PAMEKASAN, KOMPAS.com - Sebuah gudang penyimpanan barang bekas milik Marsito di Jalan Raya Samatan, Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, ludes terbakar pada Selasa (5/4/2022) sekitar pukul 22.40 WIB.
Gudang tersebut berisi barang-barang bekas seperti karpet, kayu, meja, kursi, alat-alat elektronik.
Baca juga: Tak Ada Larangan, Pedagang Takjil Penuhi Jalan Protokol di Pamekasan
Selain barang-barang tersebut, dua mobil ikut terbakar. Masing-masing Toyoya Innova dan Suzuki Carry dan 1 motor Ninja 250 cc.
Tri Laksono, petugas pemadam kebakaran menjelaskan, barang-barang yang ada di dalam gudang tersebut merupakan barang bekas lelangan yang dijual kembali ke masyarakat.
Dia menjelaskan sang pemilik gudang saat ini sedang berada di Jakarta.
“Yang jaga gudang ini karyawannya. Kalau pemiliknya di Jakarta,” ujar Tri Laksono saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (6/4/2022).
Baca juga: Selama Ramadhan, Warung Makan di Pamekasan Dilarang Buka Siang Hari
Tri menambahkan, penyebab kebakaran sampai saat ini masih belum dipastikan. Kuat dugaan kebakaran disebabkan karena ada kerusakan pada sambungan listrik.
Untuk memadamkan api, petugas pemadam kebakaran mengerahkan 2 armada pemadam dan 2 armada tanki sebagai penyuplai.
Namun karena barang-barang mudah terbakar, api sulit dipadamkan.
“Sudah belasan tangki air dihabiskan, tapi api belum bisa padam,” tuturnya.
Akibat kebakaran tersebut, arus kendaran yang hendak melintas di Jalan Raya Proppo, dialihkan ke jalur lain.
Di samping untuk kemanan kendaraan dan pengendara, pengalihan lalu lintas juga dilakukan demi kelancaran proses pemadaman api dan suplai air ke lokasi.
“Sampai pukul 01.30 WIB api masih belum padam total. Masih tersisa baranya,” ungkap Tri.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Proppo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Junairi Tirto Atmojo menjelaskan, kerugian diperkirakan kurang lebih Rp 1 miliar.
Pemilik gudang tersebut, ujarnya, memang sedang berada di Jakarta. Biasanya di Jakarta, pemilik mengikuti lelang barang-barang bekas perkantoran untuk dijual kembali di Madura.
“Kami sudah koordinasi dengan BPBD dan pemadam kebakaran. Proses pemadaman api berjalan kurang lebih berjalan 3,5 jam,” ungkap Tirto.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.