Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Kompas.com - 25/04/2024, 12:35 WIB
Miftahul Huda,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

LUMAJANG, KOMPAS.com - Sebanyak 11 rumah di Dusun Rojobalen, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terdampak banjir lahar susulan Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (24/4/2024).

Sumarno, warga yang rumahnya terdampak mengatakan, banjir datang sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Cerita Warga yang Dusunnya Terisolasi akibat Banjir Lahar Semeru

Saat itu, kata Sumarno, banjir yang membawa material pasir dan batu dari Gunung Semeru tersebut langsung menerjang pemukiman warga.

Sebab, tanggul yang menghalangi laju air jebol akibat banjir lahar hujan Gunung Semeru yang terjadi pada Kamis (18/4/2024) malam.

"Banjirnya mulai jam 15.00 WIB, tanggulnya kan jebol jadi langsung ke pemukiman. Tingginya sekitar setengah meter tapi bawa material," kata Sumarno di rumahnya, Kamis (25/4/2024).

Baca juga: Kronologi Suami Istri di Lumajang Tewas Terseret Banjir Lahar Gunung Semeru Sepulang Silaturahmi

Sumarno menambahkan, rumahnya mengalami kerusakan, termasuk di bagian dalam. Semua perabotan rumah tangga berserakan tidak beraturan.

Selain itu, kandang ternak di sisi selatan rumahnya juga rusak.

"Di dalam semburat semua, barang-barang rusak, di belakang sini kandang rusak juga," tambahnya.

Pantauan Kompas.com, aspal jalan desa sepanjang 200 meter mengalami kerusakan. Satu unit tiang listrik juga roboh.

Tidak hanya itu, tanggul darurat dari seng yang baru saja dipasang warga pada Selasa (23/4/2024) pagi juga rusak diterjang banjir.

Sementara, Ketua RT 23 RW 11 Dusun Rojobalen Slamet mengatakan, ada 11 rumah yang terdampak banjir lahar susulan.

Menurut Slamet, apabila banjir lahar kembali terjadi, terdapat 100 kepala keluarga (KK) yang terancam terdampak.

"Total ada 11 rumah yang terdampak, tapi kalau banjir lagi ada 100 KK yang terancam karena memang tanggulnya jebol," jelas Slamet.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com