Usai Lomba Dance Dibubarkan Petugas, Pengelola Matos Setop Bikin Acara

Kompas.com - 11/02/2022, 14:48 WIB


MALANG, KOMPAS.com - Pengelola pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos) memutuskan untuk meniadakan acara apapun usai pembubaran acara lomba dance oleh Polresta Malang Kota pada Minggu (6/2/2022). 

Direktur Matos Fifi Trisjanti mengatakan, peniadaan acara dilakukan hingga kasus Covid-19 di Kota Malang melandai.

Fifi menuturkan, pihaknya sebenarnya sudah mendapatkan lampu hijau dari Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto jika ingin kembali mengadakan acara dengan prokes.

Baca juga: Warga Siluman di Kota Malang Sumbang Lonjakan Kasus Covid-19

Hal itu, kata dia, disampaikan Kabarhakam saat meninjau penerapan prokes Matos pada Jumat (11/2/2022). 

"Tadi Pak Kabaharkam ngomong, kalau ibu mau bikin event apapun terserah. Tapi saya bilang enggak dulu, saya mengutamakan prokes karena orang banyak datang itu sulit dikendalikan event sekecil apapun," ungkapnya, Jumat.

Terkait acara dance yang digelar beberapa hari lalu, Fifi mengatakan, pengunjung yang datang saat itu relatif sedikit. 

"Tingkat kunjungan hari Minggu itu sebenarnya sedikit. Cuma kita tahu hari itu kan hujan dari siang sampai malam, jadi orang yang harusnya pulang ya masih ngendon (bertahan) di situ," katanya.

Bahkan, menurutnya, jumlah pengunjung sehari sebelumnya pada Sabtu (5/2/2022) jauh lebih tinggi ketimbang hari Minggu. 

"Sedangkan Minggu itu mereka (pengunjung) enggak pergi-pergi karena hujan. Meski itu cuma komunitas dansa-dansa, cuma 18 orang ya namanya event mereka sukalah. Nah itu yang terjadi, tapi abis itu dibubarkan ya sudah," jelasnya.

Baca juga: Sekolah di Kota Malang Kembali Terapkan Belajar Daring, Sutiaji: Kita Cooling Down Dulu...

Fifi menjelaskan, acara lomba dance itu sebenarnya digelar untuk meningkatkan daya beli pengunjung yang merosot akibat pandemi Covid-19. 

"Mayoritas tenant itu UMKM, jadi mereka kurang kuat untuk bertahan karena ada biaya yang harus dikeluarkan, jadi sekarang banyak yang tutup," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolsek Klojen Kompol Domingos Ximenes melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Eko Novianto mengatakan, acara dance tersebut terpaksa dihentikan karena berpotensi menimbulkan kerumunan.

Hal ini menyesuaikan aturan yang ada pada Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 7 Tahun 2022 dan Inmendagri Nomor 6 Tahun 2022 bahwa Kota Malang masuk dalam kategori PPKM Level 2.

"Sebagai antisipasi meningkatnya varian Omicron, di mana lonjakan kasus harian Covid-19 sangat signifikan di Kota Malang, kami ambil tindakan tegas dengan menghentikan lomba cover dance antarklub di Matos," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KLM Cinta Kembar Hilang Kontak di Perairan Sumenep, 3 ABK Belum Ditemukan

KLM Cinta Kembar Hilang Kontak di Perairan Sumenep, 3 ABK Belum Ditemukan

Surabaya
Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan 12.000 Hektar Kawasan Industri di IKN

Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan 12.000 Hektar Kawasan Industri di IKN

Surabaya
Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga di Kota Malang Pakai Air Sungai

Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga di Kota Malang Pakai Air Sungai

Surabaya
Penjelasan PLN Soal Denda Rp 80 Juta pada Dokter di Surabaya, Temukan Kabel Jumper di Meteran Listrik

Penjelasan PLN Soal Denda Rp 80 Juta pada Dokter di Surabaya, Temukan Kabel Jumper di Meteran Listrik

Surabaya
Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Kawah Ijen Dibatasi Kurang dari 100 Orang

Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Kawah Ijen Dibatasi Kurang dari 100 Orang

Surabaya
Pekerja Pabrik di Blitar Tewas Tertimpa Tumpukan Karung Gula

Pekerja Pabrik di Blitar Tewas Tertimpa Tumpukan Karung Gula

Surabaya
Diduga Pukul Istri, Oknum Karyawan Perhutani di Sumenep Ditetapkan Tersangka KDRT

Diduga Pukul Istri, Oknum Karyawan Perhutani di Sumenep Ditetapkan Tersangka KDRT

Surabaya
Temuan Perahu Diduga Peninggalan Kerajaan Powan Berbentuk Kayu, Hasil Pemeriksaan Dikirim ke BPCB Trowulan

Temuan Perahu Diduga Peninggalan Kerajaan Powan Berbentuk Kayu, Hasil Pemeriksaan Dikirim ke BPCB Trowulan

Surabaya
Detik-detik Tabrakan 2 Truk di Gresik, 2 Sopir Terluka

Detik-detik Tabrakan 2 Truk di Gresik, 2 Sopir Terluka

Surabaya
Mahasiswa Lempari Kantor Bupati Pamekasan dengan Telur Busuk, Ini Penyebabnya

Mahasiswa Lempari Kantor Bupati Pamekasan dengan Telur Busuk, Ini Penyebabnya

Surabaya
3 Pelajar Surabaya Dikeroyok dan Disundut Rokok, Terduga Pelaku Ditangkap

3 Pelajar Surabaya Dikeroyok dan Disundut Rokok, Terduga Pelaku Ditangkap

Surabaya
Tak Ada Pengibaran Bendera Merah Putih Saat 17 Agustus di Puncak Gunung Raung

Tak Ada Pengibaran Bendera Merah Putih Saat 17 Agustus di Puncak Gunung Raung

Surabaya
Pria di Sumenep Culik dan Aniaya Mantan Istri di Dalam Mobil, Ini Motifnya

Pria di Sumenep Culik dan Aniaya Mantan Istri di Dalam Mobil, Ini Motifnya

Surabaya
Kerangka Manusia Ditemukan Terpendam Material Gunung Semeru, Identitas Belum Diketahui

Kerangka Manusia Ditemukan Terpendam Material Gunung Semeru, Identitas Belum Diketahui

Surabaya
Ribuan Santri Tapak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KH As'ad Syamsul Arifin Saat Dikejar Belanda ke Madura

Ribuan Santri Tapak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KH As'ad Syamsul Arifin Saat Dikejar Belanda ke Madura

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.