Kompas.com - 19/05/2022, 15:21 WIB

BLITAR, KOMPAS.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memindahkan empat benda cagar budaya yang terbuat dari batu andesit di dua lokasi berbeda di Kecamatan Nglegok, Blitar, Jawa Timur.

Arkeolog dari BPCB Jatim Nonuk Kristiana mengatakan, empat benda cagar budaya tersebut terdiri dari tiga batu candi berelief dan satu batu polos yang diduga berfungsi sebagai batu altar.

Baca juga: Wisatawan di Kota Blitar Boleh Lepas Masker, tapi Tetap Gunakan PeduliLindungi

"Tiga batu candi sudah kami pindahkan dari area perkebunan Candi Sewu di Desa Penataran kemarin, sedangkan satu batu polos saat ini sedang proses pemindahan dari satu aliran sungai di Desa Kemloko, Nglegok," ujar Nonuk saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (19/5/2022).

Ketiga balok batu berelief sudah berada di Museum Penataran di Kompleks Candi Penataran di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Nonuk memperkirakan, empat benda cagar budaya tersebut berasal dari kurun masa yang hampir sama yaitu sekitar pertengahan hingga akhir abad 14.

Pada salah satu batu dengan relief yang telah dipindahkan dari area perkebunan Candi Sewu, ujarnya, terdapat angka tahun 1.301 Saka atau 1.379 Masehi.

Pahatan angka tahun pada balok batu berdimensi 150 cm x 37 cm x 27 cm itu diapit oleh pahatan gambar sapi yang saling berhadapan.

Pada balok batu kedua yang berukuran 105 cm x 33 cm x 20 cm, kata Nonuk, terdapat pahatan Surya Majapahit dan hiasan pelipit pada salah satu sisinya.

Balok ketiga di area perkebunan Candi Sewu, tambahnya, berukuran 136 cm x 30 cm x 20 cm dengan salah satu sisinya terdapat pahatan hiasan sulur dan pelipit.

"Tiga balok batu ini kemungkinan merupakan bagian dari candi. Tapi data yang kami dapatkan dari observasi lokasi temuan sangat minim," jelas Nonuk.

Balok batu andesit lainnya, kata Nonuk, dipindahkan dari lokasi lain yakni dari aliran sebuah sungai di Desa Kemloko namun masih di wilayah Kecamatan Nglegok.

Baca juga: Beda dengan Wilayah Lain, Kota Blitar Izinkan Ternak Sapi Masuk dari Luar Daerah, Siagakan Satgas PMK

Balok batu berdimensi 127 cm x 55 cm x 30 cm itu polos tanpa pahatan relief, kata Nonuk, dan diduga berfungsi sebagai batu altar atau tempat meletakkan sesaji.

"Batu ini biasanya berada di area sakral dari sebuah candi atau tempat pemujaan," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Tol Malang Pandaan, Sopir Bus Tewas dan 3 Orang Luka-luka

Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Tol Malang Pandaan, Sopir Bus Tewas dan 3 Orang Luka-luka

Surabaya
Tabrakan Beruntun di Madiun, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka

Tabrakan Beruntun di Madiun, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka

Surabaya
Diduga Rem Blong, Truk Tangki di Banyuwangi Tabrak 4 Orang hingga Tewas

Diduga Rem Blong, Truk Tangki di Banyuwangi Tabrak 4 Orang hingga Tewas

Surabaya
Sejumlah Warga di Trenggalek Diserang dan Dilempari Batu, 8 Terluka, 65 Remaja Terduga Pelaku Ditangkap

Sejumlah Warga di Trenggalek Diserang dan Dilempari Batu, 8 Terluka, 65 Remaja Terduga Pelaku Ditangkap

Surabaya
Masuki Musim Hujan, Kota Batu Berpotensi Alami Banjir dan Longsor, BPBD: Upaya Mitigasi Belum Optimal

Masuki Musim Hujan, Kota Batu Berpotensi Alami Banjir dan Longsor, BPBD: Upaya Mitigasi Belum Optimal

Surabaya
3 Nyawa Pelajar di Jatim Melayang akibat Penganiayaan di Sekolah, Ini Deretan Kasusnya

3 Nyawa Pelajar di Jatim Melayang akibat Penganiayaan di Sekolah, Ini Deretan Kasusnya

Surabaya
Wisata Romokalisari Adventure Land Surabaya Diluncurkan, Diharapkan Bisa Tingkatkan Ekonomi MBR

Wisata Romokalisari Adventure Land Surabaya Diluncurkan, Diharapkan Bisa Tingkatkan Ekonomi MBR

Surabaya
Viral, Video Puluhan Kucing Mati Diracun di Perumahan Kota Malang, Ini Penjelasan Ketua RT

Viral, Video Puluhan Kucing Mati Diracun di Perumahan Kota Malang, Ini Penjelasan Ketua RT

Surabaya
Datangi Hotman Paris di Surabaya, Ibu Asal Manado Minta Otopsi Ulang Putrinya karena Dugaan Pemerkosaan

Datangi Hotman Paris di Surabaya, Ibu Asal Manado Minta Otopsi Ulang Putrinya karena Dugaan Pemerkosaan

Surabaya
2 Perguruan Silat Tawuran di Jalan Basra Surabaya, 3 Orang Jadi Korban

2 Perguruan Silat Tawuran di Jalan Basra Surabaya, 3 Orang Jadi Korban

Surabaya
Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Menyeberang Rel di Kediri

Seorang Pria Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Menyeberang Rel di Kediri

Surabaya
Puluhan Warga Tulungagung Diduga Keracunan Setelah Makan Nasi Goreng

Puluhan Warga Tulungagung Diduga Keracunan Setelah Makan Nasi Goreng

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 25 September 2022 : Siang hingga Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 25 September 2022 : Siang hingga Malam Cerah Berawan

Surabaya
FIFA Gelar Inspeksi, Cek Kesiapan Stadion GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20 2023

FIFA Gelar Inspeksi, Cek Kesiapan Stadion GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20 2023

Surabaya
Kya-kya Surabaya Disulap Jadi Kampung Pecinan, Pedagang Dilatih Masak 'Chinese Food'

Kya-kya Surabaya Disulap Jadi Kampung Pecinan, Pedagang Dilatih Masak "Chinese Food"

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.