5 Warga Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan, Ini Kata Wali Kota Surabaya

Kompas.com - 20/07/2022, 20:21 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak lima pemuda asal Bronggalam Sawah, Tambaksari, Surabaya, tewas usai menanggak minuman oplosan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut prihatin dengan kejadian tersebut. Sehingga, ia pun menggandeng pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap penjual miras tak berizin di Kota Pahlawan.

"Kita pasti koordinasi dengan kepolisian untuk pengawasan (miras tak berizin)," kata Eri kepada wartawan di Surabaya, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Pesta Miras Oplosan di Surabaya Renggut 5 Korban Jiwa

Eri menjelaskan, minuman keras ini sudah ada dalam peraturan dan hanya diperbolehkan dikonsumi jika memiliki izin di tempat-tempat tertentu.

"Di mana, miras itu juga termasuk kegiatan yang risikonya sedang, dikeluarkan (aturan) oleh provinsi," kata Eri.

"Kita sudah koordinasi dengan provinsi, Kadis Pariwisata Jatim, untuk menyampaikan bahwa tempat yang dikeluarkan izinnya oleh pemkot, sejak tahun 2021 dengan PP No. 5, maka mereka harus update kembali melalui aplikasinya karena masuk resiko sedang," lanjut dia.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini, 20 Juli 2022 : Cerah Sepanjang Hari

Menurut Eri, jika tidak memiliki izin, maka tempat tersebut harus mengajukan izin terlebih dahulu ke provinsi.

Karena itu, Eri menegaskan, tak boleh lagi ada jual beli miras apalagi oplosan secara serampangan.

Baca juga: Beredar Video Hoaks Sandal Rhoma Irama Hilang di Masjid di Banjarmasin, Pengurus Lapor Polisi

 

Untuk penjual miras di sembarang tempat dan tak berizin, seperti penjual miras berkedok warung akan dilakukan pengawasan.

Terlebih menjual miras oplosan telah membahayakan nyawa warganya.

"Kalau warung jelas tidak boleh, wong minimarket juga nggak boleh.  Sekarang kita fokuskan, tingkatkan lagi Satpol PP untuk melakukan evaluasi dan sidak lapangan," tutur Eri.

Ia berharap, seluruh warga Surabaya saling bergotong royong menjaga keamanan lingkungannya. Sebab tidak cukup jika hanya mengandalkan pemerintah saja.

"Kalau masyarakat membiarkan ada minuman keras di lingkungannya, terus mau jadi apa. Makanya, ini waktunya kita gotong royong dan mencintai lingkungan kita. Kalau ada yang seperti itu (penjual miras oplosan) laporkan," ucap Eri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Eks Kades di Probolinggo Dilempar Bom Ikan

Rumah Eks Kades di Probolinggo Dilempar Bom Ikan

Surabaya
Terdaftar sebagai Penerima Bansos tetapi Tak Dapat Undangan, Warga Sumenep Geruduk Kantor Pos

Terdaftar sebagai Penerima Bansos tetapi Tak Dapat Undangan, Warga Sumenep Geruduk Kantor Pos

Surabaya
Dekan FH UB Malang Sebut Sudah Bertemu Mahasiswa yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Hasilnya

Dekan FH UB Malang Sebut Sudah Bertemu Mahasiswa yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Hasilnya

Surabaya
DP3A Kabupaten Malang Beri Pendampingan Psikologis kepada 600 Korban Tragedi Kanjuruhan

DP3A Kabupaten Malang Beri Pendampingan Psikologis kepada 600 Korban Tragedi Kanjuruhan

Surabaya
Korupsi Dana Bagi Hasil Cukai, Pejabat Diskominfo Pamekasan Divonis 4 Tahun Penjara

Korupsi Dana Bagi Hasil Cukai, Pejabat Diskominfo Pamekasan Divonis 4 Tahun Penjara

Surabaya
Terdaftar sebagai Penerima Bansos tapi Tak Terima Undangan Pencairan, Warga Sumenep: Kami Hanya Rakyat Kecil

Terdaftar sebagai Penerima Bansos tapi Tak Terima Undangan Pencairan, Warga Sumenep: Kami Hanya Rakyat Kecil

Surabaya
Tolak RUU Omnibus Law Kesehatan, Dokter dan Nakes di Jombang Demo

Tolak RUU Omnibus Law Kesehatan, Dokter dan Nakes di Jombang Demo

Surabaya
Sosok Bripda Anam yang Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Polri, Berjuang Jadi Polisi hingga Kerap Tidur di SPBU

Sosok Bripda Anam yang Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Polri, Berjuang Jadi Polisi hingga Kerap Tidur di SPBU

Surabaya
Wali Kota Surabaya Marah dan Banting Berkas Rekam Medis di RSUD Dr Soewandhie: Wargaku Kalian Suruh Nunggu Lama

Wali Kota Surabaya Marah dan Banting Berkas Rekam Medis di RSUD Dr Soewandhie: Wargaku Kalian Suruh Nunggu Lama

Surabaya
Suami di Probolinggo Bacok Tetangga, Istrinya Selingkuh dengan Korban Saat Ditinggal Kerja ke Kalimantan

Suami di Probolinggo Bacok Tetangga, Istrinya Selingkuh dengan Korban Saat Ditinggal Kerja ke Kalimantan

Surabaya
Rokok Ilegal Masih Ditemukan di Toko Kelontong, Bea Cukai Malang Lakukan Sosialisasi

Rokok Ilegal Masih Ditemukan di Toko Kelontong, Bea Cukai Malang Lakukan Sosialisasi

Surabaya
Selidiki Kebakaran Pasar Kesamben Blitar, Tim Labfor Fokus Teliti 4 Kios

Selidiki Kebakaran Pasar Kesamben Blitar, Tim Labfor Fokus Teliti 4 Kios

Surabaya
Duka Keluarga Bripda Anam di Magetan, Sang Ayah Sempat Hubungi Putranya Sebelum Helikopter Jatuh di Babel

Duka Keluarga Bripda Anam di Magetan, Sang Ayah Sempat Hubungi Putranya Sebelum Helikopter Jatuh di Babel

Surabaya
Golkar Jatim: Kalau Tanda Kerutan Wajah, Pak Airlangga Juga Punya, Bahkan Mata Menghitam Kurang Tidur

Golkar Jatim: Kalau Tanda Kerutan Wajah, Pak Airlangga Juga Punya, Bahkan Mata Menghitam Kurang Tidur

Surabaya
ABG Jombang Disekap di Tangerang, Hanya Diberi Makan Sekali Sehari hingga Disetubuhi

ABG Jombang Disekap di Tangerang, Hanya Diberi Makan Sekali Sehari hingga Disetubuhi

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.