Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keluarga Pedangdut Via Vallen Buka Suara Usai Rumahnya Digeruduk

Kompas.com - 24/04/2024, 19:10 WIB
Andhi Dwi Setiawan,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Keluarga Via Vallen akhirnya buka suara terkait terjadinya penggerudukan belasan orang ke rumah yang berada di Desa Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Senin (22/4/2024).

Salah satu kerabat Via Vallen, Mella Rossa mengatakan, pihak keluarga sama sekali tidak mengetahui kasus gadai motor yang dilakukan adik penyanyi dangdut, RF, dengan pria bernama Adyt.

“Iya, baru tahu saya masalahnya,” kata Mella, ketika dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (24/4/2024).

Baca juga: Usai Digeruduk, Adik Pedangdut Via Vallen Dilaporkan ke Polisi Kasus Penggelapan Motor

Mella menyebut, RF sudah dua bulan tidak berada di rumah Via Vallen, yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Sedangkan, keluarga hingga sekarang belum mengetahui keberadaanya.

Dengan demikian, kata dia, keluarga yang tinggal di rumah yang digeruduk tersebut tidak berhubungan dengan perkara gadai sepeda motor. Terutama, penyanyi lagu 'Sayang' itu.

“RF juga sudah tidak tinggal di rumah Kalitengah, sekitar dua bulan lebih, keluarga enggak tahu keberadaannya,” jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kompol I GP Atmagiri mengatakan, bakal mempertemukan keluarga Via Vallen dengan pihak yang merasa dirugikan.

"Besok hari Kamis (25/4/2024) rencananya akan melakukan pemanggilan dan mintai keterangan, dari pihak keluarga beliaunya selaku terlapor," kata Atmagiri.

Baca juga: Rumah Via Vallen di Sidoarjo Digeruduk Orang, Adik Diduga Tersangkut Kasus Gadai Motor

Atmagiri berniat melakukan mediasi antara kedua belah pihak tersebut. Meskipun, adik Via Vallen sudah dilaporkan terkait dengan kasus penggelapan sepeda motor.

"Walaupun kami terbitkan LP, kalau nanti ketemu secara kekeluargaan itu bisa dicabut laporannya sama pelapor, dan kalau terlapor ada itikad baik akan menyelesaikan, akan kami cabut laporannya," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, penasihat hukum Aliansi Arek Sidoarjo, Bramada Pratama Putra mengatakan, aksi penggerudukan di rumah Via Vallen itu dilakukan kelompoknya.

“Salah satu anggota Aliansi Arek Sidoarjo, saudara Adyt menggadaikan motornya ke adiknya Via Vallen, RF," kata Bramada, ketika dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (23/4/2024).

Ketika itu, Adyt menggadaikan sepeda motornya yang bermerek Honda Vario 2021 ke RF, dengan nilai Rp 3 juta, Sabtu (13/3/2024). Dia berjanji bakal melunasinya dalam tempo dua bulan.

“(Dalam waktu) 15 hari itu, mau diambil sepeda motor ini. Tapi adiknya Via Vallen mengatakan bahwa sepeda ini sudah dilempar lagi, atau enggak tahu keberadaanya ada di mana,” jelasnya.

Bramada mengungkapkan, RF beberapa waktu terakhir bahkan sudah tidak bisa dihubungi.

Baca juga: Via Vallen Gelar Syukuran 4 Bulan Kehamilan

Selain itu, adik penyanyi lagu 'Sayang' tersebut juga memblokir nomor pemilik kendaraan.

Akhirnya, sejumlah anggota Aliansi Arek Sidoarjo lainya memutuskan mendatangi rumah Via Vallen. Dengan harapan, kakaknya bisa membantu menyelesaikan perkara tersebut.

Ternyata, pihak keluarga tak memberikan respon memuaskan.

Oleh karena itu, kata Bramada, pihaknya memberikan batas waktu 3 kali 24 jam kepada RF untuk memenuhi kwajibanya. Dia pun mengancam akan menempuh jalur hukum jika tidak ada respon.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com