Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Paman di Kediri Cabuli Keponakan, Terungkap Setelah Korban Mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Kompas.com - 14/07/2022, 08:19 WIB
M Agus Fauzul Hakim,
Andi Hartik

Tim Redaksi

KEDIRI, KOMPAS.com - Kasus pencabulan oleh paman terhadap keponakan di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terungkap dengan cara yang tidak biasa. Kasus itu terungkap setelah korban mengalami kecelakaan lalu lintas.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Kediri, Inspektur Dua Polisi Yahya Ubaid mengatakan, terungkapnya kasus pencabulan itu bermula saat korban yang masih berusia 15 tahun dilarikan ke RS Bhayangkara Kota Kediri karena mengalami luka-luka usai kecelakaan lalu lintas.

"Dari penanganan itu dokter juga mendiagnosis bahwa korban tengah hamil," ujar Ipda Yahya kepada Kompas.com, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Sakit Hati Sering Di-bully, Remaja di Kediri Bacok Tetangga

Hal tersebut membuat pihak keluarga kaget karena korban belum berumah tangga. Pihak keluarga kemudian mendekati korban untuk mencari tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas kehamilannya.

Pihak keluarga semakin kaget karena ternyata pelakunya adalah orang dekatnya sendiri, yakni J (45), yang tak lain adalah paman korban.

Baca juga: Detik-detik Sapi Kurban di Kediri Lepas dan Masuk ke Toko Buku, Pemilik Sempat Matikan Lampu

Orangtua korban lantas membawa permasalahan itu ke ranah hukum untuk mendapatkan keadilan.

"Pamannya itu saat ini sudah kami amankan," ujar Yahya.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Kediri, Inspektur Satu Polisi Uji Langgeng mengatakan, selama ini korban tinggal di rumah pamannya karena orangtuanya bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran.

"Korban ini ikut pelaku. Karena orangtuanya kerja di luar negeri. Setelah orangtuanya pulang dan korban mengalami kecelakaan baru terbongkar," ujar Uji Langgeng dalam keterangannya.

Pelaku, kata Uji Langgeng, mencabuli korban di kamar korban dalam rentang waktu sejak tahun 2019 hingga tahun 2022.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Museum Panji di Malang: Sejarah, Koleksi, Harga Tiket, dan Jam Buka

Museum Panji di Malang: Sejarah, Koleksi, Harga Tiket, dan Jam Buka

Surabaya
Respons Bobby Saat Disinggung soal Menantu Presiden Usai Terima Satyalancana

Respons Bobby Saat Disinggung soal Menantu Presiden Usai Terima Satyalancana

Surabaya
Beredar Pesan Bupati Lamongan Minta Uang, Diskominfo: Penipuan

Beredar Pesan Bupati Lamongan Minta Uang, Diskominfo: Penipuan

Surabaya
Jaksa Tuntut Penjara 4-5 Tahun untuk 16 Pelaku Pengeroyokan Santri hingga Tewas di Blitar

Jaksa Tuntut Penjara 4-5 Tahun untuk 16 Pelaku Pengeroyokan Santri hingga Tewas di Blitar

Surabaya
Pura-pura Sewa Kamar, Pelaku Curanmor Beraksi di Kos Kota Malang

Pura-pura Sewa Kamar, Pelaku Curanmor Beraksi di Kos Kota Malang

Surabaya
Terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, Khofifah: untuk Warga Jatim

Terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, Khofifah: untuk Warga Jatim

Surabaya
Terima Satyalancana, Bupati Banyuwangi Klaim Sudah Turunkan Kemiskinan

Terima Satyalancana, Bupati Banyuwangi Klaim Sudah Turunkan Kemiskinan

Surabaya
6 Pria Perampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang Jadi Tersangka, 4 Ditangkap dan 2 Buron

6 Pria Perampok Rumah Pegawai Koperasi di Malang Jadi Tersangka, 4 Ditangkap dan 2 Buron

Surabaya
Dalam Sehari, Dua Rumah dan Satu Indekos di Kota Malang Kemasukan Ular

Dalam Sehari, Dua Rumah dan Satu Indekos di Kota Malang Kemasukan Ular

Surabaya
Ditanya soal Status Bupati Sidoarjo, Mendagri: Semua yang Tersangka Akan Dinonaktifkan

Ditanya soal Status Bupati Sidoarjo, Mendagri: Semua yang Tersangka Akan Dinonaktifkan

Surabaya
Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Mantan Wabup Bondowoso Ikut Penjaringan Calon Bupati Blitar melalui PDI-P

Surabaya
Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Mendagri: Mas Gibran Tak Dapat Satyalancana, tapi Penghargaan Lain

Surabaya
Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Banjir Lahar Semeru Kembali Menerjang, 11 Rumah Terdampak

Surabaya
Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Usai Cekik Istrinya, Suami di Tuban Datangi Kantor Polisi dan Minta Izin Menginap

Surabaya
Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Gibran Tak Hadiri Penyematan Penghargaan Satyalancana di Surabaya

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com