Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beredar Pesan Bupati Lamongan Minta Uang, Diskominfo: Penipuan

Kompas.com - 25/04/2024, 19:05 WIB
Hamzah Arfah,
Andi Hartik

Tim Redaksi

LAMONGAN, KOMPAS.com - Beredar pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Pesan itu berisi permintaan uang kepada camat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Akun WhatsApp yang mengirim pesan itu menggunakan nama dan foto profil Bupati Lamongan.

Pesan yang tersebar bertuliskan 'Pak Camat saya di bantu di talangin transfer saya ya 25jt besok siang tak kembalikan BANK BRI an: YUHRONUR EFENDI/03300107219150'. Pesan ini dikirimkan kepada sejumlah kepala OPD dan camat yang ada di Lamongan, Jawa Timur.

Baca juga: Mobil Pikap Terbalik di Lamongan Usai Tabrak Median Jalan, Motor dan Warung

Mengenai pesan yang beredar tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Lamongan Sugeng Widodo menyatakan, hal tersebut adalah hoaks. Sugeng meyebut hal itu merupakan bentuk penipuan yang mencatut nama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

"Betul, nama Pak Bupati dicatut untuk penipuan melalui pesan WhatsApp dan saya pastikan jika itu adalah hoaks," ujar Sugeng saat dihubungi, Kamis (25/4/2024).

Baca juga: Bupati Lamongan Daftar Penjaringan PDI-P untuk Maju Lagi di Pilkada 2024

Sugeng menjelaskan, sejauh ini belum ada laporan mengenai warga atau pejabat yang merasa tertipu dengan mengirimkan uang ke nomor rekening yang dicantumkan dalam pesan tersebut.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga sudah mengonfirmasi bahwa nomor WhatsApp dan rekening dalam pesan tersebut bukan miliknya.

"Tidak ada (korban). Karena kebanyakan wa-nya (whatsapp) dikirim ke kepala OPD dan Camat," ucap Sugeng.

Meski demikian, Sugeng mengimbau kepada semua pihak untuk berhati-hati dan waspada, serta tidak mudah percaya dengan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Sebab, pesan penipuan mengatasnamakan tokoh sangat merugikan bagi tokoh tersebut.

"Tetap waspada dan berhati-hati, jangan mudah percaya dengan pesan atau apa pun yang belum diketahui kebenarannya," kata Sugeng.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

2 Mahasiswa Pelaku Penembakan di Tol Surabaya Dikeluarkan dari Kampus

2 Mahasiswa Pelaku Penembakan di Tol Surabaya Dikeluarkan dari Kampus

Surabaya
Dugaan Korupsi Mobil Siaga, Sejumlah Kades di Bojonegoro Diperiksa

Dugaan Korupsi Mobil Siaga, Sejumlah Kades di Bojonegoro Diperiksa

Surabaya
Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena 'Blindspot'

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena "Blindspot"

Surabaya
Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com