo Ditemukan Tewas Membusuk di Kamarnya

Surabaya
Dirut Jadi Tersangka, Manajemen PT. Meratus Line Bantah Sekap Karyawan

Dirut Jadi Tersangka, Manajemen PT. Meratus Line Bantah Sekap Karyawan

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.