Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kota Malang Resmikan Isoter Pasien Covid-19, Diprediksi Langsung Penuh

Kompas.com - 17/02/2022, 18:53 WIB
Nugraha Perdana,
Andi Hartik

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang resmi mengoperasikan tempat isolasi terpusat (isoter) yang berlokasi di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (17/2/2022).

Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau langsung kesiapan isoter tersebut untuk penampung pasien Covid-19 di Kota Malang.

Sutiaji mengatakan, isoter SKB telah siap digunakan. Menurutnya, masyarakat mendukung penggunaan fasilitas tersebut sebagai isoter.

"Dari masyarakat juga sudah mendukung, ini ada Pak RW dan Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan bersama-sama untuk menjaga. Insyaallah sudah siap hari ini dibuka," kata Sutiaji saat meninjau kesiapan isoter tersebut.

Baca juga: Wali Kota Sutiaji: Kota Malang Marak Prostitusi Online, Terang-terangan Jual Diri

Peresmian isoter itu menyusul kapasitas Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard (RSLIB) yang hampir penuh. Sehingga, pihaknya harus menyiapkan isoter sendiri untuk warga Kota Malang yang terinfeksi Covid-19.

Sutiaji memprediksi, isoter SKB akan penuh pada hari ini, karena masyarakat sedang membutuhkan fasilitas isolasi.

"Kemungkinan penuh, paling saya mikir hari ini sudah. Saya katakan seperti itu karena seminggu lalu dr Kohar yang menjadi penanggungjawab RS Lapangan (RSLIB) bilang, Pak Wali ini sudah terisi 240, kemudian ini sudah 300 lebih," katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Malang Naik, BOR RS Rujukan Covid-19 Capai 73,24 Persen

Sutiaji menyebut, isoter SKB itu khusus untuk warga Kota Malang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan.

Fasilitas yang ada di tempat tersebut seperti tempat tidur dengan kapasitas 52 orang. Selain itu juga tersedia tabung oksigen, tenaga kesehatan dan ambulans.

"Yang tidak bergejala memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah," katanya.

Keberadaan isoter tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus Covid-19 di Kota Malang yang sedang meningkat.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jaksa Tuntut Penjara 4-5 Tahun untuk 16 Pelaku Pengeroyokan Santri hingga Tewas di Blitar

Jaksa Tuntut Penjara 4-5 Tahun untuk 16 Pelaku Pengeroyokan Santri hingga Tewas di Blitar

Surabaya
Pura-pura Sewa Kamar, Pelaku Curanmor Beraksi di Kos Kota Malang

Pura-pura Sewa Kamar, Pelaku Curanmor Beraksi di Kos Kota Malang

Surabaya
Terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, Khofifah: untuk Warga Jatim

Terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, Khofifah: untuk Warga Jatim

Surabaya
Terima Satyalancana, Bupati Banyuwangi Klaim Sudah Turunkan Kemiskinan

Terima Satyalancana, Bupati Banyuwangi Klaim Sudah Turunkan Kemiskinan

Surabaya
6 Pria Perampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang Jadi Tersangka, 4 Ditangkap dan 2 Buron

6 Pria Perampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang Jadi Tersangka, 4 Ditangkap dan 2 Buron

Surabaya
Dalam Sehari, Dua Rumah dan Satu Indekos di Kota Malang Kemasukan Ular

Dalam Sehari, Dua Rumah dan Satu Indekos di Kota Malang Kemasukan Ular

Surabaya
Ditanya soal Status Bupati Sidoarjo, Mendagri: Semua yang Tersangka Akan Dinonaktifkan

Ditanya soal Status Bupati Sidoarjo, Mendagri: Semua yang Tersangka Akan Dinonaktifkan

Surabaya
Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Surabaya
Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Surabaya
Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Surabaya
Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Surabaya
Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Surabaya
Soal Adik Via Vallen Diduga Terlibat Penggelapan Motor, Keluarga: Kami Enggak Tahu Keberadaannya

Soal Adik Via Vallen Diduga Terlibat Penggelapan Motor, Keluarga: Kami Enggak Tahu Keberadaannya

Surabaya
Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Mobil Pribadi Masuk dan Terjebak di Sabana Bromo, TNBTS: Sudah Dapat Teguran Keras

Mobil Pribadi Masuk dan Terjebak di Sabana Bromo, TNBTS: Sudah Dapat Teguran Keras

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com