Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Pak Bredt, Pria Berpeci Merah yang Viral Saat Erupsi Semeru, Tertawa meski Wajah Tertutup Abu

Kompas.com - 30/12/2022, 10:45 WIB
Miftahul Huda,
Andi Hartik

Tim Redaksi

 

LUMAJANG, KOMPAS.com - Sosok Pak Bredt tiba-tiba terkenal saat Gunung Semeru erupsi pada 4 Desember 2022. Dia adalah pria berpeci merah yang ketawa saat dibonceng sepeda motor menjauh dari terjangan Awan Panas Guguran (APG) meski wajahnya sudah tertutupi abu vulkanik Semeru.

Sambil melihat situasi APG di belakang dirinya yang terus mengejar, pria paruh baya itu berteriak "engak ketang engkok, engak ketang engkok kanak" dalam bahasa Madura yang artinya "ini lo aku sudah seperti kera, seperti kera" dan diikuti dengan suara katawa dirinya.

Padahal, saat itu situasi warga yang lain sangat panik. Mereka tunggang langgang menyelamatkan diri sambil mengingat memori ngerinya amukan material erupsi Semeru pada 4 Desember 2021, tepat setahun yang lalu.

Baca juga: Masa Transisi Tanggap Bencana Erupsi Semeru Ditetapkan Selama 3 Bulan

Namun, bagi pria bernama asli Imam ini, hal itu merupakan caranya untuk menghilangkan panik. Selain itu, ia yang saat itu sedang dalam perjalan untuk mengevakuasi seseorang di Dusun Gumukmas bersama relawan berusaha menampakkan wajah bahwa kondisi aman sehingga yang bersangkutan mau diajak mengungsi.

"Siapa sih yang tidak takut dengan keadaan seperti itu, tapi kan ini cara saya menghilangkan panik juga supaya orang lain yang melihat saya itu ikut tenang. Tidak mungkin kita mau menolong orang sedangkan kita sendiri kelihatan takut," kata Imam saat diwawancara pada Kamis (22/12/2022).

Baca juga: Banjir Lahar Semeru Menerjang, Warga Nekat Sebrangi Derasnya Arus

Pria paruh baya itu setiap harinya bekerja sebagai penjaga alat berat milik salah satu perusahaan di lokasi tambang pasir di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Sudah 6 tahun 6 bulan, Imam yang merupakan warga asli Surabaya ini mempertaruhkan hidupnya dengan bekerja sebagai penjaga alat berat di aliran lahar Semeru. 1 tahun 6 bulan pertama, ia ditempatkan di Desa Jugosari, dan 5 tahun sisanya di Desa Supiturang.

Semakin tua usia tidak membuat mental Imam menciut. Lokasi kerjanya lima tahun terakhir ini lebih dekat dengan puncak Gunung Semeru dengan jarak kurang dari 10 kilometer.

"Saya asli Surabaya, kerja di Lumajang sudah hampir tujuh tahun, 24 jam saya di laharan karena saya bekerja sebagai penjaga ekskavator," terang Imam.

Halaman:


Terkini Lainnya

Pengakuan Pria 10 Tahun Teror Teman SMP di Surabaya, Menyesal dan Minta Maaf

Pengakuan Pria 10 Tahun Teror Teman SMP di Surabaya, Menyesal dan Minta Maaf

Surabaya
Polisi Tandai Jalur Rawan Kecelakaan Menuju Kawasan Wisata di Sumenep Jelang Libur Panjang

Polisi Tandai Jalur Rawan Kecelakaan Menuju Kawasan Wisata di Sumenep Jelang Libur Panjang

Surabaya
Tahun Ini, Pembangunan Jalur Lingkar Selatan Banyuwangi-Jember Dilanjutkan

Tahun Ini, Pembangunan Jalur Lingkar Selatan Banyuwangi-Jember Dilanjutkan

Surabaya
Jemaah Jember Hilang di Surabaya, Panitia Haji Investigasi Penyebab Bisa Keluar Asrama

Jemaah Jember Hilang di Surabaya, Panitia Haji Investigasi Penyebab Bisa Keluar Asrama

Surabaya
Kepala SMP PGRI 1 Wonosari: Saat Kecelakaan Kami Semua Sedang Tidur...

Kepala SMP PGRI 1 Wonosari: Saat Kecelakaan Kami Semua Sedang Tidur...

Surabaya
Kasus DBD di Lumajang Naik Jadi 440 Orang

Kasus DBD di Lumajang Naik Jadi 440 Orang

Surabaya
Penjelasan Kepala Sekolah soal Kecelakaan Bus Rombongan SMP PGRI 1 Wonosari di Tol Jombang-Mojokerto

Penjelasan Kepala Sekolah soal Kecelakaan Bus Rombongan SMP PGRI 1 Wonosari di Tol Jombang-Mojokerto

Surabaya
Unair dan Unesa Pastikan Tak Ada Kenaikan UKT Tahun Ini

Unair dan Unesa Pastikan Tak Ada Kenaikan UKT Tahun Ini

Surabaya
Tolak RUU Penyiaran, Puluhan Jurnalis Nganjuk Gelar Aksi Damai dan Tabur Bunga

Tolak RUU Penyiaran, Puluhan Jurnalis Nganjuk Gelar Aksi Damai dan Tabur Bunga

Surabaya
Tanah 6.099 Meter Persegi Aset Pemkab Lumajang Jadi Bahan Sengketa di Pengadilan

Tanah 6.099 Meter Persegi Aset Pemkab Lumajang Jadi Bahan Sengketa di Pengadilan

Surabaya
Sejumlah Destinasi Wisata di Sumenep Mulai Pakai E-tiket

Sejumlah Destinasi Wisata di Sumenep Mulai Pakai E-tiket

Surabaya
Warga Jember yang Demensia dan Hilang di Surabaya Tetap Pergi Haji

Warga Jember yang Demensia dan Hilang di Surabaya Tetap Pergi Haji

Surabaya
Seorang Sopir Truk Mengaku Ditembak di Tol Surabaya-Sidoarjo

Seorang Sopir Truk Mengaku Ditembak di Tol Surabaya-Sidoarjo

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 22 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 22 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Rabu 22 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Rabu 22 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com