Kompas.com - 16/06/2022, 07:59 WIB

MAGETAN, KOMPAS.com – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat, separuh sapi yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sembuh setelah menjalani perawatan menggunakan ramuan tradisional.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani mengatakan, sebanyak 1.790 ekor sapi di Magetan dinyatakan terpapar PMK. Dari jumlah itu, 12 ekor mati dan 800 ekor sembuh.

"Persentase sapi yang sembuh cukup tinggi hampir 50 persen,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/6/2022).

Baca juga: Mati Terjangkit PMK, Ratusan Sapi di Pujon Malang Dikubur Massal

Nur Haryani menambahkan, saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada para peternak yang panik karena khawatir ternaknya tertular PMK. Sebab menurutnya, banyak peternak yang panik dan membuat para peternak menjual murah sapinya.

"Banyak yang panik dan ini mempengaruhi harga jual ternak karena mereka takut ternaknya tertular PMK,” imbuhnya.

Baca juga: Menjelang Idul Adha, Permintaan Sapi di Tuban Menurun Drastis akibat Wabah PMK

Pihaknya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 800 juta untuk penanganan wabah PMK. Usulan anggaran itu untuk pembelian obat-obatan untuk hewan ternak. Sementara besaran anggaran tersebut menyesuaikan dengan kondisi sulitnya mencari obat-obatan di pasaran.

“Kami khawatir dengan pengajuan BTT (belanja tidak terduga) banyak, ternyata serapan kami tidak maksimal karena kesulitan obat,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya masih giat melakukan sosialisasi penggunaan obat tradisional untuk mencegah penularan PMK. Seperti, empon-empon dan rempah-rempah.

"Pada intinya hanya meningkatkan daya tahan tubuh bisa dengan vitamin, dengan makanan yang berkualitas atau obat di sekitar kita seperti kunyit, asam, itu yang kita gencarkan kepada masyarakat sambil menunggu karena arahnya tetap vaksinasi,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Spesialis Pencurian Toko Bangunan di Sumenep Ditangkap Saat Akan Kabur ke Bali

Spesialis Pencurian Toko Bangunan di Sumenep Ditangkap Saat Akan Kabur ke Bali

Surabaya
Video Pasangan Mesum Beredar di Kota Malang, Satpol PP Lakukan Penertiban

Video Pasangan Mesum Beredar di Kota Malang, Satpol PP Lakukan Penertiban

Surabaya
Minta PDAM Kaji Ulang Tarif Air, Wali Kota Surabaya: Kalau Bisa Gratiskan untuk MBR

Minta PDAM Kaji Ulang Tarif Air, Wali Kota Surabaya: Kalau Bisa Gratiskan untuk MBR

Surabaya
Siswa SD di Nganjuk yang Cabuli Adik Kelasnya, Sering Tonton Konten Dewasa

Siswa SD di Nganjuk yang Cabuli Adik Kelasnya, Sering Tonton Konten Dewasa

Surabaya
Siswa Kelas 5 SD Cabuli Siswi Kelas 1 SD di Lapangan Desa Nganjuk

Siswa Kelas 5 SD Cabuli Siswi Kelas 1 SD di Lapangan Desa Nganjuk

Surabaya
Cara Khofifah Promosikan Jatim sebagai Tempat 'Healing' di Medsos, Ini Tanggapan Pengamat

Cara Khofifah Promosikan Jatim sebagai Tempat "Healing" di Medsos, Ini Tanggapan Pengamat

Surabaya
Emak-Emak di Bangkalan Menerobos ke Acara Penandatanganan Kerja Sama Pengelolaan Sampah, Sebut Warga Tidak Butuh

Emak-Emak di Bangkalan Menerobos ke Acara Penandatanganan Kerja Sama Pengelolaan Sampah, Sebut Warga Tidak Butuh

Surabaya
63 Calon Peserta Umrah Gagal Berangkat, Kemenag Jatim: Nanti Diganti Tiket yang Baru

63 Calon Peserta Umrah Gagal Berangkat, Kemenag Jatim: Nanti Diganti Tiket yang Baru

Surabaya
Soal Tuntutan Penambang Pasir Diizinkan Pakai Mesin Sedot, Kapolres Lumajang: Tidak Diperbolehkan

Soal Tuntutan Penambang Pasir Diizinkan Pakai Mesin Sedot, Kapolres Lumajang: Tidak Diperbolehkan

Surabaya
Imbas Video Viral Kucing Mati Diduga Diracun, Warga Bertemu Polisi dan Pemkot Malang

Imbas Video Viral Kucing Mati Diduga Diracun, Warga Bertemu Polisi dan Pemkot Malang

Surabaya
Video Viral 2 Orang Curi Dompet dan Kunci Motor dari Celana Jemaah yang Hendak Shalat di Malang

Video Viral 2 Orang Curi Dompet dan Kunci Motor dari Celana Jemaah yang Hendak Shalat di Malang

Surabaya
Kasus Pembunuhan Wanita Dalam Tas di Gresik, Polisi: Tersangka Mengaku Hanya Membuang

Kasus Pembunuhan Wanita Dalam Tas di Gresik, Polisi: Tersangka Mengaku Hanya Membuang

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 29 September 2022 : Pagi Cerah, Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 29 September 2022 : Pagi Cerah, Malam Cerah Berawan

Surabaya
Putusan Banding Kasus Korupsi Tanah Kas Desa di Madiun Lebih Rendah, Kejari Ajukan Kasasi

Putusan Banding Kasus Korupsi Tanah Kas Desa di Madiun Lebih Rendah, Kejari Ajukan Kasasi

Surabaya
Gudang Rongsokan di Kota Madiun Ludes Terbakar

Gudang Rongsokan di Kota Madiun Ludes Terbakar

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.