Kompas.com - 07/02/2022, 20:35 WIB

TUBAN, KOMPAS.com - Sebuah perahu nelayan tradisional tenggelam setelah tersapu ombak besar di perairan Laut Jawa, Tuban, Jawa Timur.

Sebanyak dua nelayan asal Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, bernama Sono Kurniawan dan Taufik Hidayat, selamat setelah ditolong Kapal MT Galunggung.

Baca juga: Roda Mobil Ambulans Siaga di Tuban Raib Digondol Maling

Koordinator UPP III Brondong Wilker Tanjung Awar-Awar Tuban Boby Mulya Kusuma mengatakan, kedua nelayan yang sedang mencari rajungan itu diselamatkan Kapal MT Galunggung yang sedang melintas.

Awalnya, kedua nelayan itu berangkat ke tengah laut mencari rajungan pada Senin (7/2/2022), pukul 05.30 WIB.

Tiba di lokasi yang berjarak sekitar tujuh mil dari daratan, keduanya menurunkan jaring perangkap ke dasar laut.

"Nahas, perahu yang ditumpangi mereka berdua terbalik diterjang ombak besar yang terjadi di perairan laut jawa," kata Boby Mulya Kusuma, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.

Lokasi kecelakaan perahu itu sekitar lima NM dari titik labuh Kapal MT Galunggung. Juru mudi jaga melaporkan mendengar suara minta tolong dari laut dengan jarak 50 meter dari haluan kiri kapal.

Informasi tersebut diteruskan ke perwira dan nakhoda kapal MT Galunggung. Setelah didekati, ternyata ada dua nelayan yang terombang-ambing.

Kru kapal langsung melemparkan pelampung ke arah korban dan menariknya ke tangga untuk dievakuasi ke kapal.

"Sekitar pukul 09.30 WIB, kedua nelayan berhasil dievakuasi ke atas kapal dengan selamat," tuturnya.

Baca juga: Cerita Warga Tuban Tertipu Investasi Produk Kecantikan, Sudah Setor Rp 700 Juta

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung menginformasikan kejadian yang menimpa dua orang nelayan itu  ke pejabat Pemerintah Desa Socorejo

"Rencananya akan mengerahkan kapal Tug Boat milik Pertamina untuk mengevakuasi korban dan dibawa ke Jetty TPPI," ujar Boby.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

33 Anak Meninggal Saat Tragedi Kanjuruhan, Ada yang Usia 4 Tahun

33 Anak Meninggal Saat Tragedi Kanjuruhan, Ada yang Usia 4 Tahun

Surabaya
Cerita Sopir Truk di Jombang yang Alami Kebutaan, Tak Dapat Bantuan meski Hidup Sebatang Kara

Cerita Sopir Truk di Jombang yang Alami Kebutaan, Tak Dapat Bantuan meski Hidup Sebatang Kara

Surabaya
Sederet Aksi Solidaritas dan Doa Bagi Korban Tregedi Kanjuruhan Malang

Sederet Aksi Solidaritas dan Doa Bagi Korban Tregedi Kanjuruhan Malang

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 5 Oktober 2022 : Sepanjang Hari Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 5 Oktober 2022 : Sepanjang Hari Cerah Berawan

Surabaya
Kisah Pilu Balita yang Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Diduga Sesak Nafas karena Gas Air Mata

Kisah Pilu Balita yang Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Diduga Sesak Nafas karena Gas Air Mata

Surabaya
Kompolnas Duga Bukan Kapolres Malang yang Beri Perintah Polisi Tembakkan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Kompolnas Duga Bukan Kapolres Malang yang Beri Perintah Polisi Tembakkan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Surabaya
Soal Pintu Kanjuruhan Terkunci, Komdis PSSI Sebut Kelalaian Security Officer

Soal Pintu Kanjuruhan Terkunci, Komdis PSSI Sebut Kelalaian Security Officer

Surabaya
Polisi Selidiki Rekaman CCTV di 6 Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan, Mana Saja?

Polisi Selidiki Rekaman CCTV di 6 Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan, Mana Saja?

Surabaya
1 Balita Jadi Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, Dirut RSUD Menduga Tewas akibat Hipoksia

1 Balita Jadi Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, Dirut RSUD Menduga Tewas akibat Hipoksia

Surabaya
Soal Dugaan Kelebihan Kapasitas Penonton dan Perubahan Jadwal Laga, Ini Jawaban Komdis PSSI

Soal Dugaan Kelebihan Kapasitas Penonton dan Perubahan Jadwal Laga, Ini Jawaban Komdis PSSI

Surabaya
Hasil investigasi Komdis PSSI dan Hukuman bagi Arema FC Buntut Tragedi Kanjuruhan

Hasil investigasi Komdis PSSI dan Hukuman bagi Arema FC Buntut Tragedi Kanjuruhan

Surabaya
Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan di Lamongan, Bermula Rem Truk Blong

Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan di Lamongan, Bermula Rem Truk Blong

Surabaya
Ketua Panpel Arema FC Disanksi Seumur Hidup Usai Tragedi Kanjuruhan, Komdis PSSI: Pintu yang Seharusnya Terbuka Malah Tertutup

Ketua Panpel Arema FC Disanksi Seumur Hidup Usai Tragedi Kanjuruhan, Komdis PSSI: Pintu yang Seharusnya Terbuka Malah Tertutup

Surabaya
Sejarah Provinsi Jawa Timur dan Penentuan Hari Jadi yang Dirayakan Setiap 12 Oktober

Sejarah Provinsi Jawa Timur dan Penentuan Hari Jadi yang Dirayakan Setiap 12 Oktober

Surabaya
CCTV di 6 Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan Diperiksa Secara Khusus, Ini Alasannya

CCTV di 6 Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan Diperiksa Secara Khusus, Ini Alasannya

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.