Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Toko Kue di Surabaya Dibobol Maling, Sejumlah Barang Hilang

Kompas.com - 15/05/2024, 19:30 WIB
Andhi Dwi Setiawan,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Toko kue basah di Jalan Dukuh Kupang XXV/15, Dukuh Pakis, Kota Surabaya, Jawa Timur, dibobol maling pada Rabu (15/5/2024). Sejumlah barang dilaporkan hilang.

Salah satu saksi, Umam mengatakan, pembobolan toko tersebut diduga terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, dia tidak mengetahui kejadian tersebut secara langsung.

"Ketahuanya (pembobolan) pagi, pas aku kerja pukul 05.00 WIB. Iya (karyawanya buka toko), di sini sudah ada polisi tapi enggak pakai seragam," kata Umam ketika ditemui di sekitar lokasi.

Baca juga: Cegah DBD, Petugas Rutin Lakukan Fogging di Asrama Haji Surabaya

Akibat peristiwa itu, sejumlah barang yang ada di dalam rumah hilang. Seperti sepeda motor untuk pengiriman, cetakan kue dan delapan elpiji.

"Kehilanganya sepeda motor itu, cetakan kue, elpiji. Iya depan kacanya (pecah), tapi kalau dilempar rusaknya enggak separah itu," jelasnya.

Baca juga: Oknum Polisi di Surabaya Ditangkap atas Kasus Penipuan dan Penggelapan

Lebih lanjut, kata dia, toko kue basah tersebut hanya beroperasi ketika pagi hingga sore hari. Saat malam, toko itu kosong karena karyawan tidak ada yang menginap.

"CCTV-nya (di dalam bangunan) sepertinya enggak ada, jadi yang dilihat CCTV yang di pintu-pintu tetangga. Kalau siang dibuat jualan, rame banget, tapi pulang semua jadinya sepi," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis, Ipda Bambang Setiawan membenarkan kejadian tersebut. Dia juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

"Tadi sudah cek TKP (Tempat Kejadian Perkara), sudah dalam penyelidikan, untuk bukti nanti dulu, kami dalami dulu ya," kata Bambang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena 'Blindspot'

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena "Blindspot"

Surabaya
Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com