Fakta Bocah 5 Tahun di Ponorogo Terbakar Usai Jajan "Ice Smoke", Dicampur Nitrogen Murni dan Kesaksian Ayah

Kompas.com - 15/07/2022, 16:37 WIB

KOMPAS.com - Seorang bocah lima tahun di Desa Bajang, Ponorogo, Jawa Timur, tiba-tiba terbakar usai jajan "Ice Smoke", Selasa (12/7/2022).

Akibatnya, korban berinisial AFT alami luka bakar dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo.

Baca juga: Insiden Ice Smoke di Ponorogo, Bocah 5 Tahun Alami Luka Bakar 30 Persen, Jajanan yang Dibeli Tiba-tiba Keluar Api

Sementara, aparat kepolisian segera mengamankan R, penjual jajanan tersebut untuk dimintai keterangan.

Menurut Kepala Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Ponorogo, Ipda Guling Sunaka, R mencampurkan nitrogen murni.

Baca juga: Kronologi Bocah Terbakar akibat Jajanan Ciki Kebul di Ponorogo, Korban Derita Luka Bakar 30 Persen

Nitrogen yang digunakan untuk berjualan R merupakan nitrogen murni yang didapatkan dari pabrik di Gresik. Pria itu sudah menjalankan usaha tersebut selama 8 tahun lalu,” kata Sunaka, Kamis (14/7/2022).

Kesaksian orangtua korban

Sementara itu, Sutrisno, ayah korban menceritakan, peristiwa naas itu terjadi pada Selasa (12/7/2022) sore.

Usai menonton reog Ponorogo, putranya ingin membeli jajanan ice seharga Rp 20.000.

"Dia minta dibelikan, langsung saya belikan. Setelah beranjak dari situ, satu menit lepas dipegang jajannya, dipegang anak saya, jajannya keluar api, langsung bakar anak saya," kata Sutrisno.

Menurut Sutrsino, jajanan itu disemprot bahan cair yang membuat es mengeluarkan asap.

Namun demikian, Sutrisno masih tidak mengetahui penyebab mengapa jajanan tersebut mengeluarkan api dan membakar anaknya.

 

Luka bakar 30 persen

Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka bakar 30 persen. Korban lantas ditangani oleh dokter spesialis ahli bedah.

"Diagnosis dari UGD kombosio grade dua 30 persen atau luka bakar persentase kurang lebih 30 persen," ucap Kepala Bidang Pelayanan Pelayanan Medis RSU Muslimat dr Siti Nur Rohmah.

Sementara itu, saat ini polisi masih mendalami kasus itu dan berkoordinasi dengan ahli untuk mengungkap jajaan itu bisa membakar korban.

“Dari hasil penyelidikan, ternyata makanan yang dibeli korban itu ada campuran salah satu zat kimia yaitu nitrogen. Namun, kita melakukan koordinasi terkait bahan kimia tersebut, masih mendapatkan informasi nitrogen tidak bisa terbakar apabila mendekat api," kata Sunaka.

"Hanya saja, nitrogen itu jenisnya liquid yang tingkat kedinginannya sangat tinggi. Apabila mengenai mulut dan kulit, maka bisa menimbulkan luka bakar,” pungkasnya.

(Penulis : Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi | Editor : Andi Hartik, Phytag Kurniati)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Punya Utang ke Rentenir Rp 50 Juta, Istri Dianiaya Suami Pakai Sajam

Gara-gara Punya Utang ke Rentenir Rp 50 Juta, Istri Dianiaya Suami Pakai Sajam

Surabaya
Bayi Usia 7 Bulan di Lamongan Idap Hidrosefalus, Sudah 3 Kali Jalani Operasi

Bayi Usia 7 Bulan di Lamongan Idap Hidrosefalus, Sudah 3 Kali Jalani Operasi

Surabaya
Gempa Jember Dirasakan Petugas Pos Pantau Semeru, Kepala PVMBG: Tak Ada Efek ke Semeru

Gempa Jember Dirasakan Petugas Pos Pantau Semeru, Kepala PVMBG: Tak Ada Efek ke Semeru

Surabaya
Hujan Disertai Angin di Jember, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Timpa Rumah Warga

Hujan Disertai Angin di Jember, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Timpa Rumah Warga

Surabaya
Hujan Deras, Kantor Bawaslu Jember Banjir, Dokumen Penting Hampir Tergenang

Hujan Deras, Kantor Bawaslu Jember Banjir, Dokumen Penting Hampir Tergenang

Surabaya
Uang Rp 22 Juta di Dalam Mobil Boks di Banyuwangi Hilang Dicuri, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Uang Rp 22 Juta di Dalam Mobil Boks di Banyuwangi Hilang Dicuri, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Surabaya
Detik-detik Jembatan Sepanjang 12 Meter di Pacitan Ambrol Saat Diperbaiki, 2 Orang Luka-luka

Detik-detik Jembatan Sepanjang 12 Meter di Pacitan Ambrol Saat Diperbaiki, 2 Orang Luka-luka

Surabaya
Pamit Bersihkan Perahu, Nelayan di Banyuwangi Ditemukan Tewas

Pamit Bersihkan Perahu, Nelayan di Banyuwangi Ditemukan Tewas

Surabaya
Tidak Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Aktivitas Wisata di TNBTS Berjalan Normal

Tidak Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Aktivitas Wisata di TNBTS Berjalan Normal

Surabaya
Pascagempa Magnitudo 6,2, 3 Gempa Susulan Guncang Kabupaten Jember

Pascagempa Magnitudo 6,2, 3 Gempa Susulan Guncang Kabupaten Jember

Surabaya
Jembatan Limpas Jugosari Tertimbun Material Erupsi Semeru, Satu Dusun di Lumajang Terisolasi

Jembatan Limpas Jugosari Tertimbun Material Erupsi Semeru, Satu Dusun di Lumajang Terisolasi

Surabaya
Gempa M 6,2 Guncang Jember, BPBD Imbau Warga Waspada Gempa Susulan

Gempa M 6,2 Guncang Jember, BPBD Imbau Warga Waspada Gempa Susulan

Surabaya
Jembatan Runtuh di Pacitan, 8 Orang Terjatuh ke Sungai, 2 Pekerja DPUPR Dilarikan ke RS

Jembatan Runtuh di Pacitan, 8 Orang Terjatuh ke Sungai, 2 Pekerja DPUPR Dilarikan ke RS

Surabaya
Diterpa Awan Panas Guguran Semeru, Kondisi Jembatan Gantung Gladak Perak Stabil

Diterpa Awan Panas Guguran Semeru, Kondisi Jembatan Gantung Gladak Perak Stabil

Surabaya
Gempa M 6,2 Jember Terasa hingga Banyuwangi, Warga Berlarian Panik

Gempa M 6,2 Jember Terasa hingga Banyuwangi, Warga Berlarian Panik

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.