Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lima Petani di Sampang Tersambar Petir, Satu Orang Tewas

Kompas.com - 22/04/2024, 18:09 WIB
Taufiqurrahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SAMPANG, KOMPAS.com - Sebanyak lima petani asal Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tersambar petir, Minggu (21/4/2024).

Kelimanya yakni Nurhayati (39), Marsumi (36), Nuriyeh (40), Sunah (35) dan Rumseh (45). Empat orang berasal dari Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, dan stu lagi asal Bangkalan.

Satu orang di antara mereka, yakni Rumseh meninggal dunia seketika. Sedangkan keempatnya selamat dan sedang menjalani perawatan di Puskesmas Banyuates.

Baca juga: Pipa BBM di Depo Pertamina Plumpang Terbakar, Diduga Tersambar Petir

 

Kepala Kepolisian Sektor Banyuates AKP Sunarno saat dihubungi melalui telepon seluler menuturkan, 4 korban selamat saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Banyuates. Sedangkan korban tewas sudah dimakamkan oleh keluarganya. 

Sunarno menambahkan, peristiwa itu diawali saat para korban selesai menandur sawah milik Qoyyimah, warga Desa Trapang. Mereka hendak pulang melewati pematang sawah. Cuaca saat itu sedang mendung diikuti hujan rintik-rintik. 

"Tiba-tiba petir menyambar kelima orang tersebut. Empat orang tidak sadarkan diri dan seorang langsung meninggal di tempat," terang Sunarno, Senin (22/4/2024). 

Kejadian itu diketahui warga setempat. Warga kemudian berduyun-duyun menyelamatkan para korban. Korban yang tidak sadarkan diri langsung dibawa ke puskesmas. Sedangkan yang meninggal langsung diserahkan kepada keluarganya. 

"Yang meninggal sudah dijemput keluarganya," ungkapnya. 

Baca juga: Pergi Memancing, 5 Pria Tersambar Petir Saat Berteduh di Gubuk

Sunarno mengungkapkan, 4 korban selamat kemungkinan besok sudah bisa menjalani rawat jalan karena kondisinya sudah membaik. 

"Jika dokter merekomendasikan korban selamat cukup rawat jalan, maka besok sudah bisa pulang," terangnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena 'Blindspot'

Polisi Tak Terima Alasan Sopir Fortuner Tabrak Bayi karena "Blindspot"

Surabaya
Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Pilkada Surabaya, Petahana Eri-Armuji Galang Dukungan 6 Parpol

Surabaya
Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Perkosa Anak Pemilik Kos di Lamongan, Pemuda Asal Pamekasan Ditangkap

Surabaya
Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Baliho Kaesang Muncul di Surabaya Jelang Pilkada, PSI: Bentuk Antusiasme Warga

Surabaya
Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Kades Taji Didatangi BRIN Usai Rancang Alat Pembakaran Sampah yang Diklaim Tanpa Residu

Surabaya
Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Menabung Kopi, Cara Petani di Gucialit Lumajang Tingkatkan Perekonomian

Surabaya
Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Lima Perangkat Desa di Ponorogo Jadi Tersangka Pungli PTSL

Surabaya
Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Gempa M 4,1 Kembali Guncang Pulau Bawean

Surabaya
Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Polisi Tangkap Pria yang Pamer Alat Kelamin di Pinggir Jalan Surabaya

Surabaya
Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Kapolres Probolinggo Tengok Bayi 8 Bulan yang Dianiaya Ayahnya

Surabaya
KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

KPU Kota Malang Ingatkan 45 Calon Anggota Legislatif Terpilih Laporkan Harta Kekayaannya

Surabaya
Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Mengungkap Fakta Pengeroyokan Siswa MTs di Situbondo, Pelaku Hina Ibu Korban di WhatsApp

Surabaya
Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Sempat Teriak Maling, Ibu di Jember Meninggal Usai Pergoki Pencuri Gasak Tasnya

Surabaya
Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Cerita Pemilik Restoran di Surabaya Mengaku Dianiaya Saudara karena Warisan

Surabaya
Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Guru ASN Daftar Bacabup ke PPP, Alasannya Prihatin Kemiskinan di Sumenep

Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com