Oknum PNS di Nganjuk Gelapkan Mobil Rental, Digadaikan Rp 10 Juta

Kompas.com - 04/03/2022, 19:58 WIB

NGANJUK, KOMPAS.com – Oknum PNS di lingkungan Pemkab Nganjuk yakni Hersumadi (42) diringkus Unit Reskrim Polsek Loceret, Senin (28/2/2022) malam.

Hersumadi ditangkap saat berada di Simpang Empat Desa Tiripan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim).

Pria asal Desa Tiripan itu diciduk karena menggelapkan mobil rental Daihatsu Xenia N 1422 BZ. Mobil itu digadaikan ke orang tak dikenal senilai Rp 10 juta oleh pelaku.

Baca juga: Truk Kontainer Tabrak Pagar Rumah Warga di Nganjuk, Sopir Diduga Mengantuk

Kronologi

Kanit Reskrim Polsek Loceret, Iptu Widodo menjelaskan, insiden ini bermula saat Hersumadi menyewa mobil rental milik Toto, warga Loceret, Nganjuk, pada awal Februari 2022.

Namun setelahnya tak ada kabar dari Hersumadi. Toto yang gundah lantas melaporkan kasus ini ke Mapolsek Loceret pada 28 Februari 2022.

“Pak Toto melaporkan kalau mobilnya setelah dirental oleh Hersumadi tapi tidak pernah dikembalikan, ditelepon juga putus komunikasinya,” ujar Widodo, Jumat (4/3/2022).

Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Pemuda di Nganjuk, Ini Motifnya

Seusai menerima laporan, kata Widodo, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui Mobil Daihatsu Xenia N 1422 BZ milik Toto berada di Blitar.

“Mobil itu GPS-nya kadang nyala, kadang mati. Tahu-tahu sudah di Kediri, terus malamnya dicari enggak ada diketahui sudah di Blitar,” bebernya.

Menurut penuturan Hersumadi ke aparat, ia menggadaikan mobil rental milik Toto ke seseorang di Kediri, orang tersebut dikenalkan oleh koleganya.

Kini aparat kepolisian masih mendalami kasus ini, termasuk mencari sosok penadah asal Kediri yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut.

Baca juga: Viral Video Warga Nganjuk Gelar Ritual di Pantai Watu Ulo Jember, Ini Penjelasan Polisi

 

Ilustrasithawornnurak Ilustrasi
Tertangkap saat pulang kampung

Menurut Widodo, semenjak Hersumadi menggelapkan mobil rental milik Toto, yang bersangkutan tak pernah pulang ke rumahnya di Desa Tiripan.

Hingga akhirnya pada Senin (28/2/2022) malam, Unit Reskrim Polsek Loceret mendapat informasi bahwa Hersumadi pulang ke rumahnya.

“Kami dapat info kalau Hersumadi pulang dengan mengendarai mobil warna silver Toyota Avanza AG 1671 WW,” ungkap Widodo.

Baca juga: 6 Fakta Kabupaten Nganjuk, Kota Angin Penghasil Bawang Merah Terbesar di Jawa Timur

Saat berada di Simpang Empat Desa Tiripan, Mobil Toyota Avanza AG 1671 WW yang dikendarai Hersumadi tiba-tiba menepi.

Aparat kepolisian yang mengetahui hal itu langsung menghampiri Hersumadi dan meringkusnya.

Adapun kepada aparat, sambung Widodo, Hersumadi menyebut Mobil Toyota Avanza AG 1671 WW yang dikendarainya juga mobil rental hasil sewa.

“Setelah ditanyai, ternyata mobil itu (Toyota Avanza AG 1671 WW) juga hasil rental. Akhirnya kami kembalikan, karena enggak ada permasalahan,” tutur Widodo.

“Untuk (Mobil Daihatsu Xenia N 1422 BZ) pengakuan yang bersangkutan digadaikan dengan nominal Rp 10 juta, hanya 10 juta saja, digadaikan di Kediri,” lanjut dia.

Baca juga: Kasus DBD di Nganjuk Capai 121 Orang, 4 di Antaranya Meninggal Dunia

PNS Pemkab Nganjuk

Merujuk pada KTP Hersumadi, tertera pekerjaan yang bersangkutan ialah Pegawai Negeri Sipil alias PNS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hersumadi sempat tercatat sebagai PNS di lingkungan Pemkab Nganjuk.

“Kemarin sewaktu diperiksa atau diinterogasi dia, memang benar sesuai dengan KTP PNS,” sebut Widodo.

Akan tetepi, kata Widodo, Hersumadi kepada aparat kepolisian mengaku sudah diberhentikan sebagai PNS sejak awal Februari 2022.

Baca juga: Kasus DBD di Nganjuk Capai 121 Orang, 4 di Antaranya Meninggal Dunia

Widodo sendiri tak mau panjang lebar menjelaskan mengenai profesi Hersumadi ini.

“Kami enggak masuk ke ranah itu. Intinya kami menagani perkara yang dilaporkan Pak Toto terkait Hersumadi” bebernya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini Hersumadi ditahan di Mapolres Nganjuk

Ia terancam pasal 378 KUHP terkait penipuan dan pasal 372 KUHP terkait Penggelapan.

“Pasal 378 dan 372 KUHP itu ancamannya maksimal empat tahun penjara,” pungkas Widodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri MSA Anak Kiai Jombang Sebut Suaminya Kerap Didekati dan Dirayu

Istri MSA Anak Kiai Jombang Sebut Suaminya Kerap Didekati dan Dirayu

Surabaya
Seberangi Rel Usai Buang Air Besar Tanpa Tengok Kanan Kiri, Nenek Ini Tewas Tertabrak Kereta

Seberangi Rel Usai Buang Air Besar Tanpa Tengok Kanan Kiri, Nenek Ini Tewas Tertabrak Kereta

Surabaya
Bus Rombongan Siswa MTs Annur Turen Malang Terguling ke Tebing Jalan Ketika Hendak Berwisata

Bus Rombongan Siswa MTs Annur Turen Malang Terguling ke Tebing Jalan Ketika Hendak Berwisata

Surabaya
Viral Video Bocah TK Jejali Roti ke Mulut Ibu Saat Lomba Agustusan di Probolinggo, Akhirnya Jadi Juara

Viral Video Bocah TK Jejali Roti ke Mulut Ibu Saat Lomba Agustusan di Probolinggo, Akhirnya Jadi Juara

Surabaya
Pasar Hewan di Lumajang Dibuka Lagi, Aktivitas Jual Beli Masih Sepi

Pasar Hewan di Lumajang Dibuka Lagi, Aktivitas Jual Beli Masih Sepi

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 13 Agustus 2022 : Siang dan Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 13 Agustus 2022 : Siang dan Malam Hujan Ringan

Surabaya
Mengenal Inovasi 'Pecel Tempe Mendoan' di Desa Senggreng Kabupaten Malang, Layanan Adminduk Langsung ke Rumah Warga

Mengenal Inovasi "Pecel Tempe Mendoan" di Desa Senggreng Kabupaten Malang, Layanan Adminduk Langsung ke Rumah Warga

Surabaya
PVMBG: 6 Juta Meter Kubik Material Turun Saat Erupsi Semeru 2021, Kecepatan 200 Km Per Jam

PVMBG: 6 Juta Meter Kubik Material Turun Saat Erupsi Semeru 2021, Kecepatan 200 Km Per Jam

Surabaya
Istri MSA Muncul ke Publik, Sebut Perkara Hukum yang Dialami Suaminya Fitnah dan Penuh Rekayasa

Istri MSA Muncul ke Publik, Sebut Perkara Hukum yang Dialami Suaminya Fitnah dan Penuh Rekayasa

Surabaya
Stok Vaksin Moderna Kosong, Vaksinasi Booster Kedua untuk Nakes di Kota Batu Ditunda

Stok Vaksin Moderna Kosong, Vaksinasi Booster Kedua untuk Nakes di Kota Batu Ditunda

Surabaya
PRT di Bangkalan Kabur Usai Curi Uang Majikan, Pelaku Ditangkap di Lumajang

PRT di Bangkalan Kabur Usai Curi Uang Majikan, Pelaku Ditangkap di Lumajang

Surabaya
KLM Cinta Kembar Ditemukan Usai Hilang 4 Hari, Semua Penumpang Selamat

KLM Cinta Kembar Ditemukan Usai Hilang 4 Hari, Semua Penumpang Selamat

Surabaya
ASN Pemkot Malang Bakal Diwajibkan Belanja Produk UMKM Tiap Bulan

ASN Pemkot Malang Bakal Diwajibkan Belanja Produk UMKM Tiap Bulan

Surabaya
4 Warga Nganjuk Terima Imbalan dari BPSMP Sangiran Usai Berhasil Selamatkan Fosil

4 Warga Nganjuk Terima Imbalan dari BPSMP Sangiran Usai Berhasil Selamatkan Fosil

Surabaya
Kios Pertamini di Banyuwangi Terbakar, Percikan Api Muncul dari Mesin Pompa

Kios Pertamini di Banyuwangi Terbakar, Percikan Api Muncul dari Mesin Pompa

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.