Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyidikan Sengketa Tanah yang Libatkan Nenek dan Keponakan di Pamekasan Ditangguhkan

Kompas.com - 27/03/2024, 21:58 WIB
Taufiqurrahman,
Andi Hartik

Tim Redaksi

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Pamekasan, Jawa Timur, menangguhkan penyidikan perkara sengketa tanah yang melibatkan nenek Bahriyah (61) dan keponakannya, Sri Suhartatik, warga Jalan Sersan Mesrul, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.

Dalam kasus ini, Bahriyah sebagai terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penangguhan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Resor Pamekasan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jazuli Dani Iriawan melalui rilis tertulis usai gelar perkara di Mapolda Jawa Timur pada Rabu (27/3/2024).

Baca juga: Nenek Lansia Tersangka Sengketa Tanah dengan Keponakan Ajukan Praperadilan

Kapolres yang akrab disapa Dani ini mengungkapkan, penangguhan disebabkan karena adanya gugatan perdata dari Bahriyah di Pengadilan Negeri Pamekasan yang teregistrasi nomor 1/Pdt.G/2024/PN PMK, tentang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) tentang Objek Hak Kebendaan Tanah Objek Perkara Hak Tanah.

"Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 1956 dan Pasal 81 KUHP, maka terhadap penyidikan perkara pidana ditangguhkan sampai adanya putusan inkrah gugatan," terang Dani.

Baca juga: Nenek Lansia Jadi Tersangka dalam Sengketa Tanah dengan Keponakannya

Dani menambahkan, selain menangguhkan penyidikan, dalam gelar perkara tersebut juga diungkapkan bahwa penetapan tersangka Bahriyah sudah memenuhi unsur. Seperti adanya dua alat bukti atas delik formil pemalsuan surat dugaan perbuatan menggunakan surat palsu berupa SPPT atau NOP dengan cara fotokopi SPPT atas nama Bahriyah.

Setelah dipalsukan, terbit SPPT atau NOP tahun 2016 yang kemudian digunakan seolah-olah benar karena telah dilegalisasi oleh Lurah Gladak Anyar atas nama Syarif Usman.

"Mulai saat ini, perkara yang dilaporkan oleh Sri Suhartatik kami tangguhkan," ungkap Dani.

Penasihat hukum Bahriyah, Supyadi mengaku sudah menempuh jalur hukum ke Pengadilan Negeri Pamekasan berupa praperadilan. Alasan praperadilan karena dalam proses penyelidikan dan penyidikan ditemukan kejanggalan.

"Ada informasi bohong yang disampaikan ke publik melalui media oleh Kapolres. Makanya kami tempuh praperadilan," ungkap Supyadi.

Adapun sidang perdana praperadilan di PN Pamekasan akan digelar pada tanggal 3 April 2024 mendatang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 20 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah

Surabaya
Situbondo Bangun GOR Bung Karna, Legislator: Namanya Tak Punya Nilai Sejarah

Situbondo Bangun GOR Bung Karna, Legislator: Namanya Tak Punya Nilai Sejarah

Surabaya
Surat Keberatan Ditolak Bupati, Mantan Kadinkes Malang Mengadu ke Gubernur Jatim

Surat Keberatan Ditolak Bupati, Mantan Kadinkes Malang Mengadu ke Gubernur Jatim

Surabaya
Video Viral Rental Mobil di Surabaya 'Blacklist' Pelanggan KTP Pati

Video Viral Rental Mobil di Surabaya "Blacklist" Pelanggan KTP Pati

Surabaya
Sidang Pengeroyokan Siswa MTS di Situbondo, Keluarga Korban Minta Ganti Rugi Rp 2,3 Miliar

Sidang Pengeroyokan Siswa MTS di Situbondo, Keluarga Korban Minta Ganti Rugi Rp 2,3 Miliar

Surabaya
Bromo Ditutup 4 Hari bagi Wisatawan, Catat Tanggalnya

Bromo Ditutup 4 Hari bagi Wisatawan, Catat Tanggalnya

Surabaya
Lima Pemuda Ditangkap saat Hendak Tawuran di Surabaya, Ditemukan 3 Sajam

Lima Pemuda Ditangkap saat Hendak Tawuran di Surabaya, Ditemukan 3 Sajam

Surabaya
Kasus Demam Berdarah di Gresik Meningkat, Ada Korban Jiwa

Kasus Demam Berdarah di Gresik Meningkat, Ada Korban Jiwa

Surabaya
Kronologi Minibus Rombongan Peziarah Tabrak Truk Parkir di Lumajang, Sopir Mengantuk

Kronologi Minibus Rombongan Peziarah Tabrak Truk Parkir di Lumajang, Sopir Mengantuk

Surabaya
Pemkot Surabaya Siapkan Rute Transportasi Publik Sebelum Resmikan Wisata Kota Lama

Pemkot Surabaya Siapkan Rute Transportasi Publik Sebelum Resmikan Wisata Kota Lama

Surabaya
Pabrik Kerupuk di Madiun Hangus Terbakar

Pabrik Kerupuk di Madiun Hangus Terbakar

Surabaya
Tabung Gas Bocor, 3 Rumah di Situbondo Terbakar

Tabung Gas Bocor, 3 Rumah di Situbondo Terbakar

Surabaya
Belum Diresmikan, Wisata Kota Lama Surabaya Sudah Ramai Pengunjung

Belum Diresmikan, Wisata Kota Lama Surabaya Sudah Ramai Pengunjung

Surabaya
Nasdem Sujud Syukur di Tengah Jalan usai Menang dalam Rekap Ulang di KPU Jember

Nasdem Sujud Syukur di Tengah Jalan usai Menang dalam Rekap Ulang di KPU Jember

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com