Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bawaslu Selidiki Video 10 Kades di Sidoarjo Deklarasi Mendukung Paslon 2

Kompas.com - 12/02/2024, 21:22 WIB
Andhi Dwi Setiawan,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Sejumlah kepala desa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga melakukan deklarasi mendukung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan video yang diunggah akun TikTok @mashudinsugianto, tampak ada 12 orang dengan tangan memegang pundak memberikan pernyataan dukungan secara bersamaan.

"Kami kepala desa se-Kecamatan Buduran nderek (ikut) kiai, nderek bupati, 02 sekali putaran," kata sejumlah orang dalam video yang diunggah, Sabtu (10/2/2024) lalu.

Baca juga: Kades di Bojonegoro Ajak Warganya Pilih Caleg Tertentu di Masa Tenang

Selain itu, pemilik akun juga menuliskan dalam video tersebut, bahwa baru kali ini terjadi deklarasi dukungan kepada salah satu pasangan calon (paslo) menjelang Pemilihan Presiden 2024 (Pilpres).

"Baru Pilpres 2024 ada deklarasi dukungan para Kades SE kecamatan di Sidoarjo thd (terhadap) salah satu Paslon," tulis akun @mashudinsugianto.

Merespons kejadian itu, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sidoarjo Agung Nugraha mengaku juga mengetahui video deklarasi kepala desa di Buduran itu.

Akan tetapi, Agung masih belum bisa memastikan jenis pelanggaran dalam video itu. Sebab, Bawaslu harus mengumpulkan sejumlah barang bukti penguat lainnya.

"Kami belum berani berspekulasi terkait dugaan pelanggaran kayak apa. Karena memang keterangan dan bahan belum kita kumpulkan secara sempurna," kata Agung ketika ditemui di kantornya, Senin (12/2/2024).

Akan tetapi, kata Agung, jika merujuk Undang-undang Desa, Agung memastikan bahwa para kades tersebut melanggar netralitas pemilu. Sebab, mereka secara terang-terangan mendukung salah satu paslon.

"Kalau di ranah pelanggaran hukum lainnya itu sudah bulat melanggar netralitas, karena UU Desa memang melarang kepala desa mengatakan hal seperti itu (dukungan), apalagi di politik praktis," ujarnya.

Baca juga: Akhirnya Suyatno Bebas dari Tuduhan Pecurian Ayam Milik Sang Kepala Desa di Bojonegoro

Akan tetapi, Agung masih tetap harus mengumbulkan bukti lain terkait beredarnya video deklarasi itu. Hal tersebut bertujuan untuk membawa kasus itu ke pelanggaran pemilu.

"Ketika ini kita tarik ke pelanggaran pemilunya, kita memang masih mengumpulkan bahan keterangan. Sehingga apakah ini nanti bisa kita gelar ke pelanggaran pemilunya," tutup Agung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tabrak 5 Motor, Ambulans Berlogo Partai Tetap Kabur meski Dilempari Batu Warga

Tabrak 5 Motor, Ambulans Berlogo Partai Tetap Kabur meski Dilempari Batu Warga

Surabaya
Polisi Buru Pengemudi Ambulans yang Tabrak 5 Sepeda Motor di Surabaya

Polisi Buru Pengemudi Ambulans yang Tabrak 5 Sepeda Motor di Surabaya

Surabaya
Truk Angkut Rokok Senilai Rp 1 Miliar Dirampok di Madiun, Pelaku Mengaku Aparat

Truk Angkut Rokok Senilai Rp 1 Miliar Dirampok di Madiun, Pelaku Mengaku Aparat

Surabaya
Protes Suaranya Nol di TPS Sendiri, Caleg PKB di Sampang: Suara Saya Dibegal

Protes Suaranya Nol di TPS Sendiri, Caleg PKB di Sampang: Suara Saya Dibegal

Surabaya
Suami Istri di Ngawi Tertimpa Reruntuhan Rumah yang Roboh akibat Longsor

Suami Istri di Ngawi Tertimpa Reruntuhan Rumah yang Roboh akibat Longsor

Surabaya
Truk Rombongan Pelaku Seni Bantengan Masuk Jurang di Pasuruan, 2 Tewas

Truk Rombongan Pelaku Seni Bantengan Masuk Jurang di Pasuruan, 2 Tewas

Surabaya
6 Orang Pesta Narkoba di Bangkalan, Sabu Dibeli secara Patungan

6 Orang Pesta Narkoba di Bangkalan, Sabu Dibeli secara Patungan

Surabaya
Kerap Mual, Ternyata Ada Kista Seberat 7,1 Kg di Perut Warga Banyuwangi

Kerap Mual, Ternyata Ada Kista Seberat 7,1 Kg di Perut Warga Banyuwangi

Surabaya
Website Media Daring di Kota Malang Diretas Jadi Situs Judi Online

Website Media Daring di Kota Malang Diretas Jadi Situs Judi Online

Surabaya
Pengakuan Pemilik Motor yang Ditabrak Ambulans Berlogo Partai di Surabaya: Tak Bawa Jenazah Kok Kencang

Pengakuan Pemilik Motor yang Ditabrak Ambulans Berlogo Partai di Surabaya: Tak Bawa Jenazah Kok Kencang

Surabaya
Air Mata Ibunda Saat Wakili Wisuda Putranya yang Meninggal di UB Malang

Air Mata Ibunda Saat Wakili Wisuda Putranya yang Meninggal di UB Malang

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 26 Februari 2024: Pagi dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 26 Februari 2024: Pagi dan Sore Hujan Ringan

Surabaya
KPU Jember Temukan Dugaan Penggelembungan Suara Caleg DPR RI

KPU Jember Temukan Dugaan Penggelembungan Suara Caleg DPR RI

Surabaya
Hebohkan Warga, Sampah Menggunung di Terminal Purabaya Disemprot dan Dipindahkan

Hebohkan Warga, Sampah Menggunung di Terminal Purabaya Disemprot dan Dipindahkan

Surabaya
Ambulans Diduga Berlogo Partai Demokrat Tabrak 5 Motor di Surabaya

Ambulans Diduga Berlogo Partai Demokrat Tabrak 5 Motor di Surabaya

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com