Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manajer Arema FC Angkat Bicara Soal Tragedi Kanjuruhan: Kami Tidak Pikirkan Sanksi

Kompas.com - 02/10/2022, 18:48 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Manajer Arema FC Ali Rifki angkat bicara soal tragedi pasca pertandingan Arema FC Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

Dengan raut wajah sedih, ia mengatakan bahwa peristiwa yang ada merupakan pukulan bagi semua pihak. Pihaknya juga tidak peduli terkait sanksi yang diberikan oleh PSSI.

Baca juga: Korban Selamat Kerusuhan di Kanjuruhan Ungkap Alasannya Turun ke Lapangan Usai Laga Arema Vs Persebaya

Menurutnya, untuk kondisi saat ini yang dipikirkan oleh pihaknya yakni nasib korban dan keluarganya.

"Saya dari manajemen tidak peduli, tidak memikirkan sanksi, yang saya pikirkan korban dan keluarganya yang akan kita datangi Insya Allah satu persatu," kata Ali Rifki di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (2/10/2022) petang.

Baca juga: Remaja 17 Tahun Aremania Asal Jombang Ikut Jadi Korban di Kanjuruhan, Ratusan Orang Melayat

Soal perubahan waktu bertanding, pihaknya mengikuti arahan yang sudah ditetapkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Ali Rifki menyampaikan bahwa dari manajemen tim dari awal sudah siap bertanding entah ketika sore atau siang hari.

"Saya sebagai manajer tim mengikuti apa yang sudah ditetapkan karena jadwal apapun itu urusan panpel (panitia pelaksana) dengan PT LIB beserta keamanan, kalau saya sebagai manajer tim mengurusi tim, kesiapan tim dalam berlaga," katanya.

Dia mengatakan tim beserta pemain saat ini dalam kondisi syok.

Rencananya, mulai besok (3/10/2022), jajaran tim Arema FC akan menyambangi korban.

"Insya Allah besok kita ajak bareng ke para korban, dan saya kira tim dan pemain syok semua, semua tidak menginginkan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Situbondo Mengaku Menjambret untuk Beli Susu Anaknya: Sudah 4 Kali

Pria di Situbondo Mengaku Menjambret untuk Beli Susu Anaknya: Sudah 4 Kali

Surabaya
Resepsi 1 Abad NU, Jalan Tol dan Arteri Menuju GOR Sidoarjo Macet Parah

Resepsi 1 Abad NU, Jalan Tol dan Arteri Menuju GOR Sidoarjo Macet Parah

Surabaya
Poligami, Hakim Pengadilan Agama di Tulungagung Dipecat, Istri Kedua Mengaku Tak Dinafkahi

Poligami, Hakim Pengadilan Agama di Tulungagung Dipecat, Istri Kedua Mengaku Tak Dinafkahi

Surabaya
Lindungi Keponakan, Ibu Rumah Tangga di Tulungagung Jadi Koban Pengeroyokan Anggota Perguruan Silat

Lindungi Keponakan, Ibu Rumah Tangga di Tulungagung Jadi Koban Pengeroyokan Anggota Perguruan Silat

Surabaya
Saat Presiden Jokowi Terpukau 'Marching Band' Banser di Acara Puncak 1 Abad NU...

Saat Presiden Jokowi Terpukau "Marching Band" Banser di Acara Puncak 1 Abad NU...

Surabaya
Mahasiswa di Surabaya Tewas Diduga Dianiaya Senior, Sempat Cerita Kerap Di-bully, Kampus Sebut Korban Terpeleset

Mahasiswa di Surabaya Tewas Diduga Dianiaya Senior, Sempat Cerita Kerap Di-bully, Kampus Sebut Korban Terpeleset

Surabaya
Mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya Tewas Diduga Dianiaya, 12 Rekannya Diperiksa

Mahasiswa Politeknik Pelayaran Surabaya Tewas Diduga Dianiaya, 12 Rekannya Diperiksa

Surabaya
Ini Link Streaming Puncak Acara 1 Abad NU, Dihadiri Presiden Jokowi hingga Ulama Dunia

Ini Link Streaming Puncak Acara 1 Abad NU, Dihadiri Presiden Jokowi hingga Ulama Dunia

Surabaya
Kedatangan Presiden Jokowi di Acara Peringatan Seabad NU Disambut Hadrah dan Selawat

Kedatangan Presiden Jokowi di Acara Peringatan Seabad NU Disambut Hadrah dan Selawat

Surabaya
Penjelasan Anak yang Gugat Bapak di Situbondo: Tak Ada Keinginan Kuasai Warisan

Penjelasan Anak yang Gugat Bapak di Situbondo: Tak Ada Keinginan Kuasai Warisan

Surabaya
Mendag Zulkifli: Minyakita Tidak Boleh Lagi Dijual Daring

Mendag Zulkifli: Minyakita Tidak Boleh Lagi Dijual Daring

Surabaya
Tanda Tanya Kematian Mahasiswa di Surabaya, Ada Sejumlah Luka tapi Pihak Kampus Sebut akibat Terpeleset, Ayah MRFA: Enggak Masuk Akal

Tanda Tanya Kematian Mahasiswa di Surabaya, Ada Sejumlah Luka tapi Pihak Kampus Sebut akibat Terpeleset, Ayah MRFA: Enggak Masuk Akal

Surabaya
Kronologi Penumpang Asal Banyuwangi Meninggal di Kereta Api

Kronologi Penumpang Asal Banyuwangi Meninggal di Kereta Api

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 7 Februari 2023 : Siang dan Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 7 Februari 2023 : Siang dan Malam Hujan Ringan

Surabaya
Mengenal Sosok Kiai Adnan Syarif, Lahirkan Selawat Uhudiyah yang Diminta oleh Gus Dur

Mengenal Sosok Kiai Adnan Syarif, Lahirkan Selawat Uhudiyah yang Diminta oleh Gus Dur

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.