Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak Berusia 15 Tahun di Banyuwangi Diperkosa Pacar Ibunya hingga Hamil

Kompas.com - 21/09/2022, 20:51 WIB

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Seorang anak perempuan berusia 15 tahun di Banyuwangi, Jawa Timur, diperkosa oleh calon ayah atau pacar ibunya hingga hamil 7,5 bulan.

Pelaku adalah BS (53), warga Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Kejadian pemerkosaan itu terungkap setelah korban yang masih duduk di bangku SMA hamil. Sikap periang korban mulai berubah, gadis itu kerap murung dan menyendiri di dalam kamar.

Ibu korban, NS (49), berusaha mencari tahu penyebab anak kandungnya itu berubah menjadi pendiam. Awalnya, dia tidak tahu kalau sang anak hamil.

Baca juga: Kabur Usai Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemuda Banyuwangi Ditangkap di Bali

Korban lalu mengaku bahwa telah diperkosa berkali-kali oleh BS, pacar ibunya.

Mengetahui anaknya hamil oleh BS, NS naik pitam. Dia bergegas melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Sektor (Polsek) setempat.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gambiran, AKP Setiyo Widodo, mengatakan, mereka telah tinggal satu rumah di sebuah kontrakan di Kecamatan Gambiran.

Baca juga: Kantor Bupati dan DPRD Banyuwangi Rusak Usai Demo Kenaikan Harga BBM, 4 Mahasiswa Diperiksa

"Perbuatan itu dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB di rumah kontrakan tempat mereka tinggal," kata Setiyo, Rabu (21/9/2022).

Setiyo menjelaskan, selama melancarkan aksinya itu, pelaku kerap mengancam korban.

"Diancam oleh pelaku. Kalau lapor akan dipukul," ujarnya.

Karena ancaman itu, korban tidak berani melapor kepada siapa pun, termasuk kepada ibunya sendiri.

"Setelah meminta keterangan beberapa saksi dan memeriksa korban ke RSUD Genteng, kami langsung memburu pelaku," ujarnya.

Pelaku ditangkap pada Selasa (20/9/2022) di sebuah rumah kontrakan di Dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

Dihadapan penyidik, pelaku mengakui telah memerkosa korban sebanyak 11 kali hingga hamil.

Atas kasus itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa BH warna putih dan celana dalam warna garis-garis hitam dan ungu.

Selain itu, polisi juga mengamankan kaus lengan pendek warna pink celana kolor pendek warna biru garis merah.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman pidana penjara lebih dari 5 tahun," tutup Kapolsek Gambiran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 8 Februari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 8 Februari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Petir

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 8 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 8 Februari 2023: Pagi Cerah Berawan dan Sore Hujan Petir

Surabaya
Terungkapnya Kasus Bayi Baru Lahir Dibakar Ibu di Madiun, Pelaku Ditangkap usai Kabur ke Hutan

Terungkapnya Kasus Bayi Baru Lahir Dibakar Ibu di Madiun, Pelaku Ditangkap usai Kabur ke Hutan

Surabaya
Resepsi 1 Abad NU, Harapan Romy hingga Kedatangan AHY dan Prabowo

Resepsi 1 Abad NU, Harapan Romy hingga Kedatangan AHY dan Prabowo

Surabaya
Usai Bakar Bayi yang Baru Dilahirkan, Ibu Tiga Anak di Madiun Lari ke Hutan

Usai Bakar Bayi yang Baru Dilahirkan, Ibu Tiga Anak di Madiun Lari ke Hutan

Surabaya
510 Mahasiswa Universitas Brawijaya Diduga Keracunan Makanan Saat KKM

510 Mahasiswa Universitas Brawijaya Diduga Keracunan Makanan Saat KKM

Surabaya
Hadiri Resepsi 1 Abad NU, Seorang Kader IPNU Jombang Meninggal Usai Jadi Imam Shalat

Hadiri Resepsi 1 Abad NU, Seorang Kader IPNU Jombang Meninggal Usai Jadi Imam Shalat

Surabaya
Pemkot Berencana Hadirkan Kendaraan Wisata untuk Keliling Kota Batu

Pemkot Berencana Hadirkan Kendaraan Wisata untuk Keliling Kota Batu

Surabaya
KPU Putuskan Jumlah Dapil di Banyuwangi Bertambah Jadi 8

KPU Putuskan Jumlah Dapil di Banyuwangi Bertambah Jadi 8

Surabaya
Peringatan 1 Abad NU, Makam KH Hasyim Asy’ari Dipadati Puluhan Ribu Peziarah

Peringatan 1 Abad NU, Makam KH Hasyim Asy’ari Dipadati Puluhan Ribu Peziarah

Surabaya
Mengapa Sidoarjo Dijuluki Kota Delta?

Mengapa Sidoarjo Dijuluki Kota Delta?

Surabaya
Baru 5 Bulan Kuliah, Mahasiswa Politeknik di Surabaya Tewas Diduga Dianiaya Senior

Baru 5 Bulan Kuliah, Mahasiswa Politeknik di Surabaya Tewas Diduga Dianiaya Senior

Surabaya
Bantuan Stimulan untuk Korban Gempa Malang Kembali Cair, Siap Didistribusikan

Bantuan Stimulan untuk Korban Gempa Malang Kembali Cair, Siap Didistribusikan

Surabaya
119 Anak di Kabupaten Madiun Menikah Dini, 47 di Antaranya Hamil Duluan

119 Anak di Kabupaten Madiun Menikah Dini, 47 di Antaranya Hamil Duluan

Surabaya
10 Oleh-oleh Khas Sidoarjo, Ada Petis Udang dan Bandeng Asap

10 Oleh-oleh Khas Sidoarjo, Ada Petis Udang dan Bandeng Asap

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.