Pedagang Keluhkan Ribetnya Jual Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi: Pasti Jadi Enggak Laku

Kompas.com - 01/07/2022, 17:07 WIB


MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah telah mengeluarkan aturan baru terkait pembelian dan penjualan minyak goreng curah wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Namun kebijakan itu ternyata memunculkan kekhawatiran bagi pedagang minyak goreng di Kota Malang, Jawa Timur. 

Salah satunya dirasakan pedagang di Pasar Kasin, Imam Samsuri, yang khawatir jualannya tak laku karena syarat tersebut. 

Baca juga: 2 Tahun Buron, 2 Pelaku Pembalakan Liar di Malang Ditangkap

"Kalau diterapkan ya kita kurangi stok jualan. Pasti enggak laku jadinya, jadi ribet. Sekarang saya sehari bisa jualan dua jeriken atau 30 liter (minyak goreng curah). Paling nanti saya kurangi satu jeriken, takut enggak laku," kata Imam saat ditemui di Pasar Kasin, Jumat (1/7/2022). 

Pedagang yang sudah berjualan selama 20 tahun itu mengaku masih bingung dengan sistem penjualan dan pembelian dari cara itu.

Ia menyebut, belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah. Hingga kini pun dirinya masih berjualan secara konvensional. 

"Belum paham saya cara itu, jadi belum diterapkan. Pembeli juga enggak ada yang tanya tentang itu, sepertinya ya belum tahu juga. Itu kan kalau enggak salah pakai barcode terus di scan di HP, barcode-nya juga belum punya," jelas Imam. 

Diakuinya untuk penjualan minyak goreng curah saat ini mulai stabil. Kini dia menjual minyak goreng curah dengan harga Rp 14.000 per liter dan Rp 15.500 per kilogramnya.

Baca juga: Gagal Curi Motor karena Tepergok Warga, 2 Pencuri di Malang Sempat Acungkan Celurit

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Sapto Wibowo mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi kepada para pengelola pasar yang ada di Kota Malang terkait kebijakan itu.

Sosialisasi pembelian minyak goreng curah memakai aplikasi PeduliLindungi dilakukan sejak 27 Juni 2022 lalu hingga 2 minggu ke depan.

"Kami sosialisasi ke pengelola pasar dulu, harapannya dari para pengelola pasar yang akan memberi informasi tersebut ke semua pedagang," kata Sapto saat dihubungi via telepon.

Pada aturan baru ini, masyarakat dibatasi bisa membeli minyak goreng curah rakyat (MCGR) sebanyak 10 kilogram per hari setiap orang.

Pemerintah juga memiliki skema bagi para pengecer yang ingin terdaftar pada Program MGCR melalui Sistem Informasi Minyak Goreng Curah atau SIMIRAH.

"Penjual men-download aplikasi SIMIRAH untuk bisa jual dari distributor, penjual ke pembeli atau konsumen pakai aplikasi PeduliLindungi," katanya.

Baca juga: Kontrak Kerja Tak Diperpanjang, 16 Nakes RSUD Lawang Malang Mengadu ke DPRD

Nantinya bila masyarakat belum memiliki aplikasi PeduliLindungi maka tetap bisa membeli minyak goreng curah dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Memang ini bentuk dari regulasi pemerintah pusat bagaimana pun juga harus dilakukan. Namun bila mana masyarakat belum memiliki aplikasi masih memungkinkan bisa menunjukkan NIK," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ponorogo Ekspor 300 Ton Kunyit Kering ke India

Ponorogo Ekspor 300 Ton Kunyit Kering ke India

Surabaya
Istri Siri di Bangkalan Dihabisi oleh Suaminya, Ditemukan Telah Menjadi Kerangka 5 Bulan Setelah Pembunuhan

Istri Siri di Bangkalan Dihabisi oleh Suaminya, Ditemukan Telah Menjadi Kerangka 5 Bulan Setelah Pembunuhan

Surabaya
Jembatan Ngaglik Lamongan Kembali Diperbaiki, Jalur Alternatif Disiapkan

Jembatan Ngaglik Lamongan Kembali Diperbaiki, Jalur Alternatif Disiapkan

Surabaya
Jelang HUT Arema, Ini Imbauan Kapolresta Malang

Jelang HUT Arema, Ini Imbauan Kapolresta Malang

Surabaya
Polisi Periksa 6 Saksi Bentrok Kelompok Perguruan Silat dengan Warga di Malang

Polisi Periksa 6 Saksi Bentrok Kelompok Perguruan Silat dengan Warga di Malang

Surabaya
Elpiji Meledak hingga Hanguskan Seisi Rumah di Banyuwangi, Seorang IRT Alami Luka Bakar

Elpiji Meledak hingga Hanguskan Seisi Rumah di Banyuwangi, Seorang IRT Alami Luka Bakar

Surabaya
Dugaan Korupsi Pembibitan Pisang Mas Kirana yang Rugikan Negara Rp 800 Juta, Kadis Pertanian Lumajang: Bukan Era Saya

Dugaan Korupsi Pembibitan Pisang Mas Kirana yang Rugikan Negara Rp 800 Juta, Kadis Pertanian Lumajang: Bukan Era Saya

Surabaya
Truk Pengangkut Tebu Adu Banteng dengan Avanza di Madiun, 2 Orang Terluka

Truk Pengangkut Tebu Adu Banteng dengan Avanza di Madiun, 2 Orang Terluka

Surabaya
Tim Konselor Beri 'Trauma Healing' pada Korban Pembakaran Rumah di Jember

Tim Konselor Beri "Trauma Healing" pada Korban Pembakaran Rumah di Jember

Surabaya
Anggota DPRD Sumenep Usulkan Pengadaan Kartu Kredit untuk Dewan, Ini Alasannya

Anggota DPRD Sumenep Usulkan Pengadaan Kartu Kredit untuk Dewan, Ini Alasannya

Surabaya
Bawa Pohon Pisang, Mahasiswa Desak Kejari Lumajang Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi

Bawa Pohon Pisang, Mahasiswa Desak Kejari Lumajang Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi

Surabaya
Soal Pembakaran Rumah di Jember, Khofifah: Akar Masalahnya adalah Kepemilikan Kebun Kopi

Soal Pembakaran Rumah di Jember, Khofifah: Akar Masalahnya adalah Kepemilikan Kebun Kopi

Surabaya
Karyawan Pabrik Asal Kediri Ditemukan Tewas di Dalam Sumur di Banyuwangi

Karyawan Pabrik Asal Kediri Ditemukan Tewas di Dalam Sumur di Banyuwangi

Surabaya
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Baru dalam Kasus Pembakaran Rumah di Jember

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Baru dalam Kasus Pembakaran Rumah di Jember

Surabaya
HUT Ke-77 RI, 17.822 Bendera Merah Putih Produksi 77 Penjahit Akan Disebar ke Seluruh Penjuru Banyuwangi

HUT Ke-77 RI, 17.822 Bendera Merah Putih Produksi 77 Penjahit Akan Disebar ke Seluruh Penjuru Banyuwangi

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.