Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Tak Sengaja Injak Mortir Aktif di Surabaya, Ini Kata Polisi

Kompas.com - 12/05/2022, 14:45 WIB
Ghinan Salman,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

 

Selidiki asal mortir

Saat ini, kata Ade, kepolisian masih melakukan  penyelidikan untuk mencari tahu asal-usul mortir tersebut.

Di sisi lain, proses olah TKP lanjutan sekaligus pencarian mortir di sekitar area masih terus dilakukan.

"Dari hasil penelusuran di TKP awal sementara masih belum ditemukan mortir lain, dan mengingat waktu malam hari dan penelusuran kurang efektif, sehingga penelusuran di TKP untuk sementara dihentikan dan dilanjutkan Kamis siang ini," ujar dia.

Baca juga: Pelayanan Puskesmas Lambat, Wali Kota Surabaya Minta Layanan Digital Dimaksimalkan

Sebelumnya diberitakan, warga di Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mortir diduga masih aktif.

Mortir itu pertama kali ditemukan teronggok di dasar sungai Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Rabu (11/5/2022) malam oleh Rahmat Ilham (26).

Rahmat yang sedang mencari besi rongsokan tak sengaja menginjak benda itu.

Menurut dia, sejak sebulan lalu, sungai tersebut tengah dilakukan normalisasi oleh Pemkot Surabaya. Saat dilakukan normalisasi, kerap ditemukan besi-besi tua di dasar sungai.

Baca juga: Cegah Hepatisis Akut di Surabaya, Eri Cahyadi Minta Orangtua Lebih Peka pada Kondisi Anak

"Saya tidak tahu itu benda apa awalnya. Saya di sungai sedang cari besi. Nah, benda itu (mortir) terinjak kaki kanan. Karena kaki saya menginjak sesuatu, saya ambil benda itu. Ternyata mortir," kata Rahmat saat dihubungi, Kamis (12/5/2022).

Awalnya, ia mengira benda tersebut besi tua. Ia mengaku sempat kegirangan karena penampakannya mirip dengan besi.

Mortir itu memiliki panjang sekitar 20 sentimeter dengan berat enam kilogram.

Karena curiga dengan benda yang baru saja ia temukan, Rahmat melaporkannya kepada ketua RT setempat Arief dan LPMK Kelurahan Jepara Sutiaji. Kemudian, pihak RT melaporkan ke Polsek Bubutan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com