Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nyepi 2024, Aktivitas Wisata di Gunung Bromo Tutup Total

Kompas.com - 07/03/2024, 15:14 WIB
Imron Hakiki,
Andi Hartik

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo pada Senin, 11 Maret hingga Selasa, 12 Maret 2024. Penutupan ini dalam rangka hari raya Nyepi yang banyak dirayakan oleh umat Hindu di sekitar Gunung Bromo.

Pihak TNBTS telah mengeluarkan surat pengumuman nomor PG.2/T.8/BIDTEK/KSA.5.1/B/03/2024 tentang Penutupan Kegiatan Wisata Bromo pada Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 atau 2024 Masehi.

“Kebijakan ini dikeluarkan berdasarkan memperhatikan Surat Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggi Nomor 378/Pem/PHDI-KAB/II/2024 tanggal 20 Februari 2024 hal Permohonan Penutupan Kawasan Bromo, dalam rangka menghormati Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 atau 2024 Masehi,” kata Kepala BB TNBTS, C. Hendro Widjanarko dalam keterangan tertulis pada Kamis (7/3/2024).

Baca juga: Turis Perancis Nyaris Dilecehkan Saat Akan Berkemah di Bromo, Pemda: Mencoreng Nama Baik Wisata

Dengan begitu, akses menuju kawasan Gunung Bromo ditutup total. Akses dari Probolinggo akan ditutup di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura, dari arah Pasuruan dari Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, dan dari arah Malang dan Lumajang di kawasan Jemplang.

Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Humas BB TNBTS, Hendra mengatakan, seiring dengan penutupan itu, semua jalur masuk kawasan Bromo akan dijaga oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, petugas TNBTS, dan petugas adat setempat.

Baca juga: Wanita Perancis Nyaris Dilecehkan di Bromo, Pemkab Probolinggo Minta Maaf

“Penutupan ini agar umat Hindu khusyuk saat merayakan Hari Raya Nyepi. Dalam perayaan itu umat Hindu akan melaksanakan ritual tapa brata penyepian empat pantangan, amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang) selama 24 jam,” kata Hendra melalui pesan singkat, Kamis.

Ia menyebut, apabila wisatawan sudah terlanjur memesan tiket liburan ke kawasan Gunung Bromo pada tanggal tersebut, maka wisatawan bisa melakukan pergeseran (reschedule) di hari lain.

"Pasca hari yang sudah ditetapkan itu, aktivitas kembali dibuka seperti biasa. Calon wisatawan bisa menggeser di hari lain saat dibuka," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Suhu Mendekati Minus, Pendaki Gunung Lawu Diminta Bawa 'Sleeping Bag'

Suhu Mendekati Minus, Pendaki Gunung Lawu Diminta Bawa "Sleeping Bag"

Surabaya
2 Anggota Satpol PP Surabaya Dipecat karena Main Judi Online

2 Anggota Satpol PP Surabaya Dipecat karena Main Judi Online

Surabaya
Pilkada Kabupaten Pasuruan, Gus Mujib Sudah Kantongi Rekomendasi 2 Partai

Pilkada Kabupaten Pasuruan, Gus Mujib Sudah Kantongi Rekomendasi 2 Partai

Surabaya
Kantor PNM Mekaar Syariah di Mojokerto Terbakar, 4 Motor Karyawan Hangus

Kantor PNM Mekaar Syariah di Mojokerto Terbakar, 4 Motor Karyawan Hangus

Surabaya
Operator Mesin Bubut di Malang Tewas Tergilas Mesin Pengolah Tanah

Operator Mesin Bubut di Malang Tewas Tergilas Mesin Pengolah Tanah

Surabaya
Kedai Kopi Unik di Malang, Kasih Harga Murah untuk Pengunjung Berbahasa Walikan

Kedai Kopi Unik di Malang, Kasih Harga Murah untuk Pengunjung Berbahasa Walikan

Surabaya
Motif Ibu Buang Bayi Dibungkus Plastik di Sumenep, Malu Hasil Hubungan Gelap dengan Sopir Ojol

Motif Ibu Buang Bayi Dibungkus Plastik di Sumenep, Malu Hasil Hubungan Gelap dengan Sopir Ojol

Surabaya
Tiba-tiba Muncul, Ular Kobra 1 Meter Kagetkan Pegawai Klinik Kecantikan di Gresik

Tiba-tiba Muncul, Ular Kobra 1 Meter Kagetkan Pegawai Klinik Kecantikan di Gresik

Surabaya
Pembuang Bayi Terbungkus Plastik Merah di Sumenep Ditangkap, Ternyata Ibu Kandung

Pembuang Bayi Terbungkus Plastik Merah di Sumenep Ditangkap, Ternyata Ibu Kandung

Surabaya
Tersesat di Puncak Gunung Adeng Tabanan, 2 Pendaki Dievakuasi Tim SAR

Tersesat di Puncak Gunung Adeng Tabanan, 2 Pendaki Dievakuasi Tim SAR

Surabaya
Baru Pulang Hadiri Pernikahan di Lampung, 4 Warga Blitar Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Semarang-Batang

Baru Pulang Hadiri Pernikahan di Lampung, 4 Warga Blitar Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Semarang-Batang

Surabaya
Dua Kurir dari Jakarta Ambil Narkoba Rp 1,5 Miliar di Kota Blitar

Dua Kurir dari Jakarta Ambil Narkoba Rp 1,5 Miliar di Kota Blitar

Surabaya
Polisi Surabaya Masih Cari Unsur Pidana Laporan Pelecehan Logo NU

Polisi Surabaya Masih Cari Unsur Pidana Laporan Pelecehan Logo NU

Surabaya
Gunung Bromo Menghitam Usai Kebakaran

Gunung Bromo Menghitam Usai Kebakaran

Surabaya
Dua PMI Banyuwangi Alami Gangguan Jiwa usai Pulang dari Malaysia

Dua PMI Banyuwangi Alami Gangguan Jiwa usai Pulang dari Malaysia

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com