Dugaan Eksploitasi Ekonomi di Sekolah SPI, Korban Mengaku Disuruh Mencangkul hingga Angkut Batu

Kompas.com - 17/07/2022, 07:30 WIB

KOMPAS.com - Belum selesai kasus kekerasan seksual, Julianto Eka Putra (JE), pendiri sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Jawa Timur, dilaporkan atas kasus eksploitasi ekonomi. JE diduga mempekerjakan anak didiknya yang masih berstatus siswa.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Kombes Dirmanto mengatakan, kasus dugaan eksploitasi ekonomi ini awalnya ditangani oleh Polda Bali. Kemudian, pada 26 April 2022, kasus itu dilimpahkan ke Polda Jatim.

"Kemudian pada 26 April 2022 dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Jatim. Dan saat ini dalam proses penanganan," kata Dirmanto saat dikonfirmasi, Selasa (12/7/2022).

Baca juga: Soal Dugaan Eksploitasi Ekonomi di Sekolah SPI Kota Batu, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

Dalam kasus ini, JE dijerat dengan Pasal 761 jo Pasal 88 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Setiap orang dilarang menempatkan dan menyuruh melakukan eksploitasi ekonomi terhadap anak. Ancaman hukumannya disebutkan pidana penjara paling lama 10 tahun," jelasnya.

Baca juga: Polda Jatim Menyisir 12 Titik di Sekolah SPI, Ada Dugaan Eksploitasi Ekonomi Anak

Olah TKP dan dokumen siswa

Pada Rabu (13/7/2022), penyidik Polda Jatim mendatangi sekolah SPI di Kota Batu untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi memeriksa 12 tempat di sekolah itu yang diduga terkait dengan kasus dugaan eksploitasi ekonomi terhadap siswa.

Di antaranya, tempat proses produksi makanan ringan dan tempat pemasaran. Selain itu juga ada beberapa wahana yang menjadi tempat kunjungan tamu.

Pada kesempatan itu, penyidik juga menemukan dokumen berkaitan dengan nama-nama siswa di tahun 2008 sampai 2010. Sebagian dari siswa itu dipekerjakan di tempat-tempat tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol DirmantoDok Istimewa Humas Polda Jawa Timur Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Dirmanto
Dalam olah TKP itu, penyidik membawa serta dua orang saksi terduga korban, yakni OL dan WY, dan kuasa hukum dari pihak terduga korban. Kuasa hukum terlapor juga dihadirkan dalam kegiatan itu.

"Kemudian, beberapa pelajar ini dia digunakan untuk dipekerjakan di lokasi itu," kata Dirmanto.

Baca juga: Dugaan Eksploitasi Ekonomi, Polda Jatim Datangi Sekolah SPI untuk Olah TKP

Korban bertambah

Polda Jatim menyebut, terduga korban kasus eksploitasi ekonomi itu bertambah seiring dengan dibukanya kontak pengaduan bagi pihak-pihak yang merasa dieksploitasi secara ekonomi.

Hingga Kamis (14/7/2022), sudah ada delapan orang yang mengadu ke Polda Jatim melalui kontak pengaduan yang telah disediakan.

Baca juga: Terdakwa Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah SPI Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Kata Pengadilan

"Sampai Kamis siang sudah ada delapan korban yang menghubungi kami," kata Dirmanto kepada wartawan, Kamis sore.

Sebelumnya, terduga korban kasus itu berjumlah enam orang.

Pihaknya akan mendalami pengaduan tersebut dengan memanggil para pengadu untuk diperiksa sebagai saksi.

Dirmanto meyakini masih banyak korban yang enggan melapor karena alasan tertentu.

"Kami pastikan siapa pun yang melapor akan dijamin keamanannya," jelas Dirmanto.

Polda Jatim melalui Tim Identifikasi Ditreskrimum akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) pada Rabu (13/7/2022).Humas Polda Jatim Polda Jatim melalui Tim Identifikasi Ditreskrimum akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) pada Rabu (13/7/2022).
Mencangkul hingga jadi sales

Dirmanto menyebut, para pengadu mengaku menjalani beragam pekerjaan saat menjadi siswa di sekolah itu. Di antaranya adalah mencangkul, mengakut batu dan pasir, membersihkan sungai hingga menjadi sales.

"Seperti membersihkan sungai, mengangkut batu, pasir, dan mencangkul di sawah, serta menjadi sales," kata Dirmanto.

Baca juga: Polda Jatim Buka Layanan Aduan Korban Dugaan Eksploitasi Ekonomi Anak Sekolah SPI

Selain itu, pengadu juga merasa dieksploitasi secara ekonomi saat membangun kampung kids hingga menjadi tour guide.

"Mereka yang melapor mengaku pernah bersekolah di SPI dari berbagai angkatan," terangnya.

Baca juga: JE, Terdakwa Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah SPI, Juga Berstatus Tersangka Eksploitasi Anak

Bantahan kuasa hukum JE

Kuasa Hukum Sekolah SPI, Jeffry Simatupang membantah telah terjadi eksploitasi ekonomi sebagaimana dilaporkan terhadap kliennya. Menurutnya, terlapor mengajukan diri untuk bekerja.

"Pada waktu itu dia bekerja di sekolah SPI, dia mengajukan diri atas keinginan pribadi tidak ada yang memaksa, si terduga yang melaporkan ini, kalau memang dieksploitasi ngapain kerja di sana, eksploitasi enggak pernah ada," katanya.

Selain itu, kata Jeffry, upah terlapor sudah dibayarkan ketika resign. Hal ini ditunjukkan dengan adanya bukti transfer.

Jeffry bahkan menyebut, JE dan pihak sekolah SPI pernah membiaya pengobatan terlapor saat menjalan perawatan di Malaysia dan Malang. Pengobatan itu menghabiskan dana lebih dari Rp 1 miliar.

Sumber: KOMPAS.com (Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal dan Kontributor Malang dan Batu, Nugraha Perdana | Editor: Priska Sari Pratiwi, Andi Hartik, Pythag Kurniati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Petugas Damkar Jember Cari Balita yang Terseret Arus, Susuri Gorong-gorong Selama 1 Jam

Kisah Petugas Damkar Jember Cari Balita yang Terseret Arus, Susuri Gorong-gorong Selama 1 Jam

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 8 Desember 2022 : Pagi Cerah, Malam Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 8 Desember 2022 : Pagi Cerah, Malam Cerah Berawan

Surabaya
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 08 Desember 2022: Pagi Cerah dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 08 Desember 2022: Pagi Cerah dan Sore Hujan Ringan

Surabaya
Bupati Bangkalan Ditangkap KPK, Kuasa Hukum Soroti Pemeriksaan di Mapolda Jatim

Bupati Bangkalan Ditangkap KPK, Kuasa Hukum Soroti Pemeriksaan di Mapolda Jatim

Surabaya
Antisipasi Aksi Kriminalitas, Polres Lamongan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Antisipasi Aksi Kriminalitas, Polres Lamongan Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Surabaya
Pecah Ban, Avanza Tabrak Tiang PJU Tol Jombang-Mojokerto, Pengemudi Tewas

Pecah Ban, Avanza Tabrak Tiang PJU Tol Jombang-Mojokerto, Pengemudi Tewas

Surabaya
Bupati Bangkalan Ditangkap KPK, Wabup: Saya Tidak Tahu

Bupati Bangkalan Ditangkap KPK, Wabup: Saya Tidak Tahu

Surabaya
Tak Terdampak Abu Vulkanik Semeru, Penerbangan di Bandara Banyuwangi Berjalan Normal

Tak Terdampak Abu Vulkanik Semeru, Penerbangan di Bandara Banyuwangi Berjalan Normal

Surabaya
Suaminya Ternyata Punya Istri Lain, Perempuan di Bangkalan Dikeroyok Istri Tua dan Ibu Mertua

Suaminya Ternyata Punya Istri Lain, Perempuan di Bangkalan Dikeroyok Istri Tua dan Ibu Mertua

Surabaya
Harga Beras di Kediri Naik, Pemkot Jamin Stok Aman

Harga Beras di Kediri Naik, Pemkot Jamin Stok Aman

Surabaya
Kasus Perundungan Siswa SD di Malang, Polisi Ambil Langkah Diversi

Kasus Perundungan Siswa SD di Malang, Polisi Ambil Langkah Diversi

Surabaya
Medan Curam, Bus yang Terjun ke Jurang 30 Meter dan Tewaskan 7 Orang di Magetan, Belum Berhasil Dievakuasi

Medan Curam, Bus yang Terjun ke Jurang 30 Meter dan Tewaskan 7 Orang di Magetan, Belum Berhasil Dievakuasi

Surabaya
Kasus Video Mesum yang Viral di Tuban, Polisi Tangkap Pemeran Perempuan

Kasus Video Mesum yang Viral di Tuban, Polisi Tangkap Pemeran Perempuan

Surabaya
84 Gempa Guncang Jember dalam Sehari, BPBD Sebut Tak Ada Dampak Kerusakan

84 Gempa Guncang Jember dalam Sehari, BPBD Sebut Tak Ada Dampak Kerusakan

Surabaya
Saldo Rp 35 Juta Milik Warga Tulungagung Terkuras Usai Klik Tautan yang Dikirim Orang Tak Dikenal

Saldo Rp 35 Juta Milik Warga Tulungagung Terkuras Usai Klik Tautan yang Dikirim Orang Tak Dikenal

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.