4 Tahun Jalani Ritual di Pantai Indonesia, Pria Diduga Asal India Diamankan di Blitar, Ternyata Tak Punya Paspor

Kompas.com - 25/02/2022, 17:05 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pria berusia 45 tahun yang diduga warga negara (WN) India diamankan di wilayah Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Saat diamankan, pria tersebut tak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian seperti dokumen perjalanan dan paspor.

Kepada petugas keimigrasian, WN India tersebut mengaku menjalani rangkaian ritual budaya di berbagai tempat di Indonesia sejak empat tahun terakhir.

Pengamanan pria yang diduga asal India itu dibenarkan olehKepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar Arief Yudistira.

Baca juga: Tak Punya Paspor, Pria Diduga WN India Mengaku Sudah 4 Tahun Jalani Ritual di Indonesia

Menurut Arief, meski tidak menemukan identitas dan paspor, pihaknya memiliki sejumlah bukti bahwa pria tersebut adalah warga negara India.

Arief tidak menyebutkan bukti yang dimaksud tapi menyatakan bahwa ciri-ciri fisik pria tersebut menunjukkan ciri-ciri fisik warga India.

"Tampilan fisik yang bersangkutan memang India dan juga fasih berbahasa India," ujarnya.

Ia mengatakan yang bersangkutan bisa berbahasa Indonesia dan diduga sengaja menghilangkan dokumen keimigrasiannya terutama paspor untuk tujuan tertentu.

Baca juga: Pria Diduga WN India Ditahan karena Tak Punya Paspor, Mengaku Jalani Ritual di Indonesia

Lakukan ritual di pantai-pantai di Indonesia

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Blitar Raden Vidiandra mengatakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun lagi untuk menuntaskan ritualnya di Indonesia.

Selama empat tahun terakhir, pria itu melakukan ritual di pantai-pantai yang ada di Indonesia.

Seperti pantai di Medan, Bali, Pangandaran, Pantai Selatan Malang dan Pantai Selatan Blitar.

Namun Vidi tak menjelaskan detail ritual yang dilakukan pria tersebut.

"Jadi ritualnya di pantai-pantai. Kebetulan ketika di Blitar untuk melakukan ritual di pantai selatan Blitar keberadaannya dapat kami deteksi," ujar dia, Jumat (25/2/2022).

Baca juga: Diduga Depresi karena Tak Kunjung Sembuh, Pria di Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kebutuhan hidup dibiayai istri di India

Walau tak memiliki paspor, pria tersebut bisa menunjukkan foto kopi paspor yang ia punya.

Diduga, pria asal India itu telah melangggar izin tinggal di Indonesia selama empat tahun atau 1.444 hari.

Untuk kebutuhan sehari-hari, pria tersebut ditransfer sejumlah uang oleh sang istri yang tinggal di India setiap 3 bulan sekali.

Sang istri memiliki usaha di bidang tekstil dan pakaian. Kepada petugas, pria tersebut mengaku jika sang istri bersedia menyiapkan biaya hidup untuknya selama tiga tahun ke depan.

Baca juga: Ditanya Soal Pemeriksaan di Polda Jatim, Begini Respons Wakil Bupati Blitar

Hingga ia bisa menyelesaikan ritual di sejumlah pantai di Indonesia.

"Dia memiliki istri yang sah di India yang memiliki usaha di bidang tekstil atau pakaian. Pengakuannya, tiga bulan sekali sang istri mengirimkan uang untuk living cost di sini," jelas Vidi.

Vidi menambahkan, Kantor Imigrasi Blitar masih mengumpulkan bukti-bukti guna mengajukan tuntutan pidana bersama kejaksaan terhadap pria India tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, pelanggar ketentuan keimigrasian tidak hanya dapat dikenakan sanksi administrasif berupa denda, penahanan dan deportasi, tapi juga dapat dijerat pasal pidana.

"Pasal 119 menyebutkan pelanggar ketentuan keimigrasian dapat dituntut pidana denda hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta," ujarnya.

SUMBER:: KOMPAS.com (Penulis: Asip Agus Hasani | Editor : Dheri Agriesta)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Pengelolaan Sampah di Kota Malang, Sutiaji: Peran Semua Pihak Krusial...

Soal Pengelolaan Sampah di Kota Malang, Sutiaji: Peran Semua Pihak Krusial...

Surabaya
Wakil Wali Kota Surabaya Minta ASN Gunakan Sepatu Produksi Warga Eks Lokalisasi Dolly

Wakil Wali Kota Surabaya Minta ASN Gunakan Sepatu Produksi Warga Eks Lokalisasi Dolly

Surabaya
Petugas Bongkar Bangunan yang Diduga Bekas Tempat Ritual di Bojonegoro, Temukan Surat Tagihan Bank

Petugas Bongkar Bangunan yang Diduga Bekas Tempat Ritual di Bojonegoro, Temukan Surat Tagihan Bank

Surabaya
Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Tahun 2021 Tak Kunjung Cair, untuk Honor Terpaksa Berutang

Bantuan bagi Guru Madrasah Diniyah Pamekasan Tahun 2021 Tak Kunjung Cair, untuk Honor Terpaksa Berutang

Surabaya
Khofifah: Ada Unsur Premanisme dalam Konflik Warga di Jember

Khofifah: Ada Unsur Premanisme dalam Konflik Warga di Jember

Surabaya
Detik-detik Kecelakaan yang Libatkan Bus Sugeng Rahayu di Madiun, 3 Pengendara Motor Tewas

Detik-detik Kecelakaan yang Libatkan Bus Sugeng Rahayu di Madiun, 3 Pengendara Motor Tewas

Surabaya
Latihan TNI AU di Lumajang Curi Perhatian Warga, Bupati Siapkan Tribune untuk Wisata Militer

Latihan TNI AU di Lumajang Curi Perhatian Warga, Bupati Siapkan Tribune untuk Wisata Militer

Surabaya
Soal Kasus Stunting di Kota Malang, Dinkes: Yang Tinggi di Kecamatan Lowokwaru

Soal Kasus Stunting di Kota Malang, Dinkes: Yang Tinggi di Kecamatan Lowokwaru

Surabaya
Puluhan Batang Kayu Jati Tak Bertuan Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Puluhan Batang Kayu Jati Tak Bertuan Ditemukan di Pinggir Jalan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Surabaya
Transaksi COD, Warga Malang Ditipu Pembeli

Transaksi COD, Warga Malang Ditipu Pembeli

Surabaya
Sampah Menggunung di Lahan Kosong Puntodewo Malang, Warga Mengira Tempat Pembuangan

Sampah Menggunung di Lahan Kosong Puntodewo Malang, Warga Mengira Tempat Pembuangan

Surabaya
Bocah SD di Sumenep Diduga Diperkosa, Korban Diseret ke Semak-semak, Pelaku Kabur

Bocah SD di Sumenep Diduga Diperkosa, Korban Diseret ke Semak-semak, Pelaku Kabur

Surabaya
Bermain di Sungai Saat Ibu Memasak, Bocah di Magetan Ditemukan Tewas Mengambang

Bermain di Sungai Saat Ibu Memasak, Bocah di Magetan Ditemukan Tewas Mengambang

Surabaya
Soal Pencemaran Sungai di Plaosan, DLH Magetan Soroti Perilaku Peternak di Kampung Susu Lawu

Soal Pencemaran Sungai di Plaosan, DLH Magetan Soroti Perilaku Peternak di Kampung Susu Lawu

Surabaya
Atap Gedung SD di Bojonegoro Runtuh, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Atap Gedung SD di Bojonegoro Runtuh, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Warga

Surabaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.