Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Trenggalek, Kabupaten Berjuluk “Kota Gaplek” yang Asal-usulnya dari Legenda Menak Sopal

Kompas.com - 22/02/2022, 13:30 WIB
William Ciputra

Editor

Di sisi lain, Mbok Randa menunggu kepulangan gajah putihnya. Namun sudah hampir satu bulan gajah putih itu tidak kembali.

Mbok Randa lantas pergi ke Padepokan Sinawang. Saat bertemu, Menak Sopal meminta maaf dan menyampaikan kondisi sebenarnya.

Namun Mbok Randa tidak percaya dan marah besar kepada Menak Sopal. Sedangkan Menak Sopal memilih untuk melarikan diri.

Mbok Randa lantas menemui Ki Ageng Sinawang. Rupanya, Mbok Randa mendapatkan penjelasan yang sama dari Ki Ageng.

Setelah mengetahui gajahnya disembelih untuk keperluan masyarakat, Mbok Randa pun ikhlas dan tidak marah lagi.

Kemudian, Ki Ageng Sinawang berkata bahwa jika nanti Padepokan Sinawang ramai, agar diberi nama Teranging Galih, yang kemudian menjadi Trenggalek.

Sejarah Kabupaten Trenggalek

Daerah Trenggalek diyakini sudah dihuni manusia sejak masa prasejarah.

Bukti anggapan itu dapat dilihat dari beberapa artefak yang ditemukan, seperti Menhir, Mortar, batu Saji, Palinggih Batu, dan sebagainya.

Anggapan tersebut berdasarkan pada lokasi Trenggalek yang dekat dengan daerah Wajak, Tulunggangung yang sudah dihuni sejak 8.000 tahun yang lalu.

Para ahli memberi nama manusia purba yang hidup di daerah Wajak ini dengan nama Homo Wajakensis.

Adapun hari jadi Kabupaten Trenggalek ditetapkan pada tanggal 31 Agustus 1194 Masehi, berdasarkan Prasasti Kamulan yang ditemukan di daerah ini.

Sedangkan pemerintahan Kabupaten Trenggalek modern mulai berdiri sejak Perjanjian Gianti tahun 1755 yang membuat Mataram Islam menjadi dua, yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

Sejak itu, daerah Kabupaten Trenggalek masuk dalam wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada tahun 1830 atau setelah Perang Diponegoro, Trenggalek memperoleh bentuknya yang nyata sebagai wilayah administrasi pemerintahan di bawah Hindia Belanda.

Kota Gaplek

Julukan Kabupaten Trenggalek adalah Kota Gaplek, yaitu makanan khas daerah tersebut.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gempa Garut M 6.5, Guncangan Terasa Kuat di Trenggalek

Gempa Garut M 6.5, Guncangan Terasa Kuat di Trenggalek

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Sabtu 27 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Upaya Gadis asal Gresik Perjuangkan Indonesia dan ASEAN Bebas Sampah Plastik

Upaya Gadis asal Gresik Perjuangkan Indonesia dan ASEAN Bebas Sampah Plastik

Surabaya
Pengakuan Adik Via Vallen soal Penggelapan Sepeda Motor

Pengakuan Adik Via Vallen soal Penggelapan Sepeda Motor

Surabaya
Remaja di Tuban Gemar Lecehkan Payudara di Jalanan untuk Fantasi Seks

Remaja di Tuban Gemar Lecehkan Payudara di Jalanan untuk Fantasi Seks

Surabaya
Perempuan di Surabaya Tertabrak Kereta Usai Kunjungi Tetangga

Perempuan di Surabaya Tertabrak Kereta Usai Kunjungi Tetangga

Surabaya
Teten Masduki Dorong PLUT di Seluruh Indonesia Lebih Produktif

Teten Masduki Dorong PLUT di Seluruh Indonesia Lebih Produktif

Surabaya
Sepeda Motor Korban Tawuran hingga Tewas di Surabaya Hilang

Sepeda Motor Korban Tawuran hingga Tewas di Surabaya Hilang

Surabaya
Kecelakaan Lalu Lintas, Pengendara Motor di Bojonegoro Tewas Tertimpa Truk Boks

Kecelakaan Lalu Lintas, Pengendara Motor di Bojonegoro Tewas Tertimpa Truk Boks

Surabaya
Pengusaha Warung Madura Protes Imbauan Kemenkop-UKM soal Jam Operasional: Jangan Matikan Usaha Kami

Pengusaha Warung Madura Protes Imbauan Kemenkop-UKM soal Jam Operasional: Jangan Matikan Usaha Kami

Surabaya
Aksi Pengeroyokan Terjadi di Kota Malang, Motifnya Tak Jelas

Aksi Pengeroyokan Terjadi di Kota Malang, Motifnya Tak Jelas

Surabaya
Nenek di Bojonegoro Ditemukan Meninggal, Anjing Peliharaannya Setia Menjaga

Nenek di Bojonegoro Ditemukan Meninggal, Anjing Peliharaannya Setia Menjaga

Surabaya
Polemik Imbauan Jam Operasional Warung Madura, Sosiolog Universitas Trunojoyo: Tidak Adil

Polemik Imbauan Jam Operasional Warung Madura, Sosiolog Universitas Trunojoyo: Tidak Adil

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com