Kisah Pilu Balita Berkelamin Ganda di Surabaya, Tak Bisa Dioperasi karena Kurang Gizi

Kompas.com - 03/02/2022, 12:21 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Kisah pilu dialami Laila Fitriyah, balita di Surabaya, Jawa Timur yang harus menderita sakit akibat kelainan di tubuhnya. 

Sejak lahir ke dunia pada Maret 2020, anak kedua dari pasangan Surahman (41) dan Yuliani (34) ini memiliki kelamin ganda. Kondisi tubuhnya juga nampak ringkih.

Berdasarkan penuturan kedua orangtuanya, Fitriyah tak kunjung dioperasi karena kekurangan gizi.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Surabaya Naik Jadi 587 Kasus, Ini Kata Eri Cahyadi

Surahman mengatakan, menjelang persalinan, istrinya disebut normal dan tak memiliki gejala apapun. Saat itu, istrinya melakukan persalinan di salah satu RS Ibu dan Anak di Kota Surabaya.

Namun setelah Fitriyah lahir, dokter di rumah sakit setempat menganjurkan agar Fitriyah dibawa ke RSUD Dr Soetomo.

Saat itu, orangtua Fitriyah tak mengetahui bahwa anaknya berkelamin ganda.

Surahman dan Yuliani hanya bisa menuruti saran dari dokter tersebut untuk membawa Fitriyah ke RSUD Dr Soetomo karena tak ingin anaknya jatuh sakit.

"Jadi, saat dia lahir langsung dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, langsung diperiksa, tes darah juga, ternyata kondisinya normal, ndak masalah. Cuma nginep satu malam saja terus pulang," kata Surahman saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Jalan Tanjung Sari, Jaya Bakti, Kecamatan Tandes, Surabaya, Rabu (2/2/2022) malam.

Baca juga: 58 Siswa dan 5 Guru di MAN Surabaya Positif Covid-19, PTM Dialihkan ke Daring

Gejala muntah hingga demam

Sebulan kemudian pasca-lahir, Fitriyah mulai menunjukkan gejala kurang sehat.

Balita yang akan genap berusia dua tahun pada Maret mendatang itu memiliki gejala demam tinggi, muntah hingga tak mau minum ASI.

Surahman segera membawa Fitriyah ke dokter dan menanyakan gejala-gejala yang dialami anak bungsunya itu.

Saat itu, barulah dokter menyampaikan bahwa Fitriyah memiliki kelamin ganda.

"Setelah hampir satu bulan, baru dia ada tanda-tanda mulai muntah, panas, nggak mau minum susu. Nah, di situ baru dokter mengutarakan kalau ini anaknya kelaminnya ganda. Ini harus minum obat terus soalnya hormonnya ini kurang bekerja dengan baik. Jadi harus diperiksa semua," ucap Surahman.

Baca juga: Prostitusi di Rusunawa Surabaya, Tersangka Ajari Korban Download Aplikasi Kencan untuk Cari Pelanggan

Hasil diagnosa dari rumah sakit pun menunjukkan jika Fitriyah tergolong balita yang memiliki kelainan.

Surahman menuturkan, dokter yang mengobati anaknya itu menyebut bahwa Fitriyah tergolong balita Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) yakni penyakit keturunan yang membuat penampilan fisik seorang wanita tampak lebih maskulin (ambigous genitalia).

"Selama satu minggu berobat ke dokter, habis itu kondisinya membaik. Satu minggu kemudian, dia sakit lagi," kata Surahman.

Ia kemudian membawa anaknya ke RS Bhakti Darma Husada, Surabaya.

Namun karena fasilitas dan peralatannya kurang lengkap, Fitriyah kembali dibawa ke RSUD Dr Soetomo.

Baca juga: Warga Curiga Lelaki Bergantian Masuk Kamar di Rusunawa Romokalisari Surabaya, Ternyata Praktik Prostitusi yang Libatkan Anak 15 Tahun

Usai pemeriksaan, dokter memutuskan tak langsung mengoperasi Fitriyah karena kondisi berat badan yang sangat kurang.

"Pernah nanya ke dokter di RSUD Dr Soetomo, itu nunggu anaknya sehat sama berat badannya naik dulu. Kalau anaknya stabil sehat, berat badannya naik nanti akan dilakukan tindakan selanjutnya. Jadi untuk sementara kita nunggu kondisi anak," tutur Surahman.

Kondisi kurang gizi ini tak lepas dari keadaan ekonomi orangtua Fitriyah yang tergolong menengah ke bawah. 

Surahman yang berprofesi sebagai kuli bangunan dan kerja serabutan tak memiliki penghasilan tepat.

Upah yang didapat juga tak cukup untuk memenuhi gizi anaknya yang menderita kelainan kelamin ganda.

Baca juga: 5 Pegawai Imigrasi Malang Reaktif Covid-19, Pelayanan Tatap Muka Dihentikan Sementara

Fitriyah juga terlihat tak selincah anak pada umumnya. Ia dan kakak perempuannya yang berusia 12 tahun hanya bisa bermain di rumah petak seluas 3x3 meter. 

Surahman kini hanya bisa menanti kepedulian orang-orang baik untuk membantu agar Fitriyah mendapat asupan makanan bergizi. 

"Sekarang ini lagi nggak kerja, (kerja) bangunan kadang ya kerja kalau ada, kalau nggak ada ya nggak kerja. Kalau bangunan sehari paling dapat Rp 100.000," kata Surahman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Ciptakan Sineas Muda Berbakat, Pemkot Surabaya Gelar Festival Film Pendek

Ingin Ciptakan Sineas Muda Berbakat, Pemkot Surabaya Gelar Festival Film Pendek

Surabaya
MSA, Terdakwa Kasus Pencabulan Hadir Pertama Kali Dalam Sidang di PN Surabaya

MSA, Terdakwa Kasus Pencabulan Hadir Pertama Kali Dalam Sidang di PN Surabaya

Surabaya
5 Pelaku Pemalakan yang Picu Pembakaran Rumah di Jember Ditangkap

5 Pelaku Pemalakan yang Picu Pembakaran Rumah di Jember Ditangkap

Surabaya
Mulai Hari Ini, Penumpang KA yang Belum Vaksin Booster Wajib Tunjukkan Hasil Negatif PCR

Mulai Hari Ini, Penumpang KA yang Belum Vaksin Booster Wajib Tunjukkan Hasil Negatif PCR

Surabaya
Anak di Jember Bacok Ibu Kandung yang Sedang Tidur Pulas

Anak di Jember Bacok Ibu Kandung yang Sedang Tidur Pulas

Surabaya
Berenang di Sungai Galian Tambang, 2 Bocah di Lumajang Tewas

Berenang di Sungai Galian Tambang, 2 Bocah di Lumajang Tewas

Surabaya
Curiga Diselingkuhi, Suami di Jember Bacok Istri Usai Makan Bersama

Curiga Diselingkuhi, Suami di Jember Bacok Istri Usai Makan Bersama

Surabaya
2 Santriwati di Malang Tertimpa Tembok Ambruk Saat Berteduh di Ruang Kelas

2 Santriwati di Malang Tertimpa Tembok Ambruk Saat Berteduh di Ruang Kelas

Surabaya
KIB Luncurkan Visi-Misi di Surabaya, Zulhas: Tinggalkan Politik Identitas

KIB Luncurkan Visi-Misi di Surabaya, Zulhas: Tinggalkan Politik Identitas

Surabaya
3 Pasangan Mahasiswa di Tuban Terjaring Razia Saat Berduaan di Kamar Hotel

3 Pasangan Mahasiswa di Tuban Terjaring Razia Saat Berduaan di Kamar Hotel

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 15 Agustus 2022 : Siang Hujan Ringan, Malam Cerah

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 15 Agustus 2022 : Siang Hujan Ringan, Malam Cerah

Surabaya
Nenek 75 Tahun di Malang Jadi Korban Jambret Saat Jalan Pagi, Kalung Emas Raib

Nenek 75 Tahun di Malang Jadi Korban Jambret Saat Jalan Pagi, Kalung Emas Raib

Surabaya
13.000 Nakes di Malang Ditargetkan Terima Vaksinasi Booster Kedua Pekan Depan

13.000 Nakes di Malang Ditargetkan Terima Vaksinasi Booster Kedua Pekan Depan

Surabaya
Mortir Diduga Sisa Perang Dunia II yang Tersangkut Jaring Nelayan di Lamongan Diledakkan

Mortir Diduga Sisa Perang Dunia II yang Tersangkut Jaring Nelayan di Lamongan Diledakkan

Surabaya
Mendagri Tito Bagikan 10 Juta Bendera Merah Putih Jelang HUT RI

Mendagri Tito Bagikan 10 Juta Bendera Merah Putih Jelang HUT RI

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.