Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diduga Memproduksi Pupuk Ilegal, Kades di Jember Jadi Tersangka

Kompas.com - 04/03/2022, 20:40 WIB
Bagus Supriadi,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

JEMBER, KOMPAS.com – Kepala Desa Bangsalsari berinisial NH ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Jember.

Dia diduga memproduksi pupuk ilegal yang disebarkan ke masyarakat.

Baca juga: Ketua UDD PMI Jember Meninggal Dunia Saat Gowes, Ini Penyebabnya

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan pupuk yang diproduksi itu dinilai masih belum terdaftar di Kementerian Pertanian.

Sementara, Kades tersebut sudah mengedarkan pupuk ke berbagai daerah.

Pupuk itu diberi nama merek Union 16 dan diperjualbelikan sesuai dengan pesanan.

“Kami sudah menetapkan Kades itu sebagai tersangka,” kata dia pada Kompas.com via telepon Jumat (4/3/2022).

Baca juga: Viral Video Warga Nganjuk Gelar Ritual di Pantai Watu Ulo Jember, Ini Penjelasan Polisi

Menurut dia, pihaknya juga sudah menggelar perkara kasus ini di Polda Jatim.

Tak hanya kepala desa, namun warga berinisial CC yang juga menggarap pupuk itu juga menjadi tersangka.

Kedua tersangka itu memiliki peran yang berbeda.

Kades NH merupakan direktur PT GA yang memproduksi pupuk ilegal itu. Sedangkan CC adalah koordinator lapangan atau kepala proyek lapangan.

Baca juga: Cerita Pembunuh Mahasiswa Jember 9 Tahun Lalu, Sering Diejek Calon Mertua, Tak Lulus Kuliah hingga Jadi Terapis

Pihak kepolisian sendiri sudah melakukan pendalaman terkait pupuk ilegal tersebut.

Aparat sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, hasilnya, pupuk itu memang belum terdaftar.

“Produk pupuk ini memang tidak terdaftar di Kementerian," jelas dia. Padahal, pupuk itu sudah beredar di Jember dan luar Jember.

Polisi masih belum bisa memastikan sudah berapa lama tersangka kades itu menjalankan produksi pupuk ilegal itu. Sebab masih terus dilakukan pendalaman.

Akibat perbuatannya, tersangka NH dan CC terancam dijerat Pasal 122 Undang-undang nomor 22 tahun 2019 Tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, yaitu mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tiga Turis Asing Gunung Bromo Pamer Pantat di Atas Jip

Tiga Turis Asing Gunung Bromo Pamer Pantat di Atas Jip

Surabaya
Kades di Jombang Diduga Menipu Warga sampai Rp 865 Juta

Kades di Jombang Diduga Menipu Warga sampai Rp 865 Juta

Surabaya
Pilkada Surabaya 2024, PKB Usung Petahana Eri-Armuji

Pilkada Surabaya 2024, PKB Usung Petahana Eri-Armuji

Surabaya
4 Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Tol Jombang Jawa Timur

4 Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Tol Jombang Jawa Timur

Surabaya
Balita di Madiun Terjangkit Penyakit Langka sampai Kulit Melepuh, Sang Ayah Jual Motor untuk Berobat

Balita di Madiun Terjangkit Penyakit Langka sampai Kulit Melepuh, Sang Ayah Jual Motor untuk Berobat

Surabaya
Polisi Tangkap Ayah yang Cekik Bayinya di Probolinggo

Polisi Tangkap Ayah yang Cekik Bayinya di Probolinggo

Surabaya
Pakar Ekonomi Unair Nilai Tapera Program yang Memaksakan Pasar

Pakar Ekonomi Unair Nilai Tapera Program yang Memaksakan Pasar

Surabaya
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Bawean Gresik dan Dirasakan Warga

Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Bawean Gresik dan Dirasakan Warga

Surabaya
Video Viral Tukang Ojek Bromo Tarik Ongkos Rp 400.000, Ini Penjelasan TNBTS

Video Viral Tukang Ojek Bromo Tarik Ongkos Rp 400.000, Ini Penjelasan TNBTS

Surabaya
Wisatawan Bromo Keluhkan Tarif Ojek Rp 400.000, Oknum Tukang Ojek Minta Maaf

Wisatawan Bromo Keluhkan Tarif Ojek Rp 400.000, Oknum Tukang Ojek Minta Maaf

Surabaya
Usai Resmi Diusung PKB, Eks Bupati Lumajang Daftar Bacabup ke Golkar dan Demokrat

Usai Resmi Diusung PKB, Eks Bupati Lumajang Daftar Bacabup ke Golkar dan Demokrat

Surabaya
Gempa M 4,2 Guncang Bawean, Tak Berisiko Tsunami

Gempa M 4,2 Guncang Bawean, Tak Berisiko Tsunami

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 30 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 30 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Surabaya
Jelang Final Leg 2 Madura United Vs Persib Bandung, Pj Bupati Bangkalan Minta Suporter Jaga Kondusivitas

Jelang Final Leg 2 Madura United Vs Persib Bandung, Pj Bupati Bangkalan Minta Suporter Jaga Kondusivitas

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 30 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 30 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com