Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Remaja Ditangkap usai Culik dan Aniaya Pemuda di Surabaya

Kompas.com - 03/05/2024, 18:41 WIB
Andhi Dwi Setiawan,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak sembilan remaja ditangkap usai menculik dan menganiaya seorang pemuda di Surabaya, Sabtu (27/4/2024) lalu. Para tersangka melakukan itu karena balas dendam.

Kapolsek Genteng Kompol Bayu Halim Nugroho mengatakan, peristiwa itu bermula ketika seorang pemuda, YMDR (19), warga jalan Ngemplak, dilaporkan tidak pulang ke rumah dalam satu hari.

"Pihak keluarga mendapati kabar bahwa korban telah diculik dan dianiaya di Jalan Kamboja," kata Bayu ketika dikonfirmasi melalui pesan, Jumat (3/5/2024).

Baca juga: Remaja Korban Pemerkosaan di Banyuwangi Diminta Menikahi Pelaku, Pemkab: Tak Boleh Terjadi

Kemudian, salah satu kerabat korban menemukan pemuda tersebut di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP), yang letaknya berada di Jalan Kusuma Bangsa, 02.30 WIB.

"Pelapor menemukan korban mengalami luka bacok di paha kiri dan memar di kepala, dan membawa adiknya ke RS Adi Husada Kapasari," jelasnya.

Akhirnya, keluarga korban mendatangi Polsek Genteng untuk melaporkan peristiwa yang dialami remaja tersebut. Kemudian, sejumlah aparat kepolisian melakukan proses penyelidikan.

"Berbekal rekaman CCTV dan keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, Unit Reskrim Polsek Genteng mengidentifikasi para pelaku dan melakukan penangkapan di tempat berbeda," ujarnya.

Para pelaku yang berhasil ditangkap tersebut, yakni JPH (22), AW (19), YRG (18), YAA (21), MAR (17). Mereka tercatat sebagai warga Jalan Tambak Dukuh, Kapasari, Genteng, Surabaya.

Kemudian, tersangka yang ditangkap lainnya adalah RAP (19), VIPN (18), SGM (17), dan MDIA (17). Keempat pemuda tersebut merupakan warga, Jalan Ngaglik Kuburan, Kapasari, Genteng.

Selain itu, kata Bayu, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam, yakni dua celurit panjang dan satu pedang. Semuanya langsung dibawa ke Polsek Genteng.

Baca juga: Curhat Lewat Buku Harian, Remaja di Jember Diperkosa Pamannya Sebanyak 10 Kali

"(Motif) awalnya perselisihan antar dua orang saja, dan teman-temanya saling enggak terima jadinya melebar. Akhirnya (aksi) pembalasan terhadap rekanya (tersangka)," ucapnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan dan UUD Darurat No 12 Tahun 1952 tentang senjata tajam, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Santri Diduga Dilecehkan, Warga Pasang Spanduk Protes di Ponpes Sidoarjo

Santri Diduga Dilecehkan, Warga Pasang Spanduk Protes di Ponpes Sidoarjo

Surabaya
Video Viral, Tenda Lepas Pisah SDN di Jember Roboh Tersapu Angin

Video Viral, Tenda Lepas Pisah SDN di Jember Roboh Tersapu Angin

Surabaya
Kejati Jatim Menyidik Dugaan Korupsi pada Proyek Kereta Api PT INKA di Kongo

Kejati Jatim Menyidik Dugaan Korupsi pada Proyek Kereta Api PT INKA di Kongo

Surabaya
Kisah Mbah Nyoto, 7 Tahun Tinggal di Lubang Tanah Dekat Kuburan Madiun

Kisah Mbah Nyoto, 7 Tahun Tinggal di Lubang Tanah Dekat Kuburan Madiun

Surabaya
Kerangka Manusia yang Terbakar di Bangkalan Diduga Perempuan 20 Tahun

Kerangka Manusia yang Terbakar di Bangkalan Diduga Perempuan 20 Tahun

Surabaya
Ban Pecah, Terios Terguling di Tol Solo-Ngawi dan 1 Orang Tewas

Ban Pecah, Terios Terguling di Tol Solo-Ngawi dan 1 Orang Tewas

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Surabaya
Kisah Penjaga Seni Tari Topeng Kaliwungu Lumajang, Minim Kesempatan Tampil

Kisah Penjaga Seni Tari Topeng Kaliwungu Lumajang, Minim Kesempatan Tampil

Surabaya
Pelesetkan Logo NU Jadi 'Ulama Nambang', Pemilik Akun X Dilaporkan ke Polrestabes Surabaya

Pelesetkan Logo NU Jadi "Ulama Nambang", Pemilik Akun X Dilaporkan ke Polrestabes Surabaya

Surabaya
Wanita Asal Malang Bawa Kabur Polisi Usai Tabrak Pengendara RX King

Wanita Asal Malang Bawa Kabur Polisi Usai Tabrak Pengendara RX King

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Surabaya
Paman Curi Perhiasan Keponakan, Celengan Ayam Perkuat Bukti

Paman Curi Perhiasan Keponakan, Celengan Ayam Perkuat Bukti

Surabaya
Mendag Zulhas Sebut Perdagangan Ekspor Surplus, Langkah Menuju Indonesia Emas

Mendag Zulhas Sebut Perdagangan Ekspor Surplus, Langkah Menuju Indonesia Emas

Surabaya
Berenang di Bengawan Madiun, Bocah 9 Tahun di Ngawi Tewas Tenggelam

Berenang di Bengawan Madiun, Bocah 9 Tahun di Ngawi Tewas Tenggelam

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com