Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

355 CJH Asal Kota Malang Belum Melunasi Biaya Haji

Kompas.com - 10/05/2023, 15:39 WIB
Nugraha Perdana,
Andi Hartik

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 355 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Malang, Jawa Timur, belum melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Selain karena BPIH pada 2023 naik, penyebab lainnya karena nomor telepon CJH berubah sehingga sulit dihubungi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Achmad Shampton mengatakan, total ada 1.147 CJH asal Kota Malang yang akan berangkat tahun ini. Namun, masih 792 CJH yang melunasi BPIH.

"Batas pelunasan pada 12 Mei, karena tanggal 23 Mei ini sudah berangkat ke asrama haji (Sukolilo, Surabaya). Kemudian hanya sehari semalam, tanggal 24 Mei berangkat ke Arab Saudi," kata Achmad Shampton pada Rabu (10/5/2023).

Baca juga: IDI Malang Tolak RUU Kesehatan demi Melindungi Masyarakat

Dia menyampaikan, BPIH tahun 2023 di Jawa Timur termahal mencapai Rp 96 juta. Namun, rata-rata BPIH untuk CJH reguler sebesar Rp 56 juta.

Sementara itu, nilai pelunasan BPIH yang harus dipenuhi oleh CJH tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: 2 Prajurit Lantamal V Surabaya Diperiksa Pomal, Buntut Kendarai Bus dan Terobos Pelintasan KA di Malang

Tahun ini, rata-rata kekurangan biaya haji yang harus dilunasi oleh CJH sebesar Rp 20 juta hingga Rp 40 juta.

"Biasanya pelunasan kekurangan itu Rp 12 juta, Rp 13 juta. Tahun ini rata-rata kekurangan jemaah sekitar Rp 20 juta sampai Rp 40 juta," katanya.

Kemudian, bagi CJH yang tertunda atau seharusnya berangkat pada 2020 dan 2021 serta sudah melunasi di tahun tersebut tidak perlu ada penambahan biaya BPIH.

Para CJH yang berangkat pada tahun ini merupakan CJH yang sudah mendaftar sejak 2011.

"Sebelum berangkat, Kantor Kemenag Kota Malang mengadakan bimbingan manasik haji, dari 10 sampai 18 Mei," katanya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Tulungagung Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Ribuan Ulat Bulu “Serang” Permukiman di Ponorogo, Warga: Gatal-gatal meski Sudah Mandi

Ribuan Ulat Bulu “Serang” Permukiman di Ponorogo, Warga: Gatal-gatal meski Sudah Mandi

Surabaya
Isa Bajaj Minta Pemkab Pasang CCTV di Alun-alun Magetan Usai Insiden yang Menimpa Anaknya

Isa Bajaj Minta Pemkab Pasang CCTV di Alun-alun Magetan Usai Insiden yang Menimpa Anaknya

Surabaya
Gibran dan Bobby Disebut Akan Terima Satyalencana dari Presiden Jokowi di Surabaya

Gibran dan Bobby Disebut Akan Terima Satyalencana dari Presiden Jokowi di Surabaya

Surabaya
Bendahara PNPM di Magetan Dijebloskan ke Sel

Bendahara PNPM di Magetan Dijebloskan ke Sel

Surabaya
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Surabaya
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 24 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Surabaya
Maafkan Pria yang Tabrak Anaknya, Isa Bajaj: Dia Tak Sengaja Menyakiti Putri Saya

Maafkan Pria yang Tabrak Anaknya, Isa Bajaj: Dia Tak Sengaja Menyakiti Putri Saya

Surabaya
Pengamat soal Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres: Saatnya Fase Rekonsiliasi

Pengamat soal Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres: Saatnya Fase Rekonsiliasi

Surabaya
5 Kearifan Lokal di Jawa Timur, Ada Upacara Kasada dan Toron

5 Kearifan Lokal di Jawa Timur, Ada Upacara Kasada dan Toron

Surabaya
Jasa Tur di Surabaya Dilaporkan karena Dugaan Penipuan, Total Kerugian Rp 166 Juta

Jasa Tur di Surabaya Dilaporkan karena Dugaan Penipuan, Total Kerugian Rp 166 Juta

Surabaya
RSUD dr. Iskak Tulungagung Tangani Bayi Kembar Siam Dempet Pantat

RSUD dr. Iskak Tulungagung Tangani Bayi Kembar Siam Dempet Pantat

Surabaya
Heboh Puluhan Sapi di Nganjuk Mati Mendadak, Diduga Keracunan

Heboh Puluhan Sapi di Nganjuk Mati Mendadak, Diduga Keracunan

Surabaya
Dilaporkan Kasus Penganiayaan, Anak DPRD Surabaya Penuhi Panggilan Polisi

Dilaporkan Kasus Penganiayaan, Anak DPRD Surabaya Penuhi Panggilan Polisi

Surabaya
Mobil Pikap Terbalik di Lamongan Usai Tabrak Median Jalan, Motor dan Warung

Mobil Pikap Terbalik di Lamongan Usai Tabrak Median Jalan, Motor dan Warung

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com