Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Siswa SMK Prapanca 2 Surabaya Terpaksa Belajar Berpindah-pindah karena Gedung Digembok Eks Kepsek

Kompas.com - 20/08/2023, 16:36 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Sebanyak 150 siswa SMK Prapanca 2 Surabaya, Jawa Timur tidak bisa mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di gedung sekolah mereka sejak tahun 2021.

Para siswa tersebut sudah terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik) Kemendikbud.

Hal tersebut terjadi karena gedung sekolah yang berada di dekat Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) dalam kondisi tergembok.

Diduga oknum yang menggembok gedung tersebut adalah S, mantan kepala SMK Prapanca. Ia telah diberhentikan oleh Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) dari jabatannya karena sudah berusia 60 tahun.

Shendy Hyuga Darmawan, siswa kelas XI Jurusan Broadcasting SMK Prapanca 2 Surabaya mengaku rindu bisa menggunakan fasilitas yang ada di sekolahnya.

Ia mengaku baru merasakan fasilitas sekolah saat semester awal duduk di kelas X. Setelah itu ia dan rekan-rekannya pindah ke tempat lain untuk belajar.

Baca juga: Eks Kepsek Gembok Gedung Sekolah di Surabaya, 150 Siswa Terpaksa Berpindah-pindah Tempat Belajar

"Semester dua kelas X kami dipindahkan ke gedung SMK Prapanca 1. Dan kelas XI ini kami belajarnya di kampus Stikosa AWS. kami inginnya belajar di kelas kami sendiri dan merasakan gedung yang layak. Bukan pindah-pindah tempat,"keluhnya.

Sementara itu wakil komite SMK Prapanca 2 Surabaya, Sunarti mengeluhkan kondisi anaknya yang harus mengikuti pembelajaran di SMK Prapanca 1 dan juga Stikosa AWS.

Ia menjelaskan saat awal masuk sekolah, para orang tua sudah membayar uang gedung. Bahkan mereka juga rutin membayar SPP setiap bulan.

"Harapan kami, anak-anak bisa kembali belajar di sekolahnya. Katanya merdeka belajar, tetapi anak-anak kami belum merdeka belajarnya. Biarkan polemik ini pengadilan dan hukum yang menentukan, jangan jadikan anak-anak ini korbannya," tegasnya saat ditemui di kantor PWI Jatim, Jumat (18/8/2023).

Baca juga: Polemik Tabungan Siswa Rp 800 Juta di Tasikmalaya, Wali Murid Disebut Ancam Gembok Sekolah

Sudah lapor ke polisi

Sementara itu Ketua YPWJT, Lutfil Hakim mengungkapkan legalitas yayasan tidak bermasalah dan data siswa sudah ada di Kemendikbud secara resmi.

"Hanya saja bangunan sekolah dikuasai orang. Dan pihak kepolisian yang kami dilapori tidak ada tindakan. Jadi anak-anak ini sudah kami pindah ke SMK Prapanca 1 dan Stikosa AWS karena satu lokasi,"tegasnya.

Ia mengatakan kejadian tersebut berawal saat S menolah diberhentikan dan tetap menjalankan proses belajar mengajar tanpa perizinan di gedung SMK Prapanca 2.

Hal itu mengakibabkan delapan siswa kelas XII yang selama ini mengikuti pembelajaran di bawah yayasan yang baruu dibuat S tak dapat mengikuti ujian kelulusan.

"Saat itu pihak kami akhirnya kami yang mengurus ujian susulan para siswa dan ijazahnya. Dan akibat kejadian itu, sisa siswa yang awalnya masih mengikuti pembelajaran di bawah yayasan baru itu akhirnya tidak mau melanjutkan pembelajaran. Dan gedung itu sekarang kondisi kosong tidak ada aktivitas,"ujarnya.

Ia menjelaskan pihak YPWJT telah melaporkan S dengan empat perkara pidana pada tahun 2022.

Di antaranya adalah menahan berkas ijazah lulusan tahun 2021, penyelewengan dana BOS, menempati perkarangan orang lain tanpa hak dan penggelapan aset. Dan terakhir S dilaporkan atas penyelenggaraan pendidikan tanpa izin.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Nasib Ratusan Siswa SMK Prapanca 2 Surabaya Tak Bisa Belajar di Sekolahnya, Curhat Pilu: Digembok

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sejoli di Lamongan Ditangkap Polisi karena Edarkan Narkoba Jenis Sabu

Sejoli di Lamongan Ditangkap Polisi karena Edarkan Narkoba Jenis Sabu

Surabaya
'Home Industry' Pil Ekstasi di Surabaya Digerebek, 6,7 Juta Pil Dobel L dan Carnophen Disita

"Home Industry" Pil Ekstasi di Surabaya Digerebek, 6,7 Juta Pil Dobel L dan Carnophen Disita

Surabaya
Pilkada Lumajang, Indah Amperawati Daftar Bacabup ke Partai Demokrat

Pilkada Lumajang, Indah Amperawati Daftar Bacabup ke Partai Demokrat

Surabaya
Remaja di Gresik Ditangkap Polisi karena Cabuli Pacar

Remaja di Gresik Ditangkap Polisi karena Cabuli Pacar

Surabaya
Pengakuan Keluarga Sugiati soal Pembongkaran Rumah oleh Anaknya

Pengakuan Keluarga Sugiati soal Pembongkaran Rumah oleh Anaknya

Surabaya
Cucu Pendiri NU Lathifah Shohib Daftar Bacalon Bupati Malang ke PKB

Cucu Pendiri NU Lathifah Shohib Daftar Bacalon Bupati Malang ke PKB

Surabaya
34 Anak di Sumenep Terpapar TBC, Pemkab Lakukan Skrining Besar-besaran

34 Anak di Sumenep Terpapar TBC, Pemkab Lakukan Skrining Besar-besaran

Surabaya
Tangki Diduga Bocor, Mobil di Magetan Terbakar Saat Isi BBM

Tangki Diduga Bocor, Mobil di Magetan Terbakar Saat Isi BBM

Surabaya
Melawan Arus dan Marah, Pengendara Motor di Malang Diteriaki Maling

Melawan Arus dan Marah, Pengendara Motor di Malang Diteriaki Maling

Surabaya
Pembobol Toko Kue di Surabaya Ditangkap, 2 Pelaku Ditembak di Kaki

Pembobol Toko Kue di Surabaya Ditangkap, 2 Pelaku Ditembak di Kaki

Surabaya
Jalur Piket Nol Lumajang Ditutup, Pengendara Diminta Lewat Probolinggo

Jalur Piket Nol Lumajang Ditutup, Pengendara Diminta Lewat Probolinggo

Surabaya
Mantan Bupati Nganjuk Daftar Bacabup ke Demokrat, Ketua DPC: Prioritas Kami Tetap Kader

Mantan Bupati Nganjuk Daftar Bacabup ke Demokrat, Ketua DPC: Prioritas Kami Tetap Kader

Surabaya
Kronologi Penggerebekan Judi Sabung Ayam Berujung 1 Warga Tewas di Ngawi, 2 Luka-luka

Kronologi Penggerebekan Judi Sabung Ayam Berujung 1 Warga Tewas di Ngawi, 2 Luka-luka

Surabaya
Kronologi Tabrakan 2 'Speedboat' di Telaga Sarangan

Kronologi Tabrakan 2 "Speedboat" di Telaga Sarangan

Surabaya
Waspada Semeru Keluarkan Awan Panas dan Jarak Luncur Tak Diketahui

Waspada Semeru Keluarkan Awan Panas dan Jarak Luncur Tak Diketahui

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com