Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Pedagang Korban Peredaran Uang Palsu di Sumenep, Ketahuan Setelah Disetor ke Bank

Kompas.com - 02/11/2022, 13:38 WIB
Ach Fawaidi,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SUMENEP, KOMPAS.com - Peredaran uang palsu di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai meresahkan warga. Polisi tengah menyelidiki peredaran uang palsu tersebut.

Seorang warga Kepulauan Kangean bernama Hanifah (35) mengatakan, peredaran uang palsu mulai marak terjadi sejak satu bulan terakhir.

Sebagai pemilik toko, ia kaget saat mau melakukan transaksi di bank terdekat dan dilaporkan sebagian uangnya palsu.

Baca juga: Kapolres Sumenep Ancam Sanksi Anggota yang Masih Terapkan Tilang Manual

"Sama petugas bank dibilang kalau beberapa uang yang saya bawa itu palsu. Itu diketahui setalah dicek melalui alat pendeteksi uang (money detector)," kata Hanifah saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/11/2022).

Hanifah menyebut, peredaran uang palsu tersebut tak hanya dialami oleh dirinya. Sejumlah warga yang lain yang bekerja sebagai pedagang juga mengalami hal serupa.

Baca juga: Peralihan Musim, BMKG Imbau Nelayan di Sumenep Waspadai Cuaca Ekstrem

Modus yang digunakan oleh pengedar dengan cara membelanjakan uang palsu pecahan Rp 100.000 ke sejumlah warung atau PKL. Kendati begitu, Hanifah tidak tahu siapa yang berbelanja dengan uang palsu tersebut.

"Yang beli (pelanggan) di toko kan banyak, jadi sudah lupa siapa yang belanja pakai uang palsu," tuturnya.

Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, AKP Widiarti mengaku, pihaknya tengah menyelidiki peredaran uang palsu di Kepulauan Kangean tersebut.

Ia mengaku sudah mengerahkan anggota kepolisian di wilayah kepulauan bersama-sama dengan pihak perbankan untuk mendeteksi peredaran uang palsu yang meresahkan warga.

"Sejauh ini uang palsu yang sudah diamankan oleh Bank Jatim Rp 3.600.000, dan Polsek Rp 3.000.000 dari warga dan beberapa toko," kata dia.

Kendati sudah mengamankan sejumlah uang, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan sumber uang palsu tersebut.

"Kita masih lakukan penyelidikan, termasuk siapa pelaku yang menyebarkan (uang palsu) itu semua," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Museum Panji di Malang: Sejarah, Koleksi, Harga Tiket, dan Jam Buka

Museum Panji di Malang: Sejarah, Koleksi, Harga Tiket, dan Jam Buka

Surabaya
Respons Bobby Saat Disinggung soal Menantu Presiden Usai Terima Satyalancana

Respons Bobby Saat Disinggung soal Menantu Presiden Usai Terima Satyalancana

Surabaya
Beredar Pesan Bupati Lamongan Minta Uang, Diskominfo: Penipuan

Beredar Pesan Bupati Lamongan Minta Uang, Diskominfo: Penipuan

Surabaya
Jaksa Tuntut Penjara 4-5 Tahun untuk 16 Pelaku Pengeroyokan Santri hingga Tewas di Blitar

Jaksa Tuntut Penjara 4-5 Tahun untuk 16 Pelaku Pengeroyokan Santri hingga Tewas di Blitar

Surabaya
Pura-pura Sewa Kamar, Pelaku Curanmor Beraksi di Kos Kota Malang

Pura-pura Sewa Kamar, Pelaku Curanmor Beraksi di Kos Kota Malang

Surabaya
Terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, Khofifah: untuk Warga Jatim

Terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, Khofifah: untuk Warga Jatim

Surabaya
Terima Satyalancana, Bupati Banyuwangi Klaim Sudah Turunkan Kemiskinan

Terima Satyalancana, Bupati Banyuwangi Klaim Sudah Turunkan Kemiskinan

Surabaya
6 Pria Perampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang Jadi Tersangka, 4 Ditangkap dan 2 Buron

6 Pria Perampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang Jadi Tersangka, 4 Ditangkap dan 2 Buron

Surabaya
Dalam Sehari, Dua Rumah dan Satu Indekos di Kota Malang Kemasukan Ular

Dalam Sehari, Dua Rumah dan Satu Indekos di Kota Malang Kemasukan Ular

Surabaya
Ditanya soal Status Bupati Sidoarjo, Mendagri: Semua yang Tersangka Akan Dinonaktifkan

Ditanya soal Status Bupati Sidoarjo, Mendagri: Semua yang Tersangka Akan Dinonaktifkan

Surabaya
Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Surabaya
Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Surabaya
Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Surabaya
Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Surabaya
Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com