Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Kompas.com - 25/04/2024, 13:00 WIB
Andhi Dwi Setiawan,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tidak masuk daftar kepala daerah yang mendapat penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha di Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/4/2024).

"Kalau Mas Gibran tidak dapat Satyalancana," kata Tito ketika ditemui usai mengikuti upacara Hari Otonomi Daerah (Otda) XXVIII, di Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4/2024).

Baca juga: Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Diketahui, total ada sebanyak 14 kepala daerah yang dipanggil untuk menerima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, dalam rangka upacara Hari Otonomi Daerah. Gibran sendiri tidak dipanggil dalam momen tersebut.

"Kalau yang Satyalancana ini ada kriteria tambahan, di situ yang dapat (Gubernur Jatim) Khofifah (Indar Parawansa), (Wali Kota Medan) Bobby (Afif Nasution), dan (Bupati) Banyuwangi juga dapat," jelasnya.

Baca juga: Jokowi Disebut Akan Berikan Satyalancana ke Gibran dan Bobby, Istana: Tak Ada Agenda ke Surabaya

Tito mengungkapkan, Gibran mendapatkan penghargaan lainnya dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni dalam bidang kinerja pemerintah daerah (pemda) yang cukup baik.

"Beliau (Gibran) menerima penghargaan dari Kemendagri, kinerja pemerintah yang cukup baik, bersama-sama dengan wali kota, kabupaten (bupati), dan provinsi (gubernur)," ujarnya.

Lebih lanjut, Gibran yang dijadwalkan hadir dalam upacara Hari Otda di Surabaya ternyata tidak jadi hadir. Menurut Tito, putra Presiden Joko Widodo itu masih banyak kegiatan.

"Saya memahami Mas Gibran banyak sekali kegiatan, saya juga hadir kemarin waktu di KPU. Mas Gibran langsung melakukan banyak sekali pertemuan dengan Pak Wapres, Presiden," ucapnya.

Tito menghargai pembatalan kehadiran Gibran dalam perayaan tersebut. Sebab, Wapres terpilih periode berikutnya itu tengah banyak agenda dalam beberapa hari terakhir.

"Saya sangat bisa memahami sampai malam dia, sedangkan kita acaranya pagi di sini. Saya mendapat informasi beliau tidak dapat hadir karena waktunya sangat mepet sekali," katanya.

Diketahui, sejumlah kepala daerah menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Mereka adalah, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir; Bupati Kulon Progo, H. Sutedjo; Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

Selanjutnya, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah; Bupati Badung Bali, I Nyoman Giri Prasta; Bupati Hulu Sungai Selatan, Achmad Fikry; Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa; Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Terakhir, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution; Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto; Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi; Wali Kota Serang, Dr. H. Syafrudin, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Baca juga: Mengenal Satyalancana Karya Bhakti Praja yang Akan Diberikan Jokowi ke Gibran dan Bobby

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com