Jalur Penghubung di Trenggalek Longsor, Warga Harus Melintas secara Bergantian

Kompas.com - 22/06/2022, 18:33 WIB

TRENGGALEK,KOMPAS.com – Jalur utama penghubung antarkecamatan di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, longsor.

Sebagian badan jalan ambles. Pengendara terlihat harus bergantian supaya bisa melewati jalan tersebut, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Kesaksian Warga Saat Gempa M 5,3 Guncang Pacitan dan Trenggalek, Kaca Getar hingga Lupa Matikan Kompor

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Tri Puspitasari menjelaskan, longsor tersebut terjadi pada Senin (20/06/2022) sekitar pukul 23.00 WIB, tepatnya di Desa Besuki Kecamatan Munjungan,

“Sebelum terjadi longsor, beberapa hari wilayah kecamatan Munjungan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras,” terang Tri melalui sambungan telepon, Rabu.

Baca juga: Polisi Ringkus Komplotan Spesialis Ganjal ATM di Trenggalek, Begini Modusnya

Akibatnya, jalan utama penghubung antarkecamatan yakni Munjungan-Kampak tersebut ambles hingga separuh badan jalan.

Panjang jalan yang longsor mencapai tujuh meter, dengan lebar sekitar tiga meter.

“Sehingga, jalan yang tersisa satu lajur dan bisa dilewati dengan cara bergantian,” ujar Puspitasari.

Baca juga: Cerita Ning Nida, Warga Trenggalek yang Raih Juara 1 Hafalan Al Quran di Rusia, Pulang Disambut Bupati

 

Dia menjelaskan, jalur yang longsor tersebut berada di atas sisi jurang sungai, sehingga masih berpotensi terjadi longsor susulan.

Petugas telah memasang tanda pembatas di sekitar lokasi longsor, serta rambu-rambu papan peringatan.

“Road barrier dan tanda pembatas juga telah dipasang. Kini, lebar jalan yang bisa dilewati hanya sekitar 2,5 meter,” ujar Puspitasari.

Baca juga: Buruh Ladang di Trenggalek Ditemukan Tewas di Gubuk

Para pengguna jalan diimbau agar waspada terutama ketika turun hujan. Sebab, kondisi jalan berada di medan miring.

“Tidak menutup kemungkinan, adanya longsor susulan yang membuat badan jalan makin tergerus,” terang Puspitasari.

Agar lebih aman, pengendara yang membawa muatan berat diminta melintas di jalur alternatif.

“Lebih aman, bagi pengendara roda empat atau muatan berat, agar melintas melewati jalur lain,” terang Puspitasari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan 12.000 Hektar Kawasan Industri di IKN

Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan 12.000 Hektar Kawasan Industri di IKN

Surabaya
Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga di Kota Malang Pakai Air Sungai

Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga di Kota Malang Pakai Air Sungai

Surabaya
Penjelasan PLN Soal Denda Rp 80 Juta pada Dokter di Surabaya, Temukan Kabel Jumper di Meteran Listrik

Penjelasan PLN Soal Denda Rp 80 Juta pada Dokter di Surabaya, Temukan Kabel Jumper di Meteran Listrik

Surabaya
Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Kawah Ijen Dibatasi Kurang dari 100 Orang

Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Kawah Ijen Dibatasi Kurang dari 100 Orang

Surabaya
Pekerja Pabrik di Blitar Tewas Tertimpa Tumpukan Karung Gula

Pekerja Pabrik di Blitar Tewas Tertimpa Tumpukan Karung Gula

Surabaya
Diduga Pukul Istri, Oknum Karyawan Perhutani di Sumenep Ditetapkan Tersangka KDRT

Diduga Pukul Istri, Oknum Karyawan Perhutani di Sumenep Ditetapkan Tersangka KDRT

Surabaya
Temuan Perahu Diduga Peninggalan Kerajaan Powan Berbentuk Kayu, Hasil Pemeriksaan Dikirim ke BPCB Trowulan

Temuan Perahu Diduga Peninggalan Kerajaan Powan Berbentuk Kayu, Hasil Pemeriksaan Dikirim ke BPCB Trowulan

Surabaya
Detik-detik Tabrakan 2 Truk di Gresik, 2 Sopir Terluka

Detik-detik Tabrakan 2 Truk di Gresik, 2 Sopir Terluka

Surabaya
Mahasiswa Lempari Kantor Bupati Pamekasan dengan Telur Busuk, Ini Penyebabnya

Mahasiswa Lempari Kantor Bupati Pamekasan dengan Telur Busuk, Ini Penyebabnya

Surabaya
3 Pelajar Surabaya Dikeroyok dan Disundut Rokok, Terduga Pelaku Ditangkap

3 Pelajar Surabaya Dikeroyok dan Disundut Rokok, Terduga Pelaku Ditangkap

Surabaya
Tak Ada Pengibaran Bendera Merah Putih Saat 17 Agustus di Puncak Gunung Raung

Tak Ada Pengibaran Bendera Merah Putih Saat 17 Agustus di Puncak Gunung Raung

Surabaya
Pria di Sumenep Culik dan Aniaya Mantan Istri di Dalam Mobil, Ini Motifnya

Pria di Sumenep Culik dan Aniaya Mantan Istri di Dalam Mobil, Ini Motifnya

Surabaya
Kerangka Manusia Ditemukan Terpendam Material Gunung Semeru, Identitas Belum Diketahui

Kerangka Manusia Ditemukan Terpendam Material Gunung Semeru, Identitas Belum Diketahui

Surabaya
Ribuan Santri Tapak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KH As'ad Syamsul Arifin Saat Dikejar Belanda ke Madura

Ribuan Santri Tapak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional KH As'ad Syamsul Arifin Saat Dikejar Belanda ke Madura

Surabaya
Nelayan Pantai Serang Blitar Hilang Terseret Arus Saat Pasang Keramba Ikan di Laut

Nelayan Pantai Serang Blitar Hilang Terseret Arus Saat Pasang Keramba Ikan di Laut

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.