Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ditanya soal Status Bupati Sidoarjo, Mendagri: Semua yang Tersangka Akan Dinonaktifkan

Kompas.com - 25/04/2024, 15:03 WIB
Andhi Dwi Setiawan,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, semua kepala daerah yang menyandang sebagai tersangka akan dinonaktifkan.

Hal ini disampaikan Tito saat ditanya soal status Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor yang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus pemotongan dan menerimaan uang di lingkungan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo.

"Kan ada aturannya, semua kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka maka dia akan dinonaktifkan," kata Tito usai upacara Hari Otonomi Daerah (Otda) di Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4/2024).

Baca juga: Tak Terima Jadi Tersangka, Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Gugat KPK

Kemudian, kata Tito, kepala daerah yang sudah ditetapkan tersangka bakal digantikan oleh pelaksana tugas (Plt). Biasanya, Plt itu diisi oleh wakilnya.

"Setelah itu yang naik Plt, yang biasanya wakilnya. Itu saya bicara prosedur, kalau seandainya baru saksi ya enggak bisa dinonaktifkan, kalau ditetapkan tersangka itu bisa dinonaktifkan," jelasnya.

Baca juga: Alasan Sakit, Bupati Sidoarjo Mangkir Panggilan Pemeriksaan KPK

Lalu, kepala daerah akan diberhentikan sementara jika status hukumnya naik menjadi terdakwa. Selanjutnya, apabila kejahatanya terbukti di peradilan maka jabatanya dicopot permanen.

"Kalau seandainya jadi terdakwa itu kemudian ada proses yang lain, jadi berhenti sementara, itu terdakwa. Kalau terpidana ya pemberhentian permanen," ucapnya.

Meski begitu, Tito enggan menegaskan soal status Gus Muhdlor saat ini, apakah sudah dinonaktifkan atau masih aktif menjabat sebagai Bupati Sidoarjo.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Gus Muhdlor sebagai tersangka korupsi. KPK menduga Gus Muhdlor memotong dan menerima uang di lingkungan BPPD Sidoarjo.

“Kami mengkonfirmasi atas pertanyaan media bahwa betul yang bersangkutan menjabat bupati di Kabupaten Sidoarjo periode 2021 sampai dengan sekarang,” kata Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri saat dihubungi, Selasa (16/4/2024).

Ali mengatakan, penetapan tersangka ini berdasar pada analisa keterangan yang disampaikan para saksi, tersangka, dan alat bukti yang telah dikantongi penyidik.

Hasilnya, penyidik menemukan peran dan keterlibatan pihak yang diduga turut serta dalam tindakan rasuah di lingkungan BPPD Sidoarjo.

KPK kemudian menggelar ekspose dan menyepakati pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban hukum.

“Diduga menikmati adanya aliran sejumlah uang,” tutur Ali.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Jemaah Haji Asal Blitar Diturunkan di Deli Serdang karena Sesak Napas

Jemaah Haji Asal Blitar Diturunkan di Deli Serdang karena Sesak Napas

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com