Soal Larangan Mudik Lebaran, Gubernur Khofifah: Kami Setuju, Tolong Dijaga Sedikit Lagi...

Kompas.com - 30/03/2021, 23:32 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ketika menyampaikan sambutan di pendopo kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Kamis (04/03/2021). SLAMET WIDODOGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ketika menyampaikan sambutan di pendopo kabupaten Trenggalek Jawa Timur, Kamis (04/03/2021).

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat tidak mudik pada Idul Fitri 1442 Hijriyah. Langkah itu dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Khofifah mengatakan, kebijakan pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 bertujuan menekan kasus Covid-19 yang mulai terkendali di sejumlah daerah.

Baca juga: Tak Bisa Larang Mudik, Bupati Karanganyar Minta Warga yang Pulang Lapor RT dan Rapid Antigen

"Pelarangan mudik sudah diumumkan Menko PMK, kami setuju. Tolong dijaga sedikit lagi," kata Khofifah di Kota Malang dikutip dari Antara, Selasa (30/3/2021).

Khofifah menjelaskan, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 mulai melandai di Jawa Timur. Sehingga, masyarakat bisa ikut menekan penyebaran virus corona.

Menurut mantan Menteri Sosial itu, vaksinasi Covid-19 terus berjalan di Jawa Timur. Masyarakat juga terus diingatkan agar disiplin menjaga protokol kesehatan ketat.

Ia berharap, upaya itu mampu menekan penambahan kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

"Untuk saat ini, suasana sudah landai, sudah kondusif untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Ini usaha kita bersama, maka untuk tidak mudik pada Idul Fitri ini, agar berseiring dengan upaya untuk menghentikan penyebaran Covid-19," kata Khofifah.

Baca juga: Khofifah Minta Laporkan jika Dana Hibah Pemprov Jatim Disunat, Tahun Ini Dianggarkan Rp 1,2 Triliun

Hingga saat ini, di Jawa Timur, secara keseluruhan ada sebanyak 138.996 kasus konfirmasi positif Covid-19.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 127.092 orang dinyatakan sembuh, sementara sebanyak 9.854 orang dilaporkan meninggal dunia.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukan Akibat Vaksin Covid-19, Pria di Pamekasan Muntah Darah Usai Disuntik, Ini Faktanya

Bukan Akibat Vaksin Covid-19, Pria di Pamekasan Muntah Darah Usai Disuntik, Ini Faktanya

Surabaya
659.411 Warga Surabaya Sudah Divaksin, Pemkot Target Sehari 50.000 Orang

659.411 Warga Surabaya Sudah Divaksin, Pemkot Target Sehari 50.000 Orang

Surabaya
Berkat Menanam Porang, Warga di Desa Ini Keluar dari Kemiskinan, bahkan Bisa Beli Mobil dan Rumah

Berkat Menanam Porang, Warga di Desa Ini Keluar dari Kemiskinan, bahkan Bisa Beli Mobil dan Rumah

Surabaya
Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa di Lumajang Jadi 6 Orang

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa di Lumajang Jadi 6 Orang

Surabaya
Gempa Malang Terasa hingga Surabaya, Ratusan Pengunjung Royal Plaza Lari Berhamburan Keluar

Gempa Malang Terasa hingga Surabaya, Ratusan Pengunjung Royal Plaza Lari Berhamburan Keluar

Surabaya
8 Taman di Surabaya yang Dibuka Besok Bakal Terapkan Prokes Ketat

8 Taman di Surabaya yang Dibuka Besok Bakal Terapkan Prokes Ketat

Surabaya
Mengenang Rau, Bocah 2 Tahun yang Alami Sindrom Putri Tidur, 16 Bulan Tertidur, Meninggal Setelah Dioperasi

Mengenang Rau, Bocah 2 Tahun yang Alami Sindrom Putri Tidur, 16 Bulan Tertidur, Meninggal Setelah Dioperasi

Surabaya
Pria Ini Tetap Bunuh Bocah 8 Tahun meski Tahu Salah Sasaran, Menyesal tapi Sebut Harus Dilakukan

Pria Ini Tetap Bunuh Bocah 8 Tahun meski Tahu Salah Sasaran, Menyesal tapi Sebut Harus Dilakukan

Surabaya
Bocah Ini Tetap Dibunuh Kerabat Ibunya meski Pelaku Tahu Salah Sasaran, Tak Ingin Korban Tersiksa

Bocah Ini Tetap Dibunuh Kerabat Ibunya meski Pelaku Tahu Salah Sasaran, Tak Ingin Korban Tersiksa

Surabaya
Suami di Kediri Jual Istri Rp 1 Juta untuk Kencan dengan Pria Lain, Ditangkap Saat Menemani di Kamar Hotel

Suami di Kediri Jual Istri Rp 1 Juta untuk Kencan dengan Pria Lain, Ditangkap Saat Menemani di Kamar Hotel

Surabaya
Kronologi Guru dan Kepsek Menyulut Tangan 10 Siswa dengan Korek Api, Berawal Uang Rp 12.500 Hilang

Kronologi Guru dan Kepsek Menyulut Tangan 10 Siswa dengan Korek Api, Berawal Uang Rp 12.500 Hilang

Surabaya
Guru yang Sulut 10 Siswanya gara-gara Uang Rp 12.500 Dipecat, Kepsek yang Terlibat Dicopot

Guru yang Sulut 10 Siswanya gara-gara Uang Rp 12.500 Dipecat, Kepsek yang Terlibat Dicopot

Surabaya
Ketika Pelajar SMP Bertanya ke Wakil Bupati Trenggalek: Kapan Kami Divaksin, Pak?

Ketika Pelajar SMP Bertanya ke Wakil Bupati Trenggalek: Kapan Kami Divaksin, Pak?

Surabaya
Kronologi Pasutri Dirampok, Lampu Rumah Tiba-tiba Mati, Korban yang Stroke Diancam Pakai Celurit

Kronologi Pasutri Dirampok, Lampu Rumah Tiba-tiba Mati, Korban yang Stroke Diancam Pakai Celurit

Surabaya
Buntut Aksi Pesawat Kertas di Rumah Dinas Wali Kota Malang, Pengamanan Diperketat

Buntut Aksi Pesawat Kertas di Rumah Dinas Wali Kota Malang, Pengamanan Diperketat

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X