Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istri Napi Jalankan Bisnis Pembuatan Sabu Skala Rumahan, Dikendalikan Suami dari Lapas

Kompas.com - 23/04/2024, 07:25 WIB
Pythag Kurniati

Editor

PASURUAN, KOMPAS.com - Innayatul Wafi, istri seorang narapidana, bersama dua pria, yaitu Nanang Kosim (40) dan M Suherman (27), menjalankan bisnis narkotika skala rumahan di Pasuruan, Jawa Timur.

Mereka menyewa sebuah rumah di Desa Ketan Ireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Baca juga: Polres Malang Ungkap Fakta Baru Kasus Pembuatan Sabu Skala Rumahan di Pasuruan

Kasar Reskoba Polres Malang AKP Aditya Permana mengungkap, bisnis tersebut dikendalikan oleh narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang merupakan suami Innayatul Wafi.

"Otak dari kasus ini adalah seseorang berinisial BB. Dia adalah narapidana yang saat ini masih mendekam di lembaga pemasyarakatan. Ia adalah suami dari Innayatul Wafi," kata dia saat melakukan olah TKP di Pasuruan, Senin (22/4/2024).

Polisi juga tengah memburu satu orang yakni GWN yang mengetahui bahan-bahan pembuatan narkotika.

Baca juga: Suami Istri Jual Sabu-sabu di Riau

5 kali produksi

Sejak Desember 2023, ketiga pelaku sudah lima kali memproduksi narkotika.

Ketiganya memiliki peran masing-masing. Innayatul berperan sebagai pengelola keuangan dan peracik bahan pembuatan narkoba sampai setengah jadi.

Nanang Kosim berperan mengolah hasil racikan dan M. Suherman menjadi tester narkoba.

"Dari hasil produksinya, Nanang Kosim dan M. Suherman mendapat upah Rp 2 juta sedangkan Innayatul Wafi mendapat keuntungan Rp 10 juta," ujar dia.

Baca juga: Ambulans Pelat Merah di Aceh Disalahgunakan untuk Angkut Sabu-sabu, Kadinkes Pecat 1 Pegawai

Pengembangan kasus

Adapun kasus pembuatan narkotika skala rumahan itu adalah pengembangan dari kasus peredaran narkotika di Kabupaten Malang.

Saat itu seorang pria bernama Mohammad Zainal Lutfi ditangkap di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

"Terakhir, mereka (komplotan) mencoba mengedarkan hasil produksinya melalui Mohammad Zainal Lutfi. Ia tertangkap saat operasi Pekat Semeru pada Maret 2024," kata Aditya.

Sedangkan dalam pengungkapan kasus produksi narkoba rumahan, para tersangka dijerat Pasal 113 ayat 1 dan atau Pasal 129 huruf a dan b atau Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar," kata dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Imron Hakiki), Antara


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Eks Lokalisasi Jadi Tempat Wisata Karaoke di Situbondo Sempat Ricuh

Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Eks Lokalisasi Jadi Tempat Wisata Karaoke di Situbondo Sempat Ricuh

Surabaya
78 Pengawas Pemilu di Situbondo Diduga Keracunan Nasi Kotak

78 Pengawas Pemilu di Situbondo Diduga Keracunan Nasi Kotak

Surabaya
Pemuda di Kediri Curi Ponsel Mantan Pacar karena Penasaran dengan Penggantinya

Pemuda di Kediri Curi Ponsel Mantan Pacar karena Penasaran dengan Penggantinya

Surabaya
Pj Bupati Lumajang Kecewa Sejumlah Kades Bubar Sebelum Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan Usai

Pj Bupati Lumajang Kecewa Sejumlah Kades Bubar Sebelum Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan Usai

Surabaya
Ada Proyek Terowongan, Jalan Joyoboyo Surabaya Ditutup hingga Oktober 2024

Ada Proyek Terowongan, Jalan Joyoboyo Surabaya Ditutup hingga Oktober 2024

Surabaya
Partai Gerindra Tugaskan Wakil Wali Kota Maju dalam Pilkada Kabupaten Blitar

Partai Gerindra Tugaskan Wakil Wali Kota Maju dalam Pilkada Kabupaten Blitar

Surabaya
Nasib Miris Keluarga Direktur Pertama RS Saiful Anwar Malang, Utang Tak Dibayar dan Ditertibkan dari Rumah Dinas

Nasib Miris Keluarga Direktur Pertama RS Saiful Anwar Malang, Utang Tak Dibayar dan Ditertibkan dari Rumah Dinas

Surabaya
Nenek Khodariyah Trauma Usai Nyaris Dibunuh Pacar Cucunya karena Masalah Restu

Nenek Khodariyah Trauma Usai Nyaris Dibunuh Pacar Cucunya karena Masalah Restu

Surabaya
Istri Digoda dan Ditawar, Pria di Probolinggo Bacok Kakek hingga Tewas

Istri Digoda dan Ditawar, Pria di Probolinggo Bacok Kakek hingga Tewas

Surabaya
Pesan Kapolda Jatim Saat Peletakan Batu Pertama di Polres Sumenep

Pesan Kapolda Jatim Saat Peletakan Batu Pertama di Polres Sumenep

Surabaya
Cerita Pria Asal Ponorogo Gadaikan Sawah demi Jadi TKI, Ternyata Tertipu Rp 129 Juta

Cerita Pria Asal Ponorogo Gadaikan Sawah demi Jadi TKI, Ternyata Tertipu Rp 129 Juta

Surabaya
Polisi Tembak Kaki Dua Pencuri 12 Mobil Pikap Antarkota di Jatim

Polisi Tembak Kaki Dua Pencuri 12 Mobil Pikap Antarkota di Jatim

Surabaya
Buaya Muara Muncul di Sungai Santer Jember, Warga Resah dan Takut

Buaya Muara Muncul di Sungai Santer Jember, Warga Resah dan Takut

Surabaya
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka

Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka

Surabaya
Jemaah Haji Asal Sampang Meninggal Dunia di Mekkah karena Sakit

Jemaah Haji Asal Sampang Meninggal Dunia di Mekkah karena Sakit

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com