Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tahun Cabuli Anak Tiri, Oknum Polisi Surabaya Berlutut agar Laporan Dicabut

Kompas.com - 23/04/2024, 09:37 WIB
Reza Kurnia Darmawan

Editor

KOMPAS.com - Aipda K (50), oknum polisi di Surabaya, Jawa Timur, ditangkap dan dijadikan tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak tirinya.

Kasus pencabulan yang menimpa korban, yang saat ini berusia 15 tahun, telah terjadi selama empat tahun. Keluarga korban lantas melaporkan K ke polisi.

Dalam sebuah momen, K sempat berlutut sambil merengek agar laporan tersebut dicabut.

Kejadian itu berlangsung ketika keluarga korban yang sedang mendatangi Markas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tak sengaja bertemu dengan K yang tengah digelandang polisi.

"Kami gak sengaja ketemu. Kami mau ke atas. Ternyata gak sengaja dia mau turun ditemani Provost," ujar NH (52), nenek korban, Sabtu (20/4/2024), dikutip dari Surya.

Baca juga: Anggota Polisi di Surabaya 4 Tahun Cabuli Anak Tiri

Ketika bertemu, K sempat meminta maaf kepada NH dan keluarga. K sempat berupaya memeluk NH sambil berlutut minta ampun.

"Dia minta dicabut (laporan), no. Saya gak mau. Lanjut (tetap proses). Saya sempat dirangkul, saya gak mau," ucapnya.

NH menjelaskan alasan K meminta laporan itu dicabut.

"Dia alasan kasihan anak-anak. Tetap saya gak mau. Iya ini soal nama baik dan kasihan sama anaknya juga," ungkapnya.

Nenek korban pun berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Pasalnya, perbuatan pelaku berdampak besar pada korban.

"Ya hukum lanjut, seberat-beratnya. Tanpa syarat. Pecat, tidak ada ampun. Ini harga diri," tuturnya.

Akibat perlakuan K, korban selalu tampak murung. NH menduga cucunya mengalami trauma.

Baca juga: Oknum Polisi di Surabaya yang Cabuli Anak Tiri Akhirnya Ditahan

Polisi cabuli anak tiri


Kasus pencabulan ini dilakukan K sejak 2020. Saat itu, korban masih duduk di kelas 5 sekolah dasar. Korban juga mengalami pencabulan pada Februari 2024.

“Saya takut dengan ayah tiri saya. Makanya saya tidak berani melawan,” jelas korban di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu (21/4/2024).

Perbuatan pelaku diketahui pada Ramadhan 2024 usai korban bercerita kepada keluarganya. Keluarga pun sepakat melaporkan K ke polisi.

Baca juga: Oknum Polisi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Tiri Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Halaman:


Terkini Lainnya

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Warga di Sumenep Keluhkan Harga Bawang Merah yang Meroket, Terpaksa Kurangi Pembelian

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com