Dijanjikan Kerja di AS dengan Gaji Rp 80 Juta, Puluhan Warga Tulungagung Diduga Tertipu hingga Rp 2 Miliar

Kompas.com - 16/02/2022, 13:20 WIB

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Puluhan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), mendatangi Mapolres Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (16/02/2022).

Mereka merasa tertipu, oleh salah satu penyalur tenaga kerja di Tulungagung hingga mengalami kerugian hampir mencapai Rp 2 miliar.

Baca juga: Sejarah dan Asal-usul Tulungagung, Kabupaten Penghasil Marmer yang Berjuluk Seribu Warung Kopi

Dijanjikan bekerja di AS

Sebanyak 10 orang calon pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tulungagung itu melaporkan salah satu oknum yang mengatasnamakan perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS).

Perusahaan tersebut diketahui beralamat di Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

"Kedatangan kami mencari keterangan perkembangan pelaporan yang sudah kami ajukan pada akhir tahun 2021 lalu," ujar salah satu korban bernama Widianto, melalui sambungan telepon, Rabu (16/02/2022).

Baca juga: Kronologi 22 Mahasiswa UIN Tulungagung Terpapar Covid-19, Bermula 1 Orang Positif di Tempat Kos

Iming-iming gaji Rp 80 juta

 

Oknum perusahaan tersebut, lanjut dia, menjanjikan para korban menjadi pekerja migran di Amerika Serikat dengan gaji Rp 80 juta per bulan.

Korban penipuan tersebut sebenarnya mencapai sekitar 20 orang, dengan tujuan negara yang sama.

Namun korban yang melapor atas kasus dugaan penipuan ini sebanyak 10 orang. 

"Ada sekitar 20 orang. Namun yang lapor masih 10 orang," terang Widianto.

Baca juga: Pria di Tulungagung Ditangkap karena Pamer Alat Kelamin, Berdalih Dapat Bisikan Gaib

 

Ilustrasi Shutterstock/Pepsco Studio Ilustrasi
Diminta setor uang

Modus yang digunakan terlapor yakni meminta korban membayar uang terlebih dahulu kepada terlapor dengan nominal berbeda-beda.

Para korban diminta membayar uang muka antara Rp 50 juta hingga Rp 125 juta. 

"Kami diminta membayar jumlahnya berbeda-beda setiap korban. Mulai Rp 50 juta hingga Rp. 125 juta. Bahkan salah atu dari kami (korban), memberikan sertifikat tanahnya untuk jaminan," terang Widianto. 

Baca juga: Pamit Beli Sepatu, Warga Tulungagung Ditemukan Tewas

Dugaan penipuan tersebut berawal pada bulan April 2021 lalu.

Pelapor tertarik tawaran dari terduga pelaku. Terduga pelaku yang mengatasnamakan PPTKIS tersebut, menawarkan pekerjaan di Amerika Serikat kepada korban.

Sebelum berangkat ke Amerika Serikat sebagai pekerja migran, para korban diminta membayar untuk biaya sesuai kebutuhan.  

Setelah para korban membayar nominal yang ditentukan oleh terduga pelaku, hingga saat ini janji untuk berangkat ke Amerika tidak pernah terwujud.

Baca juga: Kronologi 22 Mahasiswa UIN Tulungagung Terpapar Covid-19, Bermula 1 Orang Positif di Tempat Kos

Datangi perusahaan

Merasa curiga, para korban beberapa kali sempat mendatangi perusahaan tersebut untuk minta kejelasan.

Ketika didatangi oleh korban, terduga pelaku memberi penjelasan berbagai alasan dan terkesan berbelit-belit.

"Setiap kami (korban) datang, mereka berbelit-belit banyak alasan. Bahkan yang terakhir kali, kami diusir dan diancam akan dilaporkan ke polisi," ujar Widianto.

Karena tidak menemukan solusi, akhirnya para korban melaporkan kasus dugaan penipuan tersebut ke Polres Tulungagung.

Baca juga: 3 Remaja Tenggelam di Pantai Tulungagung, 2 Tewas dan 1 Hilang

 

Sebelumnya, 10 korban dugaan penipuan lapor ke Polres Tulungagung, pada bulan Oktober 2021 lalu.

"Saya (korban) laporan tanggal 15 Oktober 2021 kalau tidak salah. Kemudian saya dikirimi SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) bulan November, tapi setelah itu tidak ada perkembangan. Makanya kami ke sini, kami ingin tahu perkembangan laporan saya bagaimana," jelas Widianto.

Dia menjelaskan, kedatangan para korban diterima oleh salah satu perwira Satreskrim Polres Tulungagung.

Menurut pihak kepolisian, kasus dugaan penipuan tersebut masih dalam proses. Polisi terus menindaklanjuti kasus ini, dan menunggu saksi ahli dari Kementerian Tenaga Kerja.

"Intinya polisi tetap menindaklanjuti, tapi masih menunggu saksi ahli dari Kementerian Tenaga Kerja," ujar Widianto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Keseruan Lomba Balap Dayung di Gresik, Peserta: Ternyata Susah Juga

Melihat Keseruan Lomba Balap Dayung di Gresik, Peserta: Ternyata Susah Juga

Surabaya
Curi Motor Orang Lain, Pria di Lumajang Malah Tinggalkan Motornya Sendiri

Curi Motor Orang Lain, Pria di Lumajang Malah Tinggalkan Motornya Sendiri

Surabaya
ODGJ di Kota Malang Bakar Rumahnya Sendiri

ODGJ di Kota Malang Bakar Rumahnya Sendiri

Surabaya
Ungkap Jaringan Narkoba, Polrestabes Surabaya Tangkap 8 Pengedar dengan Barang Bukti 90 Kg Sabu

Ungkap Jaringan Narkoba, Polrestabes Surabaya Tangkap 8 Pengedar dengan Barang Bukti 90 Kg Sabu

Surabaya
Buntut Pernyataan Ketum PPP Suharso soal 'Amplop' Kiai, Forum Warga NU Jombang Tuntut Permintaan Maaf

Buntut Pernyataan Ketum PPP Suharso soal 'Amplop' Kiai, Forum Warga NU Jombang Tuntut Permintaan Maaf

Surabaya
Dimediasi Kapolres, Kasat Lantas Madiun yang Mengamuk karena Istri Terpegang Wartawan, Batal Lapor Polisi

Dimediasi Kapolres, Kasat Lantas Madiun yang Mengamuk karena Istri Terpegang Wartawan, Batal Lapor Polisi

Surabaya
Setahun Kabur ke Kalimantan, Pelaku Judi Togel di Sumenep Ditangkap

Setahun Kabur ke Kalimantan, Pelaku Judi Togel di Sumenep Ditangkap

Surabaya
Oknum Jaksa Diduga Sodomi Anak Laki-laki di Hotel Jombang, Dinonaktifkan dari Jabatan

Oknum Jaksa Diduga Sodomi Anak Laki-laki di Hotel Jombang, Dinonaktifkan dari Jabatan

Surabaya
Suka Menyanyi sejak Balita, Farel Prayoga Pernah Mengamen Bersama Sang Ayah

Suka Menyanyi sejak Balita, Farel Prayoga Pernah Mengamen Bersama Sang Ayah

Surabaya
Pria di Surabaya Dihajar Warga Saat Akan Bawa Kabur Motor yang Mesinnya Masih Menyala

Pria di Surabaya Dihajar Warga Saat Akan Bawa Kabur Motor yang Mesinnya Masih Menyala

Surabaya
Cerita Orangtua Farel Tak Dampingi Anaknya di Istana, Mengaku Minder jika Harus Bertemu Presiden

Cerita Orangtua Farel Tak Dampingi Anaknya di Istana, Mengaku Minder jika Harus Bertemu Presiden

Surabaya
Cerita Peringatan HUT RI dari Panti Jompo di Kediri, Mulai dari Lomba hingga Tumpengan

Cerita Peringatan HUT RI dari Panti Jompo di Kediri, Mulai dari Lomba hingga Tumpengan

Surabaya
Farel Prayoga Menggoyang Istana, Orangtua: Tak Percaya Anak Saya Bisa Ketemu Presiden

Farel Prayoga Menggoyang Istana, Orangtua: Tak Percaya Anak Saya Bisa Ketemu Presiden

Surabaya
Pakaian Adat yang Dipakai Farel Prayoga Saat Tampil di Istana Ternyata Seragam Sekolah

Pakaian Adat yang Dipakai Farel Prayoga Saat Tampil di Istana Ternyata Seragam Sekolah

Surabaya
Diperkosa Kenalan Usai Kecelakaan, Pemandu Lagu di Tulungagung Meninggal Dunia

Diperkosa Kenalan Usai Kecelakaan, Pemandu Lagu di Tulungagung Meninggal Dunia

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.