15 Anak di Surabaya Terjangkit DBD, 1 di Antaranya Meninggal, Begini Penjelasan Dinkes

Kompas.com - 26/01/2022, 10:47 WIB
Ilustrasi nyamuk demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi nyamuk demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 15 anak di wilayah RW 10, Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Adapun satu anak di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 26 Januari 2022

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya langsung menangani kasus DBD di RW 10, Kelurahan Menur Pumpungan itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina memastikan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi terkait laporan 15 anak yang terserang DBD di wilayah RW 10, Menur Pumpungan.

Hasilnya, ditemukan empat kasus DBD dan satu suspek dengan gejala demam, tetapi hasil laboratorium dalam kondisi normal.

"Satu pasien yang suspek ini langsung kami rujuk ke RSU Haji untuk mendapatkan pemantauan yang lebih intensif. Dia juga sudah dirawat secara intensif. Selain itu, tidak ditemukan kasus konfirmasi DBD lainnya," kata Nanik saat dikonfirmasi, Rabu (26/1/2022).

Nanik menambahkan, dinas kesehatan juga telah memeriksa laporan seorang anak meninggal akibat DBD.

Menurut Nanik, berdasarkan hasil keterangan surat persangkaan, penyebab kematian dari RS adalah gagal sirkulasi dan MODS.

Menurut Nanik, berdasarkan hasil konfirmasi lanjutan, pasien yang meninggal itu terkonfirmasi positif DBD berdasarkan hasil laboratorium pada 24 Januari 2022.

"Sebelumnya di tanggal 22 Januari 2022 juga telah dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan hasil normal. Namun, ternyata perubahan kondisi klinis pasien cepat berubah," ujar Nanik.

Oleh karena itu, mengingat cepatnya perubahan kondisi klinis pasien DBD, masyarakat diharapkan segera melakukan pemeriksaan jika menderita demam lebih dari tiga hari.

Baca juga: Asosiasi Guru Ngaji di Surabaya Deklarasi Dukung Airlangga Hartarto Maju Pilpres 2024

Terutama pasien yang mengalami nyeri kepala, mual, nyeri otot, nyeri di belakang bola mata, dan bercak kemerahan di kulit.

"Nah, apabila sudah didiagnosa positif DBD, maka segera melaporkan ke puskesmas terdekat atau ke kelurahan atau kecamatan untuk segera dilakukan penyelidikan epidemiologi, yaitu kegiatan pencarian penderita demam serta pemeriksaan jentik nyamuk penular DBD di rumah penderita dan rumah sekitarnya dalam radius 100 meter," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hewan Ternak di 2 Kecamatan Suspek PMK, Pemkot Surabaya Terapkan 'Lockdown' Wilayah

Hewan Ternak di 2 Kecamatan Suspek PMK, Pemkot Surabaya Terapkan "Lockdown" Wilayah

Surabaya
2 Siswi di Bangkalan Alami Pelecehan Seksual hingga Nekat Loncat dari Angkot, Ini Kronologinya

2 Siswi di Bangkalan Alami Pelecehan Seksual hingga Nekat Loncat dari Angkot, Ini Kronologinya

Surabaya
Berkah Lebaran di Kampung Tahu Kediri, Penjualan Meningkat hingga Perajin Kehabisan Stok

Berkah Lebaran di Kampung Tahu Kediri, Penjualan Meningkat hingga Perajin Kehabisan Stok

Surabaya
Kejari Gresik Kumpulkan Data Terkait Dugaan Pungli Pelantikan Kades Serentak

Kejari Gresik Kumpulkan Data Terkait Dugaan Pungli Pelantikan Kades Serentak

Surabaya
Antisipasi PMK, Pemkab Didesak 'Lockdown' Pasar Hewan di Lumajang

Antisipasi PMK, Pemkab Didesak "Lockdown" Pasar Hewan di Lumajang

Surabaya
Sempat Sembuh dari PMK, Seekor Sapi di Lumajang Ditemukan Mati

Sempat Sembuh dari PMK, Seekor Sapi di Lumajang Ditemukan Mati

Surabaya
Diduga Depresi karena Digugat Cerai Istri, Pria Ini Coba Bunuh Diri di Pusat Perbelanjaan

Diduga Depresi karena Digugat Cerai Istri, Pria Ini Coba Bunuh Diri di Pusat Perbelanjaan

Surabaya
Pasar Hewan di Kota Batu Ditutup Mulai Hari Ini

Pasar Hewan di Kota Batu Ditutup Mulai Hari Ini

Surabaya
Zero Kasus Covid-19, Bupati Lamongan Antusias Sambut Kebijakan Pelonggaran Masker di Ruang Terbuka

Zero Kasus Covid-19, Bupati Lamongan Antusias Sambut Kebijakan Pelonggaran Masker di Ruang Terbuka

Surabaya
Sopir Angkot yang Diduga Culik 2 Siswi SMA Bangkalan ke Surabaya Ditangkap

Sopir Angkot yang Diduga Culik 2 Siswi SMA Bangkalan ke Surabaya Ditangkap

Surabaya
Mengaku Pejabat Inspektorat Jember, Pria Ini Tipu Warga yang Punya Masalah

Mengaku Pejabat Inspektorat Jember, Pria Ini Tipu Warga yang Punya Masalah

Surabaya
Pengakuan Pengantin Pria yang Kabur Tinggalkan Mempelai Wanita di Hari Pernikahan: Tidak Tega, tapi...

Pengakuan Pengantin Pria yang Kabur Tinggalkan Mempelai Wanita di Hari Pernikahan: Tidak Tega, tapi...

Surabaya
Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, Bupati Kediri: Kalau Dalam Ruangan Wajib Pakai

Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, Bupati Kediri: Kalau Dalam Ruangan Wajib Pakai

Surabaya
3 Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo Dipindahkan ke Surabaya

3 Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo Dipindahkan ke Surabaya

Surabaya
Polisi Sebut Banyak Penumpang Tidur Saat Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo

Polisi Sebut Banyak Penumpang Tidur Saat Kecelakaan Bus Pariwisata di Tol Sumo

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.