Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kakak Adik Buat Sabu di Rumah Kontrakan Pasuruan, Pelaku Berdalih Bisnis Kosmetik

Kompas.com - 23/04/2024, 14:01 WIB
Reza Kurnia Darmawan

Editor

KOMPAS.com - Polisi menangkap tiga orang yang membuat sabu-sabu di sebuah rumah kontrakan di Desa Ketan Ireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Tiga orang yang diringkus tersebut ialah Nanang Kosim (40) dan Innayatul Wafi (29), keduanya merupakan kakak-adik; serta M Suherman (37), teman Nanang.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatreskoba) Kepolisian Resor (Polres) Malang AKP Aditya Permana mengatakan, ketiga orang itu memiliki peran masing-masing.

Wafi bertindak sebagai pengelola keuangan dan peracik bahan pembuatan narkotika hingga setengah jadi. Nanang bertugas mengolah hasil racikan, sedangkan Suherman berperan menjadi pencicip atau tester narkotika.

Baca juga: Kesaksian Pemilik Rumah di Pasuruan yang Dijadikan Tempat Produksi Narkotika: Bilangnya Usaha Kosmetik

Ketiga pelaku sudah lima kali membuat narkoba. Produksi dimulai pada Desember 2023. Pada bulan itu, mereka membuat dua kali.

Lalu, pada Januari 2024, mereka satu kali berproduksi. Kemudian, Februari 2024, mereka "memasak" sebanyak dua kali.

Empat dari lima produksi itu gagal. Satu barang yang tak gagal diracik, diedarkan oleh Mohammad Zainal Luthfi.

"Ia tertangkap saat operasi Pekat Semeru pada Maret 2024 lalu," ujarnya, Senin (22/4/2024).

Dari penangkapan Zainal-lah, tiga orang tersebut berhasil diungkap.

Baca juga: Polres Malang Ungkap Fakta Baru Kasus Pembuatan Sabu Skala Rumahan di Pasuruan

Mengaku bisnis kosmetik


Untuk menjalankan bisnisnya, pelaku menyewa sebuah rumah milik warga bernama Mohammad Khomzi.

Di hari penggerebekan, Khomzi kaget saat polisi menggeledah rumah tersebut.

Ia tak menyangka rumahnya menjadi tempat pembuatan narkoba. Padahal, saat ditanyai Khomzi, pelaku mengaku berbisnis kosmetik.

"Kalau bilangnya ke saya, mereka usaha memproduksi kosmetik kecantikan," ucapnya, Selasa (23/4/2024).

Penyewa rumah tersebut adalah Innayatul Wafi.

"Kepada saya, perempuan itu bilang menyewa rumah itu untuk tempat tinggal rumah tangga. Namun, ia bilang suaminya masih berada di luar kota," ungkapnya.

Baca juga: Istri Napi Jalankan Bisnis Pembuatan Sabu Skala Rumahan, Dikendalikan Suami dari Lapas

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya

2 Mahasiswa Pelaku Penembakan di Tol Surabaya Dikeluarkan dari Kampus

2 Mahasiswa Pelaku Penembakan di Tol Surabaya Dikeluarkan dari Kampus

Surabaya
Dugaan Korupsi Mobil Siaga, Sejumlah Kades di Bojonegoro Diperiksa

Dugaan Korupsi Mobil Siaga, Sejumlah Kades di Bojonegoro Diperiksa

Surabaya
Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena 'Blindspot'

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena "Blindspot"

Surabaya
Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com