Siswi SMK di Tuban Nekat Curi Emas 50 Gram Milik Majikannya demi Penuhi Gaya Hidup

Kompas.com - 04/02/2022, 20:48 WIB

TUBAN, KOMPAS.com - Seorang siswi SMK di Kabupaten Tuban berinisial NN (18), nekat mencuri satu keping emas batangan seberat 50 gram milik WI (53), warga Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Remaja yang berasal dari Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat tersebut diketahui masih duduk di bangku kelas XII dan sudah dua tahun tinggal di rumah WI sebagai asisten rumah tangga.

Baca juga: Sejarah Kabupaten Tuban, dari Hari Jadi, Legenda, hingga Julukan Kota Wali

 

Emas 50 gram raib

Kapolres Tuban, AKBP Darman mengatakan, aksi pencurian tersebut diketahui pada Kamis (13/1/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat itu, korban membersihkan rumah dan mengganti kunci pintu karena merasa sering kehilangan barang.

Pada saat itu, korban membuka lemari yang berada di kamar tempat rias dan mengambil sebuah paralon yang digunakan untuk menyimpan emas dan uangnya.

"Korban terkejut, saat mendapati emas seberat 50 gram dan uang yang ia simpan raib," kata AKBP Darman, saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (4/2/2022).

Baca juga: Kakak Adik di Tuban Jadi Korban Investasi Bodong, Setor Rp 173 Juta: Itu Uang Tabungan dan Beasiswa Kuliah

Lapor ke polisi

Korban pun melaporkan kejadian pencurian tersebut ke kantor polisi.

Selanjutnya, jajaran Satreskrim Polres Tuban langsung menindaklanjuti laporan itu dan mengamankan pelaku yang selama ini sudah memahami seluk beluk rumah majikannya tersebut.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Usut Penjualan Pupuk Subsidi Ilegal ke Tuban dan Ponorogo

 

"Jadi pelaku memang sudah tahu seluk beluk rumah tersebut sepertinya memperhatikan majikannya saat menaruh emas dan uang di dalam paralon itu," tuturnya.

Pelaku melakukan aksinya saat rumah dalam keadaan sepi, sehingga pelaku dapat leluasa memasuki kamar dan mengambil emas dan uang yang disimpan oleh majikannya.

"Emas curian itu kemudian digadaikan di kantor pegadaian cabang Merakurak sebesar Rp 36.700.000," ungkapnya.

Baca juga: Seorang Kakek di Tuban Perkosa Gadis Keterbelakangan Mental

6 kali beraksi demi gaya hidup

Darman menyampaikan, berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku telah melakukan pencurian uang korban sebanyak 6 kali, mulai dari uang Rp 1 juta, Rp 5 juta bahkan ada yang Rp 11 juta.

"Akibat pencurian yang selama ini terjadi di rumahnya, korban ditaksir mengalami kerugian material sebesar Rp 45 juta," ujarnya.

Pelaku mengaku uang hasil menjual emas dan uang tersebut dipergunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau gaya hidup.

"Kini, pelaku ditetapkan tersangka dengan jeratan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu yang Jadi Tersangka Menangis Saat Dipertemukan dengan Bayi yang Sempat Dibuangnya

Ibu yang Jadi Tersangka Menangis Saat Dipertemukan dengan Bayi yang Sempat Dibuangnya

Surabaya
JPU Pastikan Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah SPI Bukan Rekayasa

JPU Pastikan Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah SPI Bukan Rekayasa

Surabaya
Soal Pengelolaan Sampah di Kota Malang, Sutiaji: Peran Semua Pihak Krusial...

Soal Pengelolaan Sampah di Kota Malang, Sutiaji: Peran Semua Pihak Krusial...

Surabaya
Wakil Wali Kota Surabaya Minta ASN Gunakan Sepatu Produksi Warga Eks Lokalisasi Dolly

Wakil Wali Kota Surabaya Minta ASN Gunakan Sepatu Produksi Warga Eks Lokalisasi Dolly

Surabaya
Petugas Bongkar Bangunan yang Diduga Bekas Tempat Ritual di Bojonegoro, Temukan Surat Tagihan Bank

Petugas Bongkar Bangunan yang Diduga Bekas Tempat Ritual di Bojonegoro, Temukan Surat Tagihan Bank

Surabaya
Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Tahun 2021 Tak Kunjung Cair, untuk Honor Terpaksa Berutang

Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Tahun 2021 Tak Kunjung Cair, untuk Honor Terpaksa Berutang

Surabaya
Khofifah: Ada Unsur Premanisme dalam Konflik Warga di Jember

Khofifah: Ada Unsur Premanisme dalam Konflik Warga di Jember

Surabaya
Detik-detik Kecelakaan yang Libatkan Bus Sugeng Rahayu di Madiun, 3 Pengendara Motor Tewas

Detik-detik Kecelakaan yang Libatkan Bus Sugeng Rahayu di Madiun, 3 Pengendara Motor Tewas

Surabaya
Latihan TNI AU di Lumajang Curi Perhatian Warga, Bupati Siapkan Tribune untuk Wisata Militer

Latihan TNI AU di Lumajang Curi Perhatian Warga, Bupati Siapkan Tribune untuk Wisata Militer

Surabaya
Soal Kasus Stunting di Kota Malang, Dinkes: Yang Tinggi di Kecamatan Lowokwaru

Soal Kasus Stunting di Kota Malang, Dinkes: Yang Tinggi di Kecamatan Lowokwaru

Surabaya
Puluhan Batang Kayu Jati Tak Bertuan Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Puluhan Batang Kayu Jati Tak Bertuan Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Surabaya
Transaksi COD, Warga Malang Ditipu Pembeli

Transaksi COD, Warga Malang Ditipu Pembeli

Surabaya
Sampah Menggunung di Lahan Kosong Puntodewo Malang, Warga Mengira Tempat Pembuangan

Sampah Menggunung di Lahan Kosong Puntodewo Malang, Warga Mengira Tempat Pembuangan

Surabaya
Bocah SD di Sumenep Diduga Diperkosa, Korban Diseret ke Semak-semak, Pelaku Kabur

Bocah SD di Sumenep Diduga Diperkosa, Korban Diseret ke Semak-semak, Pelaku Kabur

Surabaya
Bermain di Sungai Saat Ibu Memasak, Bocah di Magetan Ditemukan Tewas Mengambang

Bermain di Sungai Saat Ibu Memasak, Bocah di Magetan Ditemukan Tewas Mengambang

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.