Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Balon Udara Meledak di Ponorogo, Polisi Tangkap 15 Terduga Pelaku

Kompas.com - 14/05/2024, 18:16 WIB
Muhlis Al Alawi,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

PONOROGO, KOMPAS.com- Satreskrim Polres Ponorogo menangkap 15 terduga pelaku kasus balon udara tanpa awak berisi petasan yang meledak di persawahan Dusun Muneng Tengah, Desa Muneng, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Ryo Pradana menyatakan 15 terduga pelaku tersebut kini masih menjalani pemeriksan di Mapolres Ponorogo.

“Jadi sudah kami amankan 15 orang. Saat ini semuanya masih kami periksa,” kata Ryo saat dihubungi, Selasa (14/5/2024).

Baca juga: Balon Udara Meledak di Ponorogo, Seorang Remaja Alami Luka Bakar 63 Persen

Menurut Ryo, 15 orang tersebut ditangkap pada hari yang sama usai polisi menggelar olah tempat kejadian perkara balon udara tanpa awak yang meledak di Desa Muneng.

“Setelah kami olah TKP kami juga menanyakan beberapa warga dan kepala desa. Dari keterangan itu akhirnya mengarah pada 15 terduga pelaku,” tutur Ryo.

Ia menjelaskan, dari 15 terduga pelaku terdapat delapan anak di bawah umur dan tujuh orang dewasa. Sementara dari tujuh orang dewasa tersebut, dua di antaranya adalah wanita.

Baca juga: Kesaksian Warga Saat Balon Udara Meledak di Ponorogo, Suaranya Terdengar sampai ke Desa Lain

Ryo menambahkan dua dari delapan anak di bawah umur yang menjadi terduga pelaku saat ini masih dirawat di RSUD dr. Hardjono Ponorogo. Keduanya disebut menjadi terduga pelaku lantaran ikut membuat balon udara tanpa awak tersebut.

Diberitakan sebelumnya, empat orang dilaporkan terluka setelah balon udara yang hendak diterbangkan meledak di Dusun Muneng Tengah, Desa Muneng, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (13/5/2024).

Empat remaja mengalami luka-luka akibat terkena ledakan mercon yang berasal dari balon udara tersebut.

Video detik-detik meledaknya balon udara di Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, itu pun viral di media sosial. Dalam video berdurasi 32 detik terlihat belasan orang yang berusaha menerbangkan balon udara tanpa awak. Ujung balon itu diberi petasan yang diikat tali.

Tak lama kemudian, balon udara meledak dengan menimbulkan suara letusan yang besar hingga para remaja yang berada di bawah menyelamatkan diri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena 'Blindspot'

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena "Blindspot"

Surabaya
Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com