Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Mudik Lebaran, Berikut Titik Rawan Macet di Kota Malang

Kompas.com - 21/04/2022, 14:33 WIB
Nugraha Perdana,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

 

Rekayasa lalu lintas

Beberapa rekayasa lalu lintas bakal dilakukan seperti pemberlakuan contra flow atau lawan arus jika terjadi kemacetan parah.

"Seperti di Jalan Ahmad Yani ketika hujan di sisi barat itu kan banjir meluap airnya, kita lakukan contra flow yang dari arah utara ke selatan," katanya.

Selain itu, pada Kamis (21/4/2022), Satlantas Polresta Malang Kota melakukan simulasi rekayasa lalu lintas untuk persiapan arus mudik lebaran mengantisipasi lonjakan kepadatan kendaraan.

Terpantau sepanjang Jalan Ahmad Yani di simpang tiga Borobudur dan simpang tiga MCC (Malang Creative Center) untuk kendaraan yang melintas lurus semua atau tidak boleh berbelok (crossing) meskipun terdapat traffic light.

Termasuk titik-titik putar balik akan diluruskan semuanya. Dari arah utara pengendara hanya diperbolehkan putar balik melalui Flyover Arjosari. Kemudian dari arah selatan hanya diperbolehkan putar balik di dekat hotel Atria.

Selain itu, rencananya untuk Jembatan Tunggulmas, pengendara dari arah Terminal Landungsari diperbolehkan melintas ke pusat Kota Malang untuk memecah kepadatan di kawasan Dinoyo.

Namun dari arah Jalan Saxophone menuju Dau, Kabupaten Malang tidak diperbolehkan melintas di jembatan tersebut atau terlebih dahulu melewati Kota Batu.

Untuk Jembatan Soekarno Hatta, pengendara dari Jalan MT Haryono tidak boleh langsung lurus ke Jalan Mayjend Panjaitan atau berbelok kiri terlebih dahulu dan putar balik di dekat Taman Krida Budaya.

Baca juga: Hendak Menyalip Gerobak Bakso, Pengendara Motor di Malang Tewas Terlindas Truk Tronton

Sedangkan pengendara dari Jalan Soekarno Hatta ke kawasan Dinoyo tidak boleh langsung menuju Jalan MT Haryono atau harus melewati Jalan Mayjend Panjaitan.

Selain itu, untuk penerapan traffic light untuk lampu hijau akan diperlama sehingga diharapkan dapat mengurai kemacetan.

"Yang biasanya hijaunya bisa satu menit, kita lihat prioritas dibuat hijaunya lebih lama dua sampai tiga menit tergantung dari arus lalu lintasnya," kata Yoppi.

Ditanya soal jalan alternatif di Kota Malang, dia mengatakan sebenarnya rata-rata semua jalan sudah padat.

Sehingga pihaknya berupaya untuk membagi secara rata arus kendaraan yang ada supaya tidak terjadi kemacetan hanya di satu titik lokasi saja.

"Kalau di Malang Kota terus terang jalannya sudah lumayan padat, sebenarnya bukan jalan alternatif tetapi membagi rata arus lalu lintas agar tidak macet di satu titik saja, kita ratakan di seluruh wilayah Malang Kota," jelas Yoppi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ditanya soal Status Bupati Sidoarjo, Mendagri: Semua yang Tersangka Akan Dinonaktifkan

Ditanya soal Status Bupati Sidoarjo, Mendagri: Semua yang Tersangka Akan Dinonaktifkan

Surabaya
Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Surabaya
Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Surabaya
Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Surabaya
Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Surabaya
Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Surabaya
Soal Adik Via Vallen Diduga Terlibat Penggelapan Motor, Keluarga: Kami Enggak Tahu Keberadaannya

Soal Adik Via Vallen Diduga Terlibat Penggelapan Motor, Keluarga: Kami Enggak Tahu Keberadaannya

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Mobil Pribadi Masuk dan Terjebak di Sabana Bromo, TNBTS: Sudah Dapat Teguran Keras

Mobil Pribadi Masuk dan Terjebak di Sabana Bromo, TNBTS: Sudah Dapat Teguran Keras

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Surabaya
Surabaya Dijaga Ketat karena Dikunjungi oleh Sejumlah Kepala Daerah di Indonesia Hari Ini

Surabaya Dijaga Ketat karena Dikunjungi oleh Sejumlah Kepala Daerah di Indonesia Hari Ini

Surabaya
Remaja di Banyuwangi Hanyut ke Sungai Usai Jatuh Saat Naik Motor

Remaja di Banyuwangi Hanyut ke Sungai Usai Jatuh Saat Naik Motor

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Surabaya
Mari Donasi untuk Kakek Jumadi dan Rehan, Ayah dan Anak di Lumajang Tinggal di Pondok Bekas Tempat Memasak Air Nira

Mari Donasi untuk Kakek Jumadi dan Rehan, Ayah dan Anak di Lumajang Tinggal di Pondok Bekas Tempat Memasak Air Nira

Surabaya
Empat Kendaraan di Banyuwangi Alami Kecelakaan Beruntun

Empat Kendaraan di Banyuwangi Alami Kecelakaan Beruntun

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com