Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Orang Jadi Tersangka Insiden Gesekan Antarpesilat di Nganjuk

Kompas.com - 06/03/2023, 19:09 WIB
Usman Hadi ,
Andi Hartik

Tim Redaksi

NGANJUK, KOMPAS.com – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk mengamankan dan menetapkan tersangka terhadap empat orang terkait insiden gesekan antarpesilat yang terjadi pada Minggu (5/3/2023).

Empat tersangka itu merupakan warga Nganjuk dan masih berusia di bawah umur.

“Keempatnya warga Nganjuk,” kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk, Ajun Komisaris Polisi I Gusti Agung Ananta Pratama kepada Kompas.com, Senin (6/3/2023).

Baca juga: Gesekan Antarpesilat di Nganjuk, Atap Rumah Warga Rusak Dilempari Batu

Gusti menuturkan, aparat kepolisian mengamankan 20 orang dalam insiden. Namun, yang memenuhi unsur pidana untuk ditetapkan sebagai tersangka hanya empat orang.

“Jadi kalau total diamankan itu sebenarnya 20 orang anak. 16 orang anak ini karena sebelum melakukan (pidana) diamankan,” papar Gusti.

“Sementara yang kemarin itu TKP Sukomoro (Nglundo) sama Bagor ada empat yang kita amankan, dan karena memenuhi unsur (pidana) diproses lebih lanjut,” lanjut dia.

Baca juga: 5 Pelaku Kasus Pepet Bacok di Nganjuk Ditangkap, Polisi: Mereka Beraksi di 10 TKP

Sudah antisipasi

Menurut Gusti, aparat kepolisian sebenarnya sudah mengantisipasi potensi gesekan antarpesilat seusai prosesi pengesahan anggota baru di Madiun.

Aparat kepolisian bersama TNI telah melakukan pengamanan di sejumlah lokasi, di antaranya di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, yang menjadi salah satu lokasi gesekan.

“Pada saat pengamanan itu kita melakukan upaya pencegahan. Salah satunya di Lengkong itu kita mengamankan di kuburan China sebanyak 16 orang,” papar Gusti.

Kendati telah melakukan upaya pengamanan, namun gesekan ternyata tetap terjadi.

“Karena massa terlalu banyak. Di kita melerai, massa terlalu banyak,” sebut Gusti.

Gusti mengatakan, empat tersangka itu dikenai Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Proses hukum kepada empat tersangka itu disesuaikan dengan UU Peradilan Anak.

“Jadi mereka tidak ditahan di Rutan, tapi diamankan di Rumah Aman Dinsos,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, gesekan diduga antarpesilat terjadi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (5/3/2023) pagi.

Akibatnya, puluhan atap warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang karena terkena lemparan batu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com