Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Pria Perampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang Jadi Tersangka, 4 Ditangkap dan 2 Buron

Kompas.com - 25/04/2024, 16:16 WIB
Imron Hakiki,
Andi Hartik

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Enam orang pria perampok rumah Rini Setyowati (43), pegawai koperasi asal Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat (5/4/2024), ditetapkan sebagai tersangka. Mereka kompak merampok untuk kebutuhan Lebaran.

Keenam pria tersebut yakni Mistari (43) warga Desa Binangun, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Endi Santoso (51) warga Desa Rejoso, Kecamatan Betek, Kabupaten Blitar.

Kemudian, Kholid Alatas (43) warga Desa Madesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Sulistiono (40) warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Blitar.

Baca juga: Dalam Sehari, Dua Rumah dan Satu Indekos di Kota Malang Kemasukan Ular

Lalu, Jianto (50) warga Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, dan Arianto Wibowo (35) warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar.

Saat ini, empat dari enam tersangka tersebut sudah diamankan dan ditetapkan tersangka. Sedangkan dua di antaranya, Jianto dan Arianto Wibowo masih buronan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan, keenam tersangka tersebut melakukan aksi perampokan di rumah korban pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB saat korban sendirian di rumah.

"Suami korban saat itu sedang tidak ada di rumah karena bekerja," ungkapnya dalam konferensi pers, Kamis (25/4/2024).

Para pelaku masuk ke rumah korban lalu menyekapnya di dalam kamar. Setelah berhasil menyekap, pelaku mengambil harta benda milik korban.

"Barang berharga yang diambil para pelaku di antaranya uang senilai Rp 55 juta, perhiasan emas, ponsel dan surat-surat kendaraan bermotor," tuturnya.

Para pelaku telah merencanakan perampokan itu sejak lama, dan sudah mencoba merampok namun selalu gagal.

"Baru yang keempat kalinya, komplotan pelaku ini berhasil melancarkan aksinya," jelasnya.

Otak perampokan itu adalah Jianto yang saat ini masih menjadi buronan polisi. Ia merupakan seorang residivis atas kejahatan yang sama.

"Sementara pelaku Sulistiono ini adalah tetangga korban. Dialah yang bertugas untuk mengintai rumah korban selama ini," tuturnya.

Para pelaku berasal dari latar belakang yang beragam. Mulai dari petani hingga wiraswasta. Mereka merampok dengan alasan terdesak kebutuhan ekonomi jelang Lebaran.

"Para pelaku sengaja menargetkan perampokan di rumah korban, karena mereka menilai rumah korban lah yang selalu ada uang tunai," tuturnya.

Gandha mendesak agar dua orang buronan segera menyerahkan diri.

"Kami akan terus mencari dan mengejar dua orang buronan ini di mana pun berada," tegasnya.

Mereka dijerat dengan Pasal 365 ayat 2 angka 2 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com