Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pilkades Serentak di Bangkalan Diundur karena Alasan Keamanan

Kompas.com - 05/04/2023, 09:16 WIB
Muchlis,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

BANGKALAN, KOMPAS.com - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang dua di Kabupaten Bangkalan diundur.

Kepala Pelaksana Teknis (Plt) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rudiyanto menjelaskan, mundurnya pelaksanaan Pilkades serentak gelombang kedua disebabkan karena petugas kepolisian juga bertugas mengamankan Idul Fitri 1444 Hijriah.

"Diundur 7 hari dari jadwal awal, yang semula harusnya tanggal 3 Mei 2023, itu diubah dan dilaksanakan tanggal 10 Mei 2023. Hanya beberapa hari saja," papar Rudi kepada Kompas.com, Rabu (5/4/2023).

Baca juga: Kronologi Warga Bangkalan Bacok Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa, Emosi Tak Lolos Verifikasi Pilkades

Pengamanan

Penetapan tersebut diundur berdasarkan usulan dari pihak Polres Bangkalan selaku bagian Tim Fasilitor Pemilihan Kepala Desa (TFPKD).

Mereka menyebutkan banyak anggotanya sedang bertugas untuk pengamanan Lebaran, serta berkaitan dengan terlalu dekatnya dengan hari buruh (May Day).

Dikhawatirkan pelaksanaan pemungutan suara Pilkades tahun ini tidak kondusif karena kurangnya personel pengamanan.

Baca juga: Kades Tuntut Masa Jabatan Jadi 9 Tahun, Hamong Projo Kabupaten Semarang Sebut Rivalitas di Pilkades Tinggi

"Karena alasan itu menjadi pertimbangan kami, karena pengamanan Pilkades membutuhkan banyak personel. Jadi, untuk menjaga kondusifitas Pilkades kami tunda dulu, khawatir tidak memungkinkan, apabila dilaksanakan terlalu mepet, sehingga diputuskan diundur seminggu," ungkap dia.

Putusan itu sudah dibuktikan dengan adanya Surat Keputusan (SK) Bupati Bangkalan Nomor: 100.3.3.2/86/kpts.433.013/2023, tentang perubahan atas Keputusan Bupati Bangkalan tentang jadwal pemungutan suara Pilkades yang ditangani langsung oleh Plt Bupati Bangkalan tertanggal 29 Maret 2023.

Kondisi fisik anggota

Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan ada beberapa pertimbangan pergeseran waktu pelaksanaan Pilkades itu.

"Kami minta hanya pergeseran waktu saja. Karena yang dibutuhkan untuk pengamanan Pilkades bukan hanya anggota Polres Bangkalan saja, tapi juga dari Brimob, Polda dan Polres setempat," papar Wiwit. 

Tak hanya itu, menurut Wiwit, kebugaran fisik anggota juga menjadi pertimbangan untuk melalukan pengamanan pesta demokrasi di tingkat desa.

Sebab, semua petugas akan diminta berjaga di setiap titik desa agar Pilkades berjalan sesuai harapan.

"Hanya itu saja alasannya, kami melihat fisik anggota kami yang harus diperhatikan dulu, agar semuanya bisa mengemban tugas dengan maksimal, output-nya yang kita inginkan lancar dan aman," pungkas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Polda Jatim: Pelat Nomor Moge yang Terlibat Kecelakaan di Probolinggo Tak Terdaftar

Polda Jatim: Pelat Nomor Moge yang Terlibat Kecelakaan di Probolinggo Tak Terdaftar

Surabaya
Monumen Pahlawan Buruh Marsinah, Mengenang Tragisnya Kematian Aktivis yang Memperjuangkan Hak Buruh

Monumen Pahlawan Buruh Marsinah, Mengenang Tragisnya Kematian Aktivis yang Memperjuangkan Hak Buruh

Surabaya
Kasus Konten Video 'Tukar Pasangan' yang Jerat Samsudin Dilimpahkan ke Kejari Blitar

Kasus Konten Video "Tukar Pasangan" yang Jerat Samsudin Dilimpahkan ke Kejari Blitar

Surabaya
6 Orang Jadi Tersangka Tawuran yang Menewaskan Remaja di Surabaya

6 Orang Jadi Tersangka Tawuran yang Menewaskan Remaja di Surabaya

Surabaya
Nobar Timnas Indonesia di Balai Kota Surabaya, Sejumlah Ruas Jalan Macet Total

Nobar Timnas Indonesia di Balai Kota Surabaya, Sejumlah Ruas Jalan Macet Total

Surabaya
Pilkada 2024, Mantan Wali Kota Malang Abah Anton Daftar ke PKB

Pilkada 2024, Mantan Wali Kota Malang Abah Anton Daftar ke PKB

Surabaya
Dokter Meninggal dalam Kecelakaan Moge di Probolinggo, Sosoknya Dikenal Baik dan Rajin

Dokter Meninggal dalam Kecelakaan Moge di Probolinggo, Sosoknya Dikenal Baik dan Rajin

Surabaya
Truk Tabrak Lansia di Gresik, Sopir Diduga Mabuk

Truk Tabrak Lansia di Gresik, Sopir Diduga Mabuk

Surabaya
Residivis Bunuh Tetangga di Dekat Makam Leluhur, Rumah Pelaku Dikepung

Residivis Bunuh Tetangga di Dekat Makam Leluhur, Rumah Pelaku Dikepung

Surabaya
Kecelakaan Moge di Probolinggo, Polisi Cari Pengendara NMax yang Diduga Menyeberang Tiba-tiba

Kecelakaan Moge di Probolinggo, Polisi Cari Pengendara NMax yang Diduga Menyeberang Tiba-tiba

Surabaya
Pria di Malang Tewas Dianiaya Tetangganya, Pelaku 3 Kali Masuk Penjara

Pria di Malang Tewas Dianiaya Tetangganya, Pelaku 3 Kali Masuk Penjara

Surabaya
Cerita Suwito Berwajah Mirip Shin Tae-yong: Setelah Video Diunggah, Banyak yang DM Saya

Cerita Suwito Berwajah Mirip Shin Tae-yong: Setelah Video Diunggah, Banyak yang DM Saya

Surabaya
Polisi Ungkap Kronologi Suami di Tuban Meninggal Usai Cekik Istrinya

Polisi Ungkap Kronologi Suami di Tuban Meninggal Usai Cekik Istrinya

Surabaya
Kecelakaan Beruntun di Probolinggo, Pasutri Pengendara Harley-Davidson Tewas

Kecelakaan Beruntun di Probolinggo, Pasutri Pengendara Harley-Davidson Tewas

Surabaya
Mobil Satu Keluarga Tabrak Kereta di Sidoarjo, 3 Orang Luka Berat

Mobil Satu Keluarga Tabrak Kereta di Sidoarjo, 3 Orang Luka Berat

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com